Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Historic Moment: Aksi Barbar Geng Motor di Maros Serang Warga Pakai Busur dan Parang, Begini Nasibnya di Tangan Polisi

Published Mei 26, 2026 · Updated Mei 26, 2026 · By Patricia Brown

Historic Moment: Geng Motor di Maros Serang Warga dengan Busur dan Parang

Historic Moment: Kepolisian berhasil mengungkap aksi brutal geng motor di Maros, Sulawesi Selatan, yang menargetkan warga dengan senjata tajam seperti busur panah dan parang. Sepuluh remaja yang diduga terlibat dalam kekerasan tersebut ditangkap, baik saat kejadian berlangsung maupun di rumah masing-masing. Aksi ini menjadi sorotan karena menggambarkan perubahan perilaku remaja dalam menghadapi konflik, dengan mengandalkan senjata yang biasanya tidak biasa digunakan.

Proses Penangkapan dan Bukti yang Ditemukan

Tim Reserse Kriminal Polres Maros melakukan pengejaran intensif untuk menangkap para pelaku. Dalam operasi tersebut, polisi menyita sejumlah senjata tajam, termasuk busur panah dan parang, serta memastikan proses hukum berjalan secara transparan. Kasi Humas Polres Maros, Ajun Komisaris Ahmad, mengatakan bahwa para pelaku kini berada di Mapolres Maros untuk diperiksa lebih lanjut. "Historic Moment ini menjadi momentum penting untuk menegakkan hukum dan mencegah kekerasan serupa," jelasnya.

Polisi juga menemukan bukti-bukti seperti rekaman CCTV dan saksi mata yang menunjukkan aksi penyerangan terhadap warga yang melintas di tepi jalan. Para pelaku melepaskan anak panah sambil berboncengan di atas motor, yang membuat warga resah dan terkejut. Dua korban mengalami luka pada bagian punggung dan tangan, segera dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan medis.

Detail Aksi dan Konsekuensinya

Kasus ini terjadi pada malam hari, di saat banyak warga berada di lingkungan permukiman. Para pelaku menyerang secara tiba-tiba, tanpa pemberitahuan, dan berteriak untuk memprovokasi korban sebelum meluncurkan serangan dengan busur dan parang. "Historic Moment ini menggambarkan tingkat keberlawanan remaja terhadap konflik, meski menggunakan cara yang ekstrem," kata Ahmad.

Aksi tersebut tidak hanya menyebabkan luka-luka, tetapi juga memicu ketegangan antara warga dan geng motor. Pasca-kejadian, polisi memperketat pengawasan di area rawan dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Dua dari sepuluh pelaku masih di bawah umur, menunjukkan bahwa masalah kejahatan jalanan melibatkan kelompok muda yang perlu diperhatikan.

Kasus Serupa di Wilayah Lain

Historic Moment ini tidak terjadi hanya di Maros. Sebelumnya, aksi serupa juga terjadi di Bandung, di mana seorang mahasiswa menjadi korban panah. Sementara itu, di Makassar, geng motor menggunakan parang untuk menyerang penjual martabak, menyebabkan lima orang terluka. "Historic Moment seperti ini menunjukkan bahwa kekerasan dengan senjata tajam menjadi tren di berbagai daerah," tambah sumber polisi.

Rekaman CCTV dari Bandung menunjukkan kejadian penyerangan pada 22 Desember 2025, yang menjadi bukti bahwa aksi ini tidak hanya bersifat sporadis. Para pelaku dijerat dengan UU Darurat No. 12 Tahun 1951 serta Pasal 170 KUHP, yang mengancam hukuman lebih dari lima tahun. Dengan adanya Historic Moment ini, polisi berharap bisa memperlihatkan komitmen mereka dalam menindak tegas pelaku kekerasan.

Pencegahan dan Peningkatan Pengawasan

Menanggapi Historic Moment yang terjadi di Maros, Polres Maros memperketat patroli di area permukiman dan sekolah. Mereka juga mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat malam hari. "Historic Moment ini adalah pelajaran penting bagi masyarakat untuk mencegah kejahatan jalanan di masa depan," ujar Kasi Humas.

Pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi tentang bahaya penggunaan senjata tajam di jalan raya. Polisi berupaya mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan dengan memburu anggota geng motor lain yang kemungkinan terlibat dalam aksi tersebut. Dengan memperkuat kerja sama antara warga dan institusi keamanan, polisi berharap bisa mengurangi kejadian serupa di masa depan.

Analisis dan Langkah Selanjutnya

Kepolisian sedang mengejar tiga anggota geng motor lain yang belum ditangkap. "Historic Moment ini menjadi contoh bagaimana remaja bisa terlibat dalam kekerasan yang berdampak luas," jelas Kasi Humas. Proses penyidikan masih terus berlangsung, dengan tujuan memastikan semua pelaku diperiksa dan kasus dituntut secara hukum.

Historic Moment dalam kasus Maros menyoroti perluasan penggunaan senjata tajam dalam aksi kekerasan. Dengan adanya penangkapan ini, polisi berharap bisa menegaskan bahwa tindakan brutal terhadap warga akan mendapatkan hukuman sesuai aturan. "Kita tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga memperlihatkan bagaimana sistem hukum berjalan efektif dalam situasi krisis," pungkas Ahmad.