Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Iduladha 2026 – Ini Tips Kelola Limbah Kurban Agar Tak Cemari Lingkungan

Published Mei 27, 2026 · Updated Mei 27, 2026 · By David Gonzalez

Iduladha 2026, Tips Mengelola Limbah Kurban untuk Lingkungan yang Lebih Bersih

Iduladha 2026 - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk menerapkan pendekatan EcoQurban selama Iduladha 1446 H. Praktik ini fokus pada pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, mulai dari pemotongan hewan sampai distribusi daging. Tujuannya adalah mengurangi pencemaran dan sampah yang terbuang di Jakarta.

Ekosistem Kurban dan Penggunaan Air

Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa EcoQurban selaras dengan Peraturan Gubernur Nomor 30 Tahun 2025. Menurutnya, pengelolaan sampah dan limbah harus diperhatikan baik saat proses penyembelihan maupun distribusi daging.

"EcoQurban tidak hanya fokus pada cara pemotongan hewan, tetapi juga mencakup distribusi daging. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan lingkungan," kata Dudi.

Diperkirakan sekitar 77.436 ekor hewan akan disembelih di Jakarta selama Iduladha 2026. Setiap hewan membutuhkan 500 hingga 1.000 liter air untuk pembersihan. Selain itu, produksi daging sapi menciptakan jejak air yang signifikan, yaitu 15 meter kubik per kilogram daging.

Pengelolaan Limbah Cair dan Organik

Dudi menekankan pentingnya mengelola limbah cair secara tepat. Darah dan air bekas pencucian tidak boleh tercecer di lingkungan. Darah bisa ditampung dalam wadah kedap air, lalu disemprotkan desinfektan seperti kapur atau klorin.

"Air pencucian perlu dipastikan bebas darah agar bisa digunakan kembali, misalnya untuk menyiram tanaman," tambah Dudi.

Sisa organ hewan yang tidak terpakai harus dibuang secara teratur. Jika ada lahan, limbah tersebut bisa ditimbun dengan penambahan bahan pengawet. Alternatif lain adalah memanfaatkan maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk mengurangi volume sampah organik.

Reduksi Sampah dan Penyelenggaraan Terpadu

DLH DKI Jakarta juga mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian daging. Wadah dari bahan daur ulang seperti besek bambu atau daun pisang disarankan untuk mengurangi dampak lingkungan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang mengimbau panitia kurban menggunakan kemasan ramah lingkungan. Hal ini bertujuan mengurangi sampah plastik dan menjaga kualitas daging. Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta sedang meningkatkan sosialisasi penyembelihan hewan sesuai standar higienis.

Manfaat EcoQurban

Dudi menyatakan bahwa penerapan EcoQurban tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah kurban, tetapi juga membantu kepedulian terhadap lingkungan. "Ini menjadi kesempatan untuk mengurangi sampah dan menjaga kebersihan di Jakarta," pungkasnya.

Sebelum Idul Adha, pakar UGM mengingatkan pentingnya kurban yang halal dan aman. Langkah ini memastikan daging berkualitas serta menghindari limbah berbahaya. Sosialisasi yang masif dari DKPP Jabar dan pemerintah daerah juga diharapkan mendukung kelancaran penyembelihan sesuai syariat Islam.