7.000 UMKM se-Jateng Terdampak Pemadaman Bergilir – Pengusaha Katering Rugi Ratusan Juta
7.000 UMKM Jateng Alami Kerugian Akibat Pemadaman Listrik
7 000 UMKM se Jateng Terdampak - Pemadaman listrik bergilir selama sekitar 1,5 bulan terakhir menyebabkan kerugian signifikan bagi ribuan usaha kecil menengah (UKM) di Jawa Tengah. Banyak pelaku usaha, terutama di bidang makanan dan minuman, mengalami kesulitan karena kebutuhan produksi, pengemasan, serta penjualan membutuhkan alat elektronik. Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil, Menengah Mandiri Indonesia (APMIKIMMDO) Jateng, Ariyanto, dampaknya sangat luas, mengganggu operasional usaha mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Kerugian Harian Capai Rp500 Ribu hingga Rp1 Juta
Ariyanto menjelaskan bahwa setiap hari pemadaman listrik mengakibatkan kerugian rata-rata Rp500 ribu hingga Rp1 juta. "Sistem produksi, packing, hingga penjualan memakai listrik, jadi efeknya merata ke semua sektor," ujarnya, Sabtu (27/6). Ia menambahkan, bahan baku yang tidak bisa disimpan akhirnya dibuang sebagai pakan ternak, membuat kerugian hingga tiga kali lipat dari kondisi normal.
"Pemerintah bertujuan menghemat listrik, tapi justru merugikan masyarakat. Kita tak punya persiapan, UMKM rugi karena pemadaman sangat terasa," kata Ariyanto.
Kerusakan Sistem Digital dan Kesulitan Penggunaan HP
Pemadaman ini juga mengganggu proses transaksi digital yang biasa digunakan oleh pengusaha. "Kita andalkan komputer dan sistem digital marketing, tapi karena pemadaman dari PLN, aktivitas jadi terhambat," jelas Ariyanto. Kesulitan ini terutama dirasakan oleh pelaku usaha seperti ojek online (ojol), yang bergantung pada perangkat elektronik untuk melayani pesanan.
Sejumlah pelaku UMKM bingung mencari tempat untuk men-charger handphone saat listrik padam. "Kita malah sering dikomplain pelanggan. Seperti jatuh ketimpa tangga," tutur Ariyanto.
Upaya Pemulihan dan Penyesuaian
APMIKIMMDO memiliki lebih dari 7.000 anggota, sekitar 70 persen bergerak di sektor mikro dan kecil. Sisanya, 25 persen, berada di sektor menengah. "Paling terdampak adalah usaha makanan, katering, dan roti karena mereka banyak mengandalkan listrik untuk memproses bahan baku," pungkas Ariyanto.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus menyalurkan bantuan untuk UMKM yang terkena dampak bencana hidrometeorologi. Bantuan tersebut diberikan secara bertahap agar ekonomi lokal bisa pulih. Dalam hal ini, PLN berupaya memperbaiki sistem kelistrikan dan mengembalikan pasokan ke kondisi normal di Pulau Jawa.
Kerugian Nasional dan Evaluasi Lanjutan
Menperin memperkirakan banjir di Sumatera dan Aceh menahan nilai tambah manufaktur nasional hingga Rp15 triliun karena gangguan logistik. Darmawan menegaskan bahwa tata kelola rantai pasok energi primer telah diperbaiki, namun Dedi mengingatkan pemadaman yang terlalu lama akan merugikan perekonomian, terutama industri.
Puan mengingatkan bahwa komitmen PLN untuk mengurangi pemadaman listrik bergilir tidak boleh menghentikan evaluasi. "Sistem kelistrikan di Jawa sekarang menunjukkan hasil positif sejak akhir pekan lalu," tambah Darmawan.