Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Historic Moment: Waspada Pencuri Motor Modus Paranormal, Pelaku Perdaya Korban Usai Mengaku Bisa Bersihkan Nasib Buruk

Published Mei 28, 2026 · Updated Mei 28, 2026 · By David Gonzalez

Historic Moment: Waspada Pencuri Motor Modus Paranormal, Pelaku Perdaya Korban Usai Mengaku Bisa Bersihkan Nasib Buruk

Kasus Penipuan dengan Pura-pura Jadi Paranormal

Historic Moment - Sebuah Historic Moment terjadi di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur, ketika dua pelaku penipuan berpura-pura sebagai paranormal berhasil mengambil sepeda motor, ponsel, dan dompet korban. Polda Metro Jaya akhirnya membongkar skema penipuan ini setelah menerima laporan dari warga yang curiga terhadap tindakan aneh yang dilakukan oleh dua orang tak dikenal. Korban, seorang pria berusia 19 tahun bernama Ilham, mengalami kehilangan barang berharga setelah menjadi sasaran ritual yang disusun secara rapi oleh pelaku.

"Pelaku berpura-pura menjadi paranormal sakti yang bisa membersihkan kesialan seseorang," ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Danang Setiyo Pambudi Sukarno, Rabu (27/5), dilansir Antara. Ia menambahkan bahwa keduanya memanfaatkan rasa takut dan kepercayaan masyarakat terhadap praktik supranatural untuk menipu korban secara mudah. Dalam Historic Moment ini, aksi penipuan dimulai saat Ilham duduk sendirian di atas motor, membuatnya rentan menjadi sasaran.

Proses Penipuan dan Pemalsuan Alat Bantu

Pelaku, yang dikenal sebagai RAT dan AJ, membawa Ilham ke tempat terpencil dan memperlihatkan paku yang disimpan di bawah lidah untuk menunjukkan kekuatan mereka. Dalam ritual yang dibuat-buat, paku tersebut dianggap keluar dari tubuh korban, sehingga memperkuat ilusi kebohongan. Ilham pun diperintahkan membuang bungkusan paku yang diikat uang miliknya sekitar 50 meter jauh dari lokasi. Pada saat korban berjalan pergi, pelaku langsung mengambil motor korban dan menyembunyikan barang-barang miliknya.

Kasus ini mengejutkan banyak orang karena memadukan kebohongan paranormal dengan tindakan pencurian yang jelas. Polisi mengungkap bahwa kedua pelaku memiliki rencana terperinci, termasuk memanfaatkan CCTV sebagai bukti keterlibatan mereka. Dalam Historic Moment ini, barang bukti yang ditemukan meliputi ponsel Vivo korban, motor yang dicuri, dan beberapa ponsel milik pelaku yang digunakan untuk mengelabui masyarakat.

Peringatan dari Polisi dan Modus Lain

Dalam upaya mencegah tindakan serupa, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap orang tak dikenal yang menawarkan ritual atau praktik supranatural di ruang publik. "Banyak orang terjebak karena percaya pada kekuatan paranormal, sehingga mudah menjadi korban penipuan," kata Danang. Kejadian ini menunjukkan bagaimana modus baru kejahatan semakin memanfaatkan mitos untuk memperkaya strategi pencurian.

Kasus serupa juga terungkap di kawasan lain, seperti Desa Kota Daro, Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Dua siswa SMP menjadi korban penipuan berpura-pura sebagai debt collector. Salah satu pelaku, Ali Alatas (42), mengaku sebagai penagih utang dan memaksa korban HF (43) memberikan motor dengan alasan tunggakan cicilan. Aksi mereka terekam oleh kamera pengawas pada Rabu 18 Juni 2025, sebelum akhirnya ditangkap di Polsek Jelutung.

Dalam Historic Moment yang terjadi di Pondok Kopi, Jakarta Timur, polisi juga menangkap dua pelaku begal motor yang berpura-pura sebagai intel. Mereka memanfaatkan wewenang palsu untuk menipu korban dan merampas barang. Penangkapan berkat laporan warga yang cepat menunjukkan peran penting masyarakat dalam mempercepat proses investigasi. Selain itu, terungkap sindikat curanmor yang telah beroperasi sejak 2023, dengan target korban sebanyak 50 titik.

Langkah-Langkah Pemalsuan dan Ancaman Hukuman

Kedua pelaku penipuan dengan modus paranormal dikenai pasal baru dalam KUHP, yakni Pasal 477 ayat (1) huruf g dan atau Pasal 492. Ancaman hukuman maksimal hingga tujuh tahun penjara menunjukkan seriusnya tindakan mereka. Polisi mengungkap bahwa pemberian paku palsu dan penggunaan uang sebagai bukti adalah strategi yang dipakai untuk membuat korban merasa kehilangan nasib buruk.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana kebohongan diikat dengan cara pencurian yang menyeluruh. Ilham, korban utama, kehilangan motor seharga ratusan juta rupiah, ponsel, serta dompet berisi uang dan dokumen penting. Polisi sedang berupaya menemukan kendaraan korban, sementara pelaku mengungkap bahwa modus ini telah digunakan sebelumnya di beberapa wilayah.