Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Beli Salep Ganja Untuk Obat dari Thailand Lewat Marketplace – Pria Asal Ditangkap Polisi

Published Juni 6, 2026 · Updated Juni 6, 2026 · By Michael Jackson

Pria Ditangkap karena Beli Salep Ganja untuk Obat dari Thailand via Marketplace

Penangkapan Berawal dari Operasi Bea Cukai

Beli Salep Ganja Untuk Obat - Barang illegal berupa salep ganja yang dibeli untuk pengobatan dari Thailand berhasil digagalkan oleh tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah. Seorang pria berinisial M (34), warga Kabupaten Tegal, ditahan setelah paket narkoba diterima oleh penyidik. Ini menunjukkan bagaimana penyalahgunaan narkotika terus berkembang melalui platform e-commerce yang semakin mudah diakses.

"Pembelian salep ganja untuk obat dilakukan melalui marketplace, memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk medis. Tes laboratorium membuktikan kandungan ganja dalam bahan tersebut. Pelaku mengakui barang itu digunakan untuk mengobati gangguan kulit," terang Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, AKBP Donny Lumbantoruan, Jumat (5/6).

Berbeda dengan kebijakan di Thailand, di Indonesia ganja termasuk dalam kategori narkotika yang dilarang. Meski dijual dengan dalih pengobatan, salep ganja ini tetap dianggap berbahaya karena mengandung bahan aktif yang bisa memicu ketergantungan. Kebijakan bea cukai juga menjadi penentu penting dalam mengungkap modus pengiriman ini.

Kasus Pertama di Wilayah Jawa Tengah

Penangkapan M menjadi kasus pertama di Jawa Tengah yang menunjukkan penggunaan marketplace sebagai sarana perdagangan narkotika. Dalam operasi ini, polisi menyita dua tube salep ganja dengan berat masing-masing 100 gram. Biaya per tube mencapai sekitar Rp800 ribu, yang menarik perhatian karena harganya jauh lebih tinggi dibandingkan produk obat biasa.

Modus ini menyoroti bagaimana narkoba bisa masuk ke Indonesia dengan bungkus yang menyerupai produk farmasi. Pelaku menggunakan layanan kurir untuk mengirimkan barang ke dalam negeri, memanfaatkan kepercayaan terhadap sistem pengiriman digital. Sementara itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa usulan perubahan regulasi terkait ganja masih dalam proses.

Penangkapan di Berbagai Wilayah Indonesia

Bukan hanya di Jawa Tengah, polisi di beberapa daerah juga berhasil mengungkap praktik serupa. Di Jakarta Pusat, Satresnarkoba Polres menggerebek toko kosmetik yang menjual salep ganja dengan dalih obat kulit. Dua tersangka dan ribuan butir obat keras diamankan dalam operasi tersebut.

Di Garut, pengedar tembakau sintetis ditangkap setelah penjualan berlangsung selama beberapa bulan. Sementara di Tanjung Priok, polisi menyita ratusan pil berbahaya dari toko obat keras. Selain itu, penyidik di Bogor menemukan ribuan butir tramadol dan trihexyphenidyl, sementara di Jagakarsa, penggunaan salep ganja untuk obat di toko sembako menghasilkan keuntungan hingga Rp200 ribu per hari.

Di Tapanuli Selatan, penelusuran terus dilakukan terkait 3 kilogram ganja yang ditemukan di ladang di Desa Batu Jungul. Razia di tempat hiburan malam juga menangkap selebgram dan anak kepala daerah yang dinyatakan positif narkoba. Seluruh kasus ini menunjukkan penyebaran narkoba yang semakin meluas, termasuk melalui pembelian salep ganja untuk obat.

Proses Hukum dan Langkah Pemerintah

Pelaku M kini menjalani proses hukum di Ditresnarkoba Polda Jawa Tengah. Penyelidikan dilakukan secara intensif untuk memastikan tidak ada jaringan lain yang terlibat. Pihak kepolisian menekankan pentingnya edukasi masyarakat mengenai risiko beli salep ganja untuk obat yang tidak resmi.

Menyusul kasus ini, pemerintah menyoroti perluasan kebijakan untuk mengatasi peredaran narkoba di marketplace. Meski belum ada perubahan regulasi, upaya pengawasan terhadap pengiriman barang yang mencurigakan tetap ditingkatkan. Penggunaan teknologi dan data analisis diharapkan bisa mengurangi akses ke produk ilegal seperti salep ganja untuk obat.

Kasus M menegaskan bahwa beli salep ganja untuk obat bisa menjadi jalan pintas bagi konsumen, tetapi juga berisiko tinggi. Polisi mengingatkan masyarakat untuk memeriksa sertifikasi produk sebelum membelinya, karena banyak dari barang-barang ini beredar tanpa pengawasan ketat. Penangkapan di beberapa daerah juga menunjukkan bahwa kriminalisasi narkoba terus berlangsung secara luas.