Key Strategy: Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda untuk Fondasi Indonesia Emas
Key Strategy: Penguatan Karakter Generasi Muda untuk Masa Depan Indonesia Emas
Key Strategy - Bima Arya Sugiarto, Wamendagri, menegaskan bahwa penguatan karakter generasi muda adalah key strategy penting dalam membangun fondasi Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikan dalam acara pengukuhan Pengurus Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) di Jakarta, Sabtu (14/10). Dalam pidatonya, Bima Arya menekankan bahwa karakter yang kuat dan bermoral adalah kunci untuk menghadapi tantangan global serta menciptakan masyarakat yang tangguh dan berkualitas.
Menurut Bima Arya, keberhasilan suatu bangsa tidak hanya bergantung pada kemajuan teknologi atau ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kebangsaan, etika, dan budaya yang mendasari. “Kita harus membangun peradaban besar yang didukung oleh pengetahuan, tetapi juga dipertahankan oleh karakter yang baik,” ujarnya. Ia menyoroti peran generasi muda sebagai penggerak perubahan, dengan menekankan bahwa penanaman karakter perlu dimulai sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Melayu itu kosmopolitan. Menjejak bumi Melayu, berpijak di bumi Nusantara, dan menatap dunia,” kata Bima Arya saat memperkenalkan filosofi Melayu sebagai key strategy dalam menggabungkan kearifan lokal dengan perspektif global.
Pemimpin Masa Depan Harus Tangguh dan Bertaqwa
Bima Arya menjelaskan bahwa key strategy ini mencakup pelatihan berpikir kritis, peningkatan kesadaran tentang etika, serta pembentukan kebiasaan yang positif. “Kemampuan berpikir kritis adalah keterampilan yang harus dikuasai generasi muda, agar mereka mampu membedakan antara fakta dan hoaks, serta menjaga integritas dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan dalam membentuk karakter yang solid.
Dalam era digital, di mana media sosial menjadi sumber informasi utama, tantangan untuk menjaga kebenaran dan kejujuran semakin besar. Bima Arya menyarankan bahwa pendidikan karakter harus disertai dengan pemantauan yang ketat, baik melalui keluarga, sekolah, maupun institusi pemerintah. “Kita perlu menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan karakter sejak usia dini, agar mereka bisa bertahan dalam tantangan kehidupan yang semakin kompleks,” jelasnya.
ISMI sebagai Penopang Penguatan Karakter
Bima Arya berharap Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) dapat menjadi penopang utama dalam penguatan karakter generasi muda. Organisasi ini, menurutnya, memiliki peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai kebudayaan, keagamaan, dan kebangsaan melalui berbagai program edukasi. “Kita perlu memanfaatkan potensi ISMI untuk mendorong generasi muda agar terus berkembang secara utuh, baik secara intelektual maupun moral,” katanya.
Penguatan karakter tidak hanya melibatkan institusi formal, tetapi juga peran masyarakat dan komunitas. Bima Arya menegaskan bahwa key strategy ini harus menjadi prioritas nasional, karena karakter yang baik adalah dasar dari keberhasilan pembangunan. “Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika generasi muda tidak memiliki akar yang kuat dalam nilai-nilai kebangsaan,” imbuhnya.
Bima Arya juga menekankan bahwa penguatan karakter generasi muda harus menjadi bagian dari kebijakan pendidikan nasional. Ia berharap kurikulum sekolah di tingkat dasar hingga tinggi dapat diintegrasikan dengan materi kecakapan hidup dan pemahaman tentang identitas bangsa. “Dengan cara ini, kita bisa menciptakan pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga penuh integritas dan tanggung jawab,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga menyebutkan bahwa bonus demografi yang dihadapi Indonesia saat ini menjadi peluang besar untuk mendorong penguatan karakter. “Dengan jumlah penduduk usia produktif yang meningkat, kita harus memastikan mereka memiliki keterampilan dan nilai-nilai yang tepat agar bisa berkontribusi secara maksimal pada pembangunan,” jelasnya. Ini menjadi bagian dari key strategy yang lebih luas, yaitu membangun bangsa yang tangguh secara fisik, mental, dan spiritual.