Studi Kasus Adalah Cara?

STUDI KASUS ADALAH

Teman-teman pernah mendengar studi kasus sebelumnya? Studi kasus adalah salah satu cara loh yang digunakan didalam penelitian, khususnya penelitian kualitatif. Apa yang dimaksud dengan studi kasus?

Jika teman-teman tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan studi kasus itu, mari kita pelajari bersama. Studi kasus adalah salah satu metode penelitian kualitatif yang digunakan dengan melibatkan masyarakat tertentu sebagai subjek penelitian.

Tujuan dari penelitian dengan cara ini adalah agar dapat mendalami karakter dan melihat permasalahan serta aspek sosial tertentu.

Apa yang dimaksud dengan studi kasus

Jika ditanya apa tujuan dari studi kasus. Terdapat beberapa tujuan dilakukannya penelitian dengan ini, tujuannya sendiri dibagi menjadi tujuan secara umum dan khusus.

Tujuan umum :

  1. Untuk mengetahui dan menggambarkan kondisi subjek penelitian secara mendetail apa yang dialami oleh subjek. Subjek dapat berupa bisnis, perorangan, organisasi, lembaga, dll.
  2. Untuk menemukan masalah apa yang menjadi masalah utama. Menemukannya Dengan cara mengidentifikasi berbagai masalah yang ada dan mengambil masalah yang menjadi masalah utama.
  3. Untuk menganalisis masalah dengan konsep-konsep atau teori yang ada sehingga dapat mengidentifikasi masalah apa yang menjadi masalah utama.
  4. Untuk memberikan saran atau rekomendasi mengenai solusi dari permasalahan tersebut dan apa yang menyebabkan masalah tersebut bisa terjadi.

Tujuan khusus dari studi kasus adalah:

  1. Dalam bidang-bidang tertentu seperti psikologi dan sosiologi dapat menjadikan sumber informasi yang dapat bermanfaat untuk kemajuan pengetahuan atau membantu penelitian lainnya.
  2. Untuk menghasilkan teori-teori baru sehingga memunculkan hipotesis atau penelitian baru.

Setelah Kita Menyimak Apa Tujuan dari Studi Kasus, Mari Kita Lihat Studi Kasus Apa Saja Sih?

apa tujuan dari studi kasus

  1. Eksplanatori

Jenis ini digunakan ketika tidak memiliki kendali atas masalah yang diteliti atau tidak ada lagi masalah yang dapat diteliti. Jenis ini bertujuan untuk menunjukkan data-data yang tidak bisa atau tidak dapat dijelaskan sebelumnya. Jenis ini juga dapat digunakan pada penelitian deskripsi investigasi kausal.

  1. Eksploratori

Jenis ini adalah penelitian yang memfokuskan untuk menjawab masalah atau pertanyaan apa dan siapa. Cara pengumpulan datanya sendiri berasal dari data eksplorasi dan data tambahan (eksperimen, kuesioner, wawancara, dll). Jenis ini sangat cocok untuk penelitian formal yang berskala besar. Tujuan lainnya studi kasus adalah mendapatkan informasi mengenai latar belakang yang lebih banyak dibandingkan studi kasus biasa. Memang untuk mendapatkan data tambahan memerlukan kegiatan atau energi ekstra, namun hasil penelitian akan menjadi lebih baik dan peneliti dapat memahami informasi atau data lebih baik lagi.

  1. Deskriptif

Jenis ini memfokuskan pada analisis peristiwa secara berurutan di masa lalu. Biasanya digunakan pada penelitian dengan tema budaya atau sejarah. Tujuannyasendiri untuk membandingkan teori-teori atau penemuan-penemuan baru yang ada pada bidang yang sama, hal ini dilakukan untuk mengetahui berdasarkan analisis urutan peristiwa tersebut mana yang paling benar.

studi kasus apa saja

Nah kita telah mempelajari mulai dari studi kasus adalah apa hingga apa saja sih. Kita perlu tahu juga nih, langkah-langkah dalam melakukannya.

Berikut langkah-langkahnya :

  1. Pemilihan kasus

Dalam pemilihan kasus harus dilakukan dengan matang, hal ini agar penelitian dapat berjalan teratur sehingga sesuai dengan prosedur dan dapat mencapai tujuan penelitian yang ada.

  1. Pengumpulan data

Setelah memilih topik yang ingin diangkat, teman-teman dapat mengumpulkan data baik dengan wawancara, observasi, survei, dll yang dimana disesuaikan dengan penelitian yang dilakukan dan data yang didapat harus dapat dibuktikan.

  1. Analisis data

Ketika data sudah terkumpul, dapat dilanjutkan dengan analisis data. Analisis data harus dilakukan dengan baik dan jelas, sehingga tidak menemui kesulitan atau masalah.

  1. Perbaikan

Perbaikan termasuk penting, agar data yang telah terkumpul dan dianalisis dapat menjadi hasil penelitian yang lebih baik lagi.

  1. Penulisan laporan

Langkah ini harus dilakukan dengan baik dan urut, karena agar mudah untuk dipahami. Penulisan laporan juga harus memakai bahasa baku, komunikatif, efisien, efektif dan jelas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.