Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Wapres Gibran Dukung Penuh Hilirisasi Sagu Asmat, Dorong Ekonomi Lokal dan Ketahanan Pangan

Published Juni 22, 2026 · Updated Juni 22, 2026 · By Michael Jackson

Wapres Gibran Dorong Hilirisasi Sagu Asmat untuk Tingkatkan Ekonomi Lokal dan Ketahanan Pangan

Key Discussion – Wapres Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada hari Minggu, 21 Juni. Tujuan utamanya adalah untuk menyaksikan dan menilai kemajuan hilirisasi sagu sebagai strategi pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan ketahanan pangan di wilayah tersebut. Hal ini menjadi bagian dari Key Discussion yang difokuskan pada pemanfaatan sumber daya alam sebagai poros pembangunan berkelanjutan.

Program Hilirisasi Sagu: Kemitraan dengan Masyarakat Adat

Kunjungan Wapres Gibran ke Sekolah Lapang Sagu terjadi dalam rangka memperkuat koordinasi antara pemerintah dengan masyarakat adat dan institusi lokal. Pada kesempatan ini, ia meninjau pelaksanaan program hilirisasi sagu yang telah berjalan selama empat tahun. Program ini tidak hanya menekankan pada pemanfaatan sagu secara ekonomi, tetapi juga mencakup pelestarian budaya dan pengolahan produk turunan yang bermakna bagi masyarakat setempat.

"Di Asmat, kita berfokus pada pengembangan sisi lokal dan budaya. Maka, Key Discussion ini menjadi peluang untuk melihat bagaimana komoditas sagu bisa menjadi pendapatan utama warga setempat," ujar Anton, penanggung jawab Sekolah Lapang Sagu, dalam wawancara usai kunjungan Wapres Gibran.

Sekolah Lapang Sagu saat ini mengelola lahan seluas sekitar enam hektare, dengan kerja sama antara Keuskupan Agats dan pemerintah daerah. Area ini berperan sebagai pusat pembelajaran sekaligus pusat pengolahan produk sagu, seperti bahan baku pangan, kerajinan, dan bahan bakar. Peningkatan nilai tambah dari sagu diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat adat, terutama di tengah tantangan keterbatasan akses ke pasar eksternal.

Langkah Strategis Pemerintah untuk Ketahanan Pangan

Pengembangan sagu di Asmat dianggap sebagai bagian dari Key Discussion yang dijalankan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Presiden Joko Widodo sebelumnya menekankan pentingnya pangan lokal sebagai pengganti bahan pangan impor, dan Wapres Gibran berkomitmen untuk mendorong langkah-langkah konkret dalam arah tersebut.

Dalam Key Discussion yang dilakukan, Wapres Gibran menyoroti bahwa sagu bukan hanya menjadi bahan pangan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa hilirisasi sagu akan memperkuat kearifan lokal masyarakat Papua Selatan, sekaligus mendorong inovasi dalam memanfaatkan sumber daya alam secara optimal.

Kebijakan hilirisasi sagu di Asmat juga menjadi acuan dalam Key Discussion tentang pembangunan daerah 3T (tertinggal, terpencil, terluar). Dengan adanya peningkatan kapasitas produksi dan pengolahan, diharapkan muncul model pembangunan yang lebih inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat adat.

Anton menambahkan bahwa kerja sama antara Keuskupan Agats dan pemerintah daerah telah menciptakan kebijakan yang terintegrasi. Program ini menawarkan pelatihan teknis, pengelolaan lahan, serta pemberdayaan ekonomi melalui pengolahan sagu menjadi produk bernilai ekonomis. Selain itu, keberadaan Sekolah Lapang Sagu menjadi simbol keberlanjutan penggunaan sagu dalam konteks Key Discussion tentang ekonomi lokal dan ketahanan pangan.

Sementara itu, Wapres Gibran juga menegaskan pentingnya pengembangan infrastruktur jalan dan transportasi sebagai pendukung utama keberhasilan hilirisasi sagu. Ia menekankan bahwa tanpa akses yang memadai, potensi sagu tidak akan mampu dijalankan secara maksimal. Key Discussion ini menyoroti bahwa pengembangan hilirisasi sagu tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga memerlukan kolaborasi antar institusi untuk mencapai keberhasilan jangka panjang.