Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Meeting Results: Sekjen Golkar Respons Dugaan Kader Intimidasi Dokter Icha di NTT

Published Juni 30, 2026 · Updated Juni 30, 2026 · By Michael Gonzalez

Meeting Results: Sekjen Golkar Respons Dugaan Intimidasi Kader di NTT

Meeting Results - Pada pertemuan yang diadakan hari ini, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, memberikan respons terkait dugaan intimidasi yang dilakukan sejumlah kader terhadap dokter Icha di NTT. Pihak Golkar menegaskan akan segera mengambil langkah-langkah tindak lanjut, termasuk memanggil para anggota DPRD dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Pemanggilan ini bertujuan untuk memperjelas fakta-fakta yang terjadi sebelumnya, khususnya dalam kasus kematian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang dikaitkan dengan kejadian tersebut.

Sarmuji menyampaikan bahwa DPD Partai Golkar Provinsi NTT sedang melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus ini. "Berdasarkan hasil pertemuan, saya sudah memerintahkan DPD untuk segera memanggil para anggota yang terlibat. Tadi malam, saya juga mengirimkan pesan via WA kepada ketua DPD agar segera melaksanakan proses pemeriksaan," jelas Sarmuji di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2026). Menurutnya, kejadian tersebut menunjukkan pentingnya transparansi dan kesadaran kader dalam menjaga hubungan dengan masyarakat.

Persiapan untuk Investigasi yang Lebih Terperinci

Dalam rangka memperkuat respons terhadap dugaan intimidasi, Golkar juga menyiapkan tim khusus yang akan mengumpulkan data dan saksi-saksi terkait peristiwa di RS Leona. "Hasil pertemuan menunjukkan kebutuhan untuk mendalami kejadian ini, termasuk mengungkapkan bagaimana keberadaan dokter Icha dijelaskan kepada publik," tambah Sarmuji. Ia menekankan bahwa tindakan tersebut dilakukan secara profesional dan berdasarkan fakta, bukan hanya karena tekanan internal atau eksternal.

Dari sisi prosedur, Sarmuji menyatakan bahwa setiap anggota DPRD yang terlibat dalam insiden tersebut akan diberikan kesempatan untuk menjelaskan keberadaan mereka di rumah sakit. "Pertemuan ini menjadi penting untuk mengevaluasi proses komunikasi antara kader dan masyarakat, terutama dalam konteks pelayanan kesehatan," ujarnya. Ia juga mengapresiasi peran media dalam mengungkapkan peristiwa ini, karena bisa menjadi sarana edukasi bagi kader dan masyarakat.

Veronika Lake, salah satu anggota DPRD TTU yang disebut terlibat, memberikan penjelasan lebih lanjut tentang kunjungannya ke rumah sakit. Menurutnya, ia hanya ikut serta sebagai bagian dari rombongan yang pulang bersama dari acara arisan. "Kehadiran saya di RS Leona adalah kebetulan, bukan sebagai bagian dari rencana intimidasi," tuturnya. Ia menjelaskan bahwa anggota DPRD lainnya juga melibatkan diri dalam proses tersebut, tetapi tidak ada niat merendahkan dokter Icha.

Sarmuji menambahkan bahwa Partai Golkar akan memastikan setiap kader yang terlibat dalam kejadian ini diberikan sanksi jika ditemukan pelanggaran. "Hasil pertemuan ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk apakah ada tindakan hukum atau hanya peringatan," kata Sarmuji. Ia juga mengingatkan bahwa seluruh kader harus tetap menjaga sikap profesional dan tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan citra partai serta masyarakat.

Proses Investigasi dan Keterlibatan Kader

Dalam proses investigasi, DPD Partai Golkar Provinsi NTT akan menggandeng tim independen untuk memastikan kejelasan fakta. "Kami ingin menegaskan bahwa pertemuan ini mencakup pembahasan mengenai berbagai sisi kejadian, termasuk keterlibatan kader dalam upaya memperjelas peran mereka," jelas Sarmuji. Pihak Golkar juga menargetkan untuk mengungkapkan hasil investigasi dalam waktu secepat mungkin, agar masyarakat bisa lebih memahami kondisi yang terjadi.

Menurut Sarmuji, dugaan intimidasi tersebut bukan hanya terjadi pada satu anggota, tetapi juga melibatkan beberapa kader dari berbagai fraksi. "Ini menjadi momen penting untuk mengukur respons kader dalam menjaga hubungan dengan masyarakat, terutama di tengah situasi yang sedang sensitis," katanya. Pemanggilan anggota DPRD yang terlibat ini dilakukan sebagai langkah pertama untuk mengevaluasi kejadian, sebelum mengambil langkah-langkah lebih lanjut.