Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Gempa Susulan Sangihe Terus Guncang Tahuna – BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Published Juni 9, 2026 · Updated Juni 9, 2026 · By David Gonzalez

Gempa Susulan Sangihe Terus Guncang Tahuna

Gempa Susulan Sangihe Terus Guncang Tahuna - Gempa susulan di Kepulauan Sangihe terus mengguncang wilayah Tahuna, Sulawesi Utara, setelah gempa utama berkekuatan M 5,3 pada Senin (8/6) malam. BMKG telah menegaskan bahwa rangkaian gempa ini tidak berpotensi menyebabkan tsunami, meskipun intensitasnya cukup menggoyang. Pusat gempa utama berada di laut, sekitar 239 kilometer dari Tahuna, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa susulan terjadi dalam rentang waktu singkat, menghasilkan lebih dari 15 guncangan yang berdampak pada aktivitas warga setempat.

Kondisi Seismik dan Pemantauan BMKG

BMKG secara aktif memantau aktivitas seismik di Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dalam beberapa jam terakhir, telah tercatat sejumlah gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 3,8 hingga 4,9. Kebanyakan gempa ini berlokasi di laut, yang membuat risiko terhadap wilayah daratan relatif rendah. Data dari BMKG juga menunjukkan bahwa beberapa gempa berkekuatan M 4,1, dengan titik koordinat 5,45 LU dan 125,40 BT. Meski intensitas bervariasi, BMKG memastikan bahwa hasil analisis awal belum stabil.

“Gempa susulan yang terjadi tidak memicu risiko tsunami,” jelas BMKG.

Analisis BMKG menekankan bahwa gempa susulan Sangihe tidak mengguncang daratan secara signifikan. Meski beberapa warga mengalami kekhawatiran, lembaga tersebut memberikan informasi bahwa guncangan ini hanya berdampak pada titik-titik tertentu. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada perubahan drastis dalam aktivitas tektonik. BMKG juga memperbarui data gempa utama yang terjadi pada 8 Juni 2024, dengan lokasi di 5,65 LU dan 124,80 BT.

Dampak Gempa Susulan pada Wilayah Tahuna

Kegiatan sehari-hari di Tahuna sempat terganggu akibat gempa susulan Sangihe yang terus mengguncang. Banyak warga mengalami kecemasan, terutama di daerah-daerah yang dekat dengan pesisir. Namun, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi. Gempa susulan yang terjadi juga mengingatkan kembali masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam, termasuk gempa dan tsunami.

Gempa susulan Sangihe ini memicu peningkatan kehati-hatian warga. Beberapa rumah di daerah rendah berisiko mengalami kerusakan akibat getaran. Namun, BMKG menyatakan bahwa tingkat keparahan tidak cukup untuk menimbulkan kerusakan serius. Gempa susulan Sangihe juga mengingatkan bahwa wilayah Kepulauan Sangihe memiliki potensi seismik yang tinggi, terutama karena letaknya di jalur pertemuan lempeng tektonik.

Dalam laporan terbaru, BMKG menjelaskan bahwa gempa susulan Sangihe terus mengguncang Tahuna karena proses deformasi batuan yang berlangsung di daerah tersebut. Meski tidak ada indikasi tsunami, para ahli geofisika memperingatkan bahwa gempa susulan bisa terjadi berulang hingga aktivitas seismik stabil. Data yang dihimpun BMKG menunjukkan bahwa gempa susulan Sangihe terus mengguncang Tahuna dalam beberapa jam terakhir.

Pemerintah setempat juga turut mengambil langkah-langkah untuk memastikan kenyamanan warga. Pemadaman listrik di beberapa area dilakukan sebagai antisipasi, sementara layanan darurat siap dioperasikan jika diperlukan. Gempa susulan Sangihe menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bencana alam, khususnya di wilayah pesisir yang rentan terhadap gelombang tinggi.