Mental Health Anxietas adalah Gangguan Mental yang Tidak Boleh Disepelekan!

Anxietas adalah

Sering mengalami kecemasan berlebih ? Bisa jadi itu termasuk gangguan anxientas.

Anxietas adalah gangguan mental berupa perasaan kecemasan berlebih yang ditandai dengan gejala somatik, vegetatif dan kognitif sebagai respon terhadap tidak adanya rasa aman atau ketidakmampuan dalam mengatasi suatu masalah. Hal ini akan membuat penderita stres hingga kondisi kesehatan mentalnya tidak berdaya dan tidak mampu berhenti mengkhawatirkan kejadian sepele. Hal ini mengakibatkan pada terganggunya aktivitas pada kehidupan sehari-hari.

Anxietas ini patut diwaspadai karena dapat dialami siapapun baik pria maupun wanita, anak kecil maupun orang dewasa, dan orang yang memiliki latar belakang perekonomian tinggi maupun perekonomian rendah. Namun menurut penelitian di Amerika, wanita lebih rentan mengalami ansietas dibandingkan pria karena terdapat perbedaan pada otak dan hormon dari keduanya.

Faktor Anxietas

Faktor Anxietas

Berdasarkan penelitian gangguan anxietas tidak memiliki penyebab yang pasti namun terdapat faktor anxietas yang mempengaruhi terhadap kecemasan penderitanya, baik faktor tunggal maupun faktor kombinasi

  • Faktor Genetika

 Beberapa gangguan anxietas memiliki komponen genetik, dan gangguan kecemasan kadang muncul secara turun-temurun dalam keluarga. Dengan kata lain gangguan anxietas tidak dapat menular tetapi dapat menurun pada keturunan selanjutnya.

  • Faktor Biologi

Faktor biologi itu bisa terjadi berdasarkan kinerja otak memproses serta merespons terhadap stres, serta rangsangan fisik yang kita terima diduga juga turut berperan dalam mempengaruhi gangguan ini.

  • Faktor Pola pikir

Biasanya penderita gangguan anxietas terlalu banyak berpikir, memikirkan perihal negative serta kesulitan untuk mengatasi ketidakpastian

  • Faktor Kejadian yang membuat trauma

Kejadian dan trauma masa lalu seperti kecelakaan atau kehilangan orang yang dicintai dapat menjadi pemicu kecemasan.

  • Faktor phobia

Perasaan takut berlebihan akan  suatu hal seperti benda, suasana tertentu atau aktivitas tertentu akan menyebabkan tergangguan pemikiran sesuatu yang sehingga mengalami kecemasan berlebih terhadap suatu hal yang ditakuti.

Gejala Anxietas

Gejala Anxietas

Jika seseorang mengalami perasaan kecemasan muncul tanpa dipicu, bertahan lama, dan sering terjadi, bisa jadi ini tanda-tanda gangguan kecemasan. Di bawah ini adalah beberapa contoh gejala anxietas diantaranya:

  • Gejala siomatik : panik secara tiba-tiba, muka menjadi merah dan terasa dingin, jantung berdebar lebih  kencang, berkeringat, mual, gemetar, dada terasa sakit dan gelisah.
  • Gejala kongnitif ; sulit untuk konsentrasi saat melakukan sesuatu, memiliki perasaan ketakutan yang berlebihan, khawatir, sulit untuk fokus dalam hal yang dikerjakan, terlalu banyak berpikir, dan selalu berpikir akan ada marah bahaya jika melakukan sesuatu
  • Gejala vegeratif : Menghindari masalah yang membuat individu merasa cemas, menarik diri dari kegiatan yang sebelumnya disukai, terganggunya pola tidur, menurunnya minat dan aktivitas seksual.

Pengobatan Anxietas

Gangguan anxietas dapat ditangani dengan beberapa cara pengobatan berikut :

  • Terapi dengan tenaga profesional kesehatan.

Terapi perilaku kognitif yang bisa dilakukan salah satunya adalah CBT. Terapi berfokus pada perubahan perilaku, mengurangi gejala, dan membangun ketahanan melalui modifikasi pola pikir dan membangun perilaku baru.

  • Mengonsumsi obat-obatan. 

Pada beberapa kasus gangguan anxietas, obat biasanya digunakan bersamaan dengan terapi. Dalam keadaan kesadaran penuh seorang penderita dapat mengurangi gejala kecemasan. Keadaan Kesadaran penuh  membantu penderita memahami dirinya dan meningkatkan kesadaran terhadap gejala, pikiran, serta emosinya. Ini sering kali berupa penerimaan diri terhadap pikiran-pikiran tanpa menghakimi, alih-alih menarik diri atau melawan pikiran tersebut.

  • Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup dapat mengurangi gejala.  Misalnya dengan mengurangi konsumsi alcohol dan kafein dan Olahraga teratur, karena kedua cara tersebut  dapat membantu tubuh kita lebih berenergi, memperbaiki pola tidur, dan mengalihkan perhatian dari kekhawatiran atau pikiran yang sering muncul. Mempelajari teknik relaksasi seperti yoga juga dapat membantu individu belajar mengendalikan aspek mental dan fisik dari kecemasan.

  • Memberi dukungan seseorang yang mengalami gangguan anxietas

Penderita  gangguan kecemasan sangat membutuhkan dukungan dan kasih sayang ekstra dari orang-orang di sekitarnya. Kesabaran sangatlah penting dan dapat membuat perbedaan besar bagi mereka, baik saat sudah dalam proses pemulihan, atau saat masih ragu untuk memutuskan pergi ke psikiater.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.