Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Historic Moment: Rumah Ludes Terbakar Gara-Gara Regulator Gas Elpiji Bocor, Balita Ditemukan Meninggal Dunia

Published Juni 19, 2026 · Updated Juni 19, 2026 · By Susan Thomas

Rumah Terbakar Akibat Regulator Gas Elpiji Bocor, Balita Meninggal Dunia

Historic Moment - Sebuah historic moment terjadi di Dusun Sakeang, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, pada Kamis dini hari, 18 Juni. Kebakaran yang menghancurkan rumah lengkap bersama satu unit motor membuat seorang balita, Cahaya Alfarizki Jirman (4 tahun), menjadi korban meninggal dunia. Menurut informasi terkini, api berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran setelah tiba di lokasi pada pukul 02.05 Wita, dengan laporan kebakaran diterima sejak pukul 01.40 Wita. Historic moment ini menegaskan betapa rentannya kehidupan warga saat regulator gas elpiji bocor, yang bisa memicu kecelakaan serius dalam waktu singkat.

Kebakaran yang menghebohkan warga sekitar diduga berasal dari kebocoran regulator tabung gas elpiji. Jufri Samad, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Maros, menyatakan bahwa penyebab pasti masih dalam investigasi, namun kebocoran regulator menjadi salah satu kemungkinan utama. Ia menjelaskan bahwa api mulai merambat ke benda mudah terbakar, seperti tabung elpiji, yang kemudian memicu ledakan. "Dugaan awal menyebutkan bahwa kebocoran regulator adalah penyebab utama kebakaran ini," ujar Jufri. Historic moment ini menambah daftar insiden serupa di Indonesia, yang sering terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan gas elpiji.

"Satu orang meninggal dunia dan satu unit motor hangus terbakar," kata Jufri Samad dalam wawancara dengan wartawan. Ia menambahkan bahwa proses penyelamatan membutuhkan kerja sama tim yang cepat, karena api mengancam nyawa korban sebelum warga bisa menyelamatkannya.

Kebakaran Serupa di Wilayah Lain

Peristiwa kebakaran akibat regulator gas elpiji bocor bukanlah yang pertama terjadi di Indonesia. Sebelumnya, di Jakarta Pusat, kebakaran serupa menewaskan seorang pegawai negeri sipil (PNS) akibat kebocoran gas yang tak terdeteksi. Di Kota Bogor, seorang balita tewas dalam kejadian yang sama di Tegallega saat warga sedang beribadah tarawih. Kebakaran di daerah ini menyoroti risiko yang muncul saat alat pengaman gas tidak berfungsi dengan baik. Historic moment di Maros menjadi contoh bagaimana kecelakaan kecil bisa berubah menjadi tragedi besar dalam situasi yang tepat.

Dalam kejadian di Komplek Militer Angkub Bengrad, Bandung, kebakaran terjadi di tengah malam dan mengakibatkan kematian seorang anak berkebutuhan khusus (ABK). Tim pemadam kebakaran setempat membutuhkan waktu lama untuk mengendalikan api, karena letak lokasi yang strategis dan kondisi cuaca yang kering. Sementara di Ciracas, Jakarta Timur, kebakaran melahap habis rumah pada Kamis malam. Menurut keterangan petugas, api diduga dipicu oleh anak yang memainkan lilin, memicu kepanikan di dalam rumah. Historic moment ini menegaskan pentingnya kesadaran akan potensi bahaya dari kebocoran gas, terutama saat warga sedang menghabiskan waktu bersama keluarga.

Pencegahan Kebakaran Saat Mudik

Mengingat historic moment kebakaran di Maros, Dinas Pemadam Kebakaran Depok mengeluarkan peringatan khusus untuk pemudik jelang Lebaran. Mereka menyarankan langkah-langkah pencegahan seperti memeriksa kebocoran regulator gas, mengunci pintu rumah saat meninggalkan tempat tinggal, dan memasang alat deteksi asap. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan juga menyalurkan bantuan kebakaran kepada puluhan keluarga yang terdampak. Historic moment ini mengingatkan bahwa kecelakaan kecil bisa berdampak besar jika tidak diantisipasi dengan baik.

Kebakaran di Sunter Agung, Jakarta Utara, pada hari yang sama menewaskan empat orang. Api diduga berasal dari gangguan listrik yang terjadi pada dini hari. Selain itu, di Karangawen, Demak, dua rumah terbakar akibat ulah pelaku pembakaran yang menipu korbannya. Tersangka, seorang mahasiswa, mengaku dijanjikan pekerjaan di kawasan tambang Mimika, Papua, sebagai alasan melakukan kejadian tersebut. Historic moment di Maros dan kejadian serupa di berbagai daerah menunjukkan bahwa kecelakaan kebakaran bisa terjadi kapan saja, baik karena faktor alam maupun manusia. Kebocoran regulator gas elpiji, misalnya, sering dianggap remeh oleh warga, padahal bisa menjadi penyebab kematian yang fatal.

Menurut Jufri Samad, kebocoran regulator gas elpiji merupakan ancaman serius yang bisa terjadi di mana pun, terutama saat cuaca panas dan angin kencang. Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa keamanan alat gas sebelum digunakan, serta mengetahui cara mengatasi kebakaran secara tepat. Historic moment ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh Indonesia, bahwa kesadaran akan keamanan rumah tangga harus terus ditingkatkan. Dengan langkah-langkah sederhana, seperti mengganti regulator yang rusak atau menghindari penggunaan gas elpiji di dekat sumber api, risiko kecelakaan bisa diperkecil.