Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

Facing Challenges: Tega Ayah di Bandung Sekap dan Nyaris Bakar Hidup-hidup 3 Anaknya di Dalam Rumah

Mark Martin ⏱ 3 min read

Facing Challenges – Aksi pelaku berhasil digagalkan oleh Tim Prabu Polrestabes Bandung. Seorang ayah tega menyekap tiga anaknya yang masih berada di bawah umur. Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah di Jalan Lembah Nendeut, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (12/5) malam.

Aksi pelaku berhasil digagalkan oleh Tim Prabu Polrestabes Bandung. Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, membenarkan adanya peristiwa itu. Peristiwa bermula saat polisi menerima informasi dari warga mengenai adanya penyekapan.

Polisi kemudian mendatangi lokasi dan mendapati pelaku sedang menyiram bensin ke sekeliling rumah diduga hendak membakar rumah yang di dalamnya terdapat tiga anaknya yang sedang disekap. "Diduga pelaku berniat membakar rumah dan para korban yang disekapnya," kata dia melalui keterangan yang diterima. Ketika polisi hendak masuk ke dalam, pelaku langsung mengadang dengan melepaskan seekor anjing.

Namun, polisi tetap berhasil masuk ke dalam rumah dan menyelamatkan tiga anak yang disekap. "Polisi berhasil mengamankan tiga anak yang masing-masing berusia tujuh, lima dan tiga tahun dari dalam rumah tersebut," ucap dia. Asep memastikan ketiga anak itu berada dalam kondisi sehat.

Tak ada luka apapun yang diderita oleh mereka. Sementara, pelaku berhasil kabur dari kejaran dan masih dalam pencarian. Belum disebut identitas dari pelaku.

Adapun aksi pelaku itu diduga dipicu permasalahan dengan istrinya. "Para korban berhasil kita selamatkan dengan kondisi sehat tidak ada luka apapun," kata dia. Pelaku sengaja membuat video penyiksaan yang dilakukan terhadap ke tiga anaknya.

Pelaku kini telah mendekam di balik jeruji guna mempertanggung jawabkan perbuatan kejinya Ibu HR (28) yang terbangun akibat terkena percikan darah korban dan melihat anaknya telah digorok oleh suaminya. Usai melakukan mencekik korban di dalam kamar, pelaku sempat keluar rumah dan merokok. Hingga kini, belum diketahui sebab keluarga mengakhiri hidup dengan cara tragis.

Panca dengan kejinya menghilangkan nyawa keempat anaknya pada hari Minggu tanggal 3 Desember 2023 Seorang ayah di Jagakarsa, Jakarta Selatan tega membunuh 4 anaknya sendiri. Selama mengontrak itu diketahui Panca sama sekali tidak memberikan indentitas berupa KTP atau KK kepada ketua RT setempat. Aroma anyir seperti bau bangkai mengitari kediaman keluarga tersebut setelah empat anak ditemukan tewas pada Rabu (6/12).

Ayah 4 Bocah Jagakarsa Tewas Sempat Dipanggil Polisi Kasus KDRT Tapi Mangkir Alasan Jaga Anak Warga awalnya hanya mencium bau busuk dan tak mencurigai rumah korban menjadi sumber aroma tersebut. Seorang ayah di Jagakarsa diduga ingin mengakhiri hidupnya setelah mengetahui empat anak yang dikunci di kamar mandi tewas. Kasus tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/A/33/IV/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur tertanggal 22 April 2026.

Tindakan ini, merupakan tindak lanjut atas laporan dari Kedutaan Besar Filipina di Jakarta terkait dugaan adanya penyekapan warga negara Filipina. Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan di tempat terjadinya peristiwa tersebut. Seorang ibu berinisial NF (37) dan anaknya yang masih berusia 15 tahun menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Tanpa ragu, kelompok itu segera melakukan tindakan kekerasan dengan memukul karyawan dan mengurung mereka di dalam sebuah ruangan. Kepolisian Metro Bekasi masih memburu komplotan perampok bersenjata yang beraksi di SPBU Babelan, Kabupaten Bekasi, berhasil menggondol uang tunai Rp130 juta. Simak kronologi lengkapnya.

Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik aksi brutal tersebut. Kronologi awal karena beberapa bocah ada niat membakar sampah di sekitar lokasi kejadian dengan mengambil bensin dari sepeda motor. Hasil dari pekerjaannya kemudian dipakai untuk membiayai aksi anarkis salah satunya membuat bom molotov.

Dalam peristiwa tersebut, seorang remaja bernama Hilal (13) mengalami luka akibat terkena sabetan senjata tajam. Pelaku tergabung ke dalam kelompok bernama Bandung Selatan Ayaan yang berasal dari kawasan Baleendah dan Banjaran di Kabupaten Bandung. Saat ini, perempuan tersebut masih menjalani perawatan medis di sebuah yayasan di kawasan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Bagikan artikel ini