Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gagalkan Penyelundupan 70 Kg Sabu – Kapolda Sulsel Antisipasi Narkoba Jenis Cairan Sintetis

Published Juni 10, 2026 · Updated Juni 10, 2026 · By Michael Jackson

Gagalkan Penyelundupan 70 Kg Sabu: Kapolda Sulsel Fokus Antisipasi Narkoba Cairan Sintetis

Gagalkan Penyelundupan 70 Kg Sabu - Operasi penangkapan penyelundupan narkoba berjalan sukses dengan berhasil menggagalkan pengiriman 70 kg sabu. Penyelundupan ini terjadi di wilayah Sulawesi Selatan, yang kini menjadi sasaran utama kepolisian dalam upaya mengantisipasi penyebaran narkoba jenis cairan sintetis. Dalam operasi ini, jajaran polisi berhasil mengungkap rincian barang ilegal, termasuk sabu, ganja, dan berbagai jenis narkotika lainnya yang dikemas secara strategis untuk menghindari deteksi.

Deteksi dan Penangkapan Sabu Besar

Pengungkapan sabu seberat 70.224 gram dan ganja 2.178 gram menjadi bukti nyata kesigapan kepolisian dalam menangani kasus narkoba. Tidak hanya itu, operasi juga menemukan ekstasi, tembakau sintetis, cairan sintetis, serta barang-barang seperti Catridge Etimodate. Dengan total 1.175 laporan polisi dan 1.778 tersangka yang ditangkap, penindasan narkoba terus ditingkatkan untuk mengurangi dampaknya di masyarakat.

Modus Baru Peredaran Narkoba

Kapolda Sulsel, Inspektur Jenderal Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan bahwa narkoba jenis cairan sintetis menjadi ancaman baru. Barang ilegal ini dijual sebagai bahan tambahan untuk rokok elektrik atau vape, sehingga lebih sulit dideteksi. Modus ini memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan produk narkoba secara cepat dan masif, terutama kepada kalangan remaja yang lebih rentan terhadap pengaruh teknologi.

"Pengungkapan ini berasal dari 1.175 laporan polisi dengan 1.778 tersangka yang ditangkap," ujar Djuhandhani saat jumpa pers di Mapolda Sulsel, Rabu (10/6). Ia menambahkan bahwa perubahan modus peredaran narkoba mengharuskan polisi lebih inovatif dalam pemeriksaan dan penindasan.

Upaya Pencegahan dan Pemantauan Wilayah

Jajaran Polda Sulsel telah berencana meningkatkan upaya pencegahan narkoba melalui intensifikasi pengawasan di pelabuhan dan bandara. Selain itu, pihaknya juga memperketat pengawasan di wilayah perbatasan serta menggencarkan mitigasi terhadap kelompok rentan, seperti perempuan dan pelajar. Strategi ini bertujuan untuk meminimalkan akses narkoba ke kalangan muda dan mengurangi penyalahgunaan di lingkungan sekitar.

Menurut Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sulsel, Komisaris Besar Ardiansyah, narkoba cairan sintetis kini berpindah dari bentuk tembakau gorila ke cairan vape yang lebih sulit dikenali. "Modus peredaran narkoba telah berubah, dengan pelaku memanfaatkan cairan yang disampaikan melalui media sosial untuk menyebar ke berbagai daerah," terangnya.

Dampak pada Generasi Muda dan Langkah Preventif

Vape yang dicampur narkotika sintetis menjadi ancaman serius bagi kalangan remaja. Fenomena ini mulai menyasar generasi muda, terutama pelajar, yang lebih mudah terpengaruh oleh iklan dan tren berbasis teknologi. BNNP Sulsel terus menggencarkan sosialisasi bahaya penyalahgunaan vape, dengan mengunjungi sekolah-sekolah dan mengedukasi siswa tentang risiko narkoba dalam bentuk cairan.

"Kalau se-Sulawesi Selatan, karena yang masuk ke BNN ya. Saya tidak tahu yang tidak dilaporkan. Tapi itu sekitar 30 orang dan kita lakukan rehabilitasi rawat jalan untuk pengguna cairan sintetis," kata Ardiansyah.

Strategi pencegahan juga mencakup peningkatan kerja sama antarlembaga untuk memantau penyebaran narkoba secara lebih efektif. Dengan memperkuat pengawasan di titik-titik rentan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat, Kapolda Sulsel optimis dapat mengurangi penggunaan narkoba di daerah tersebut. Dengan demikian, "gagalkan penyelundupan 70 kg sabu" menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam upaya memerangi peredaran narkoba cairan sintetis.