Politik
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Politik

Latest Program: Grace Natalie Ungkap Alasan PSI Tak Beri Bantuan Hukum di Kasus Video JK: Permintaan Saya Sebagai Pendiri Partai

Patricia Brown ⏱ 3 min read

Grace Natalie Buka Pernyataan Soal PSI Tidak Memberikan Bantuan Hukum ke Video JK di Latest Program

Latest Program – Dalam rangkaian acara Latest Program, Grace Natalie, sebagai Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menjelaskan bahwa unggahannya di media sosial tidak melibatkan institusi partai. Ia menjawab isu yang muncul setelah 40 organisasi masyarakat Islam melaporkan PSI atas dugaan menyebarkan potongan video ceramah mantan Wapres Jusuf Kalla. “Permintaan saya sebagai pendiri partai menjadi dasar bagi Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, untuk tidak mengambil langkah bantuan hukum,” ujarnya. Grace juga menekankan bahwa ini terkait langsung dengan konteks Latest Program, di mana ia memastikan postingannya tetap bersifat personal.

Grace Natalie Tegaskan Pernyataan Tidak Mengharuskan Bantuan Hukum PSI

Grace Natalie mengungkap bahwa ia sendiri yang mengarahkan Ketua Harian untuk tidak menyampaikan dukungan hukum. “Saya selaku pendiri partai berharap masyarakat memahami bahwa pernyataan dalam Latest Program ini dilakukan secara mandiri,” jelasnya. Menurutnya, video yang menjadi perdebatan itu sudah viral sebelumnya, sehingga ia merasa wajib memberikan tanggapan langsung sebagai warga negara. “Saya yakin, dalam konteks Latest Program, tidak ada yang salah dengan unggahan pribadi saya,” tambah Grace.

Konteks Video dan Respons Masyarakat

Video ceramah JK yang menjadi pusat perhatian, Grace menjelaskan, telah diperbincangkan secara luas oleh masyarakat. Ia menambahkan bahwa unggahannya dalam Latest Program bertujuan untuk memicu diskusi, bukan menyebarkan konten yang berpotensi melanggar hukum. “Saya tahu video tersebut dari media sosial dan juga media tradisional. Maka, saya merasa bertanggung jawab untuk menjelaskan narasi di sana,” katanya. Ia juga menyebut bahwa pernyataannya dalam konteks Latest Program tidak menyebabkan perbedaan pandangan antar kader PSI.

PSI Fokus pada Pemilu 2029

Grace Natalie menekankan bahwa keputusan PSI tidak memberikan bantuan hukum dalam kasus video JK terkait dengan persiapan menyongsong Pemilu 2029. “PSI ingin fokus pada strategi konsolidasi partai dan membangun kesepahaman dengan tokoh nasional,” jelasnya. Ia juga mengatakan bahwa partai tetap terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam rangkaian acara Latest Program yang digelar beberapa waktu terakhir. “Tapi, dalam kasus ini, saya merasa bahwa pihak yang mengunggah video JK hanya bertindak atas nama pribadi, bukan institusi partai,” tegas Grace.

Kontroversi di Latest Program dan Perannya

Grace Natalie menyatakan bahwa unggahan video dalam Latest Program tidak dimaksudkan untuk merugikan PSI. “Saya merasa bahwa video tersebut justru memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengkritik atau memberikan masukan,” katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa keputusan tidak meminta pendampingan hukum dari partai dilakukan setelah ia yakin isu yang dibawa tidak melibatkan elemen-elemen yang berpotensi memicu konflik. “Saya ingin memastikan bahwa dalam konteks Latest Program, pernyataan saya tidak disalahartikan sebagai tindakan partai,” tambahnya.

Latest Program sebagai Sarana Komunikasi Publik

Menurut Grace, acara Latest Program menjadi wadah bagi anggota PSI dan warga negara umum untuk menyampaikan pandangan mereka secara bebas. “Saya percaya bahwa media sosial dan platform seperti Latest Program adalah cara efektif untuk berkomunikasi dengan publik,” katanya. Ia juga membandingkan situasi ini dengan pendekatan partai lain yang mungkin lebih memperhatikan aspek hukum sebelum memposting konten. “Tapi, bagi saya, justru lewat Latest Program ini, kebebasan berbicara bisa terjaga tanpa melibatkan partai,” ujarnya.

Grace Natalie menegaskan bahwa ia siap bertanggung jawab atas isi unggahan dalam Latest Program. “Saya memastikan bahwa video yang saya buat jujur dan tidak mempermainkan narasi,” tambahnya. Ia juga berharap masyarakat memahami bahwa pernyataan dalam acara tersebut adalah bagian dari upaya memperkuat transparansi partai. “Latest Program ini bukan hanya untuk menyampaikan opini, tapi juga untuk membangun kesadaran kolektif mengenai isu yang sedang viral,” jelas Grace. Dengan demikian, ia yakin bahwa keputusan PSI tidak memberikan bantuan hukum di kasus ini tidak terlalu berdampak pada reputasi partai.

Bagikan artikel ini