Penyebab Gangguan Kognitif Adalah?

Gangguan Kognitif Adalah

Gangguan kognitif Adalah  kondisi yang dapat mempengaruhi kemampuan berpikir seseorang. Gangguan tersebut akan menyebabkan  anak memiliki daya ingat yang rendah, sulit untuk memahami sesuatu, dan kemampuan belajar yang tidak baik.

Yang harus digaris bawahi, gangguan kognitif merupakan salah satu faktor penghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Maka dari itu para orang tua sebaiknya mengetahui dan mempelajari  perihal gangguan kognitif, supaya dapat mengidentifikasi jika anak mulai mengalami hal tersebut dan dapat segera mengatasinya.

Penyebab Gangguan Kognitif

Penyebab gangguan kognitif

Berikut adalah penyebabnya gangguan kongnitif:

  1. Cedera Otak

Cedera otak  dapat mempengaruhi seseorang baik secara fisik,  Biasanya Penderita cedera otak umumnya akan sulit untuk mengingat informasi tertentu, dan bahkan kehilangan sebagian memorinya.

  1. Efek Samping dari Pengobatan kemoterapis

Beberapa anak mengalami masalah perkembangan kognitif  karena menjalani pengobatan kemoterapis. Efek samping dari pengobatan tersebut adalah buruknya kemampuan mengingat, perhatian, dan menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi.

  1. Penyebab yang Belum Diketahui

Salah satu kasus yang belum diketahui yaitu kasus Alzheimer, banyak studi yang menunjukkan bahwa penumpukan deposit plak berkontribusi terhadap perkembangan kondisi ini. Akan tetapi, masih belum jelas bagaimana plak bisa berkembang.

Gejala Gangguan Kognitif Pada Anak

Gejala  Gangguan Kognitif pada Anak

Ada beberapa gejala gangguan kognitif yang harus diwaspadai orang tua yaitu: 

  1. biasanya anak penderita akan memiliki konsentrasi dalam jangka waktu pendek maka dari itu ia akan mengalami kesulitan untuk konsentrasi pada suatu hal yang  di kerjakan.
  2. Anak penderita akan sulit untuk duduk tenang dan mencerna informasi karena ia akan cenderung melakukan sesuatu sesuai kehendak hatinya tanpa mendengarkan orang lain.
  3. Kemampuan mengingat buruk merupakan salah satu gejala gangguan kognitif. Biasanya anak akan mengalami kesulitan untuk mengingat suatu hal yang telah pelajari dan dialami.
  4. Tanda selanjutnya adalah sulit mengikuti instruksi ringan serta kemampuan mendengarkan yang lemah. Misalnya, orang tua  meminta anak untuk  membuka pintu, tetapi perlu waktu yang lama bagi anak untuk mencerna instruksi yang diberikan oleh orang tua.
  5. Karena kemampuan mengingat yang rendah dan daya imajinasi  yang mungkin terbatas, anak dengan kognitif akan sulit dalam menyelesaikan konsep abstrak dan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikanya.
  6. Anak penderita kognitif akan mengalami kesulitan untuk membuat rencana yang harus diprioritaskan hal tersebut akan mempengaruhi masa depan nantinya.
  7. Keterlambatan berbicara merupakan juga merupakan suatu gejala yang harus diwaspadai oleh orang tua karena keterlambatan berbicara tersebut akan berdampak pada kemampuan membacanya juga.
  8. Perasaan cemas tidak hanya kerap dirasakan oleh orang dewasa tetapi juga anak penderita gangguan aktivitas internal akan merasa cemas hingga mengganggu segala aktivitas baik dalam belajar maupun bersosialisasi.
  9. Perasaan cemas pada anak yang mengalami gangguan berfikir akan menyebabkan kesulitan tidur. Hal tersebut akan jika tidak segera ditangani dapat menghambat tumbuh kembang anak

Pengobatan gangguan kognitif

Pengobatan gangguan kognitif

Jika anak mengalami gangguan kognitif ada beberapa pengobatan gangguan kognitif yang dapat dilakukan:

  1. Melakukan konseling dengan psikolog atau psikiater agar dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk penyembuhan anak gangguan kongnitif.
  2. Setelah melakukan konseling pasien anak dapat melakukan terapis dengan psikiater untuk merubah kebiasaan negatifnya menjadi lebih positif.
  3. Biasanya psikiater akan meresepkan obat tertentu, seperti obat penenang dapat mengubah suasana hati menjadi lebih baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.