Uncategorized
⚡ Anda membaca versi AMP yang dioptimalkan — Lihat versi lengkap →
Uncategorized

Important Visit: Saksi Ahli Sebut Kondisi Cedera Mata Andrie Yunus Parah dan Permanen

Mary Smith ⏱ 3 min read

Important Visit: Saksi Ahli Bocorkan Cedera Mata Andrie Yunus Parah dan Permanen

Important Visit – Dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus, seorang saksi ahli dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Faraby Martha, memberikan pernyataan yang mengungkap kondisi cedera mata korban dalam tingkat keparahan berat dan permanen. Sidang ini dianggap sebagai bagian penting dari proses investigasi, dengan pihak penyidik memperhatikan detail medis korban yang telah menjalani perawatan intensif sejak insiden terjadi. Keterangan Faraby disampaikan pada Rabu (20/5/2026), menjelaskan bahwa trauma kimia yang dialami Andrie Yunus memerlukan perhatian khusus dan tidak bisa dipulihkan sepenuhnya dalam waktu singkat.

Detail Kondisi Cedera Mata Andrie Yunus

Faraby Martha, dokter spesialis mata RSCM, menyatakan bahwa cedera mata Andrie Yunus termasuk dalam kategori grade 3, yaitu tingkat keparahan tertinggi setelah grade 4. “Trauma kimia matanya cukup serius dan berpotensi menyebabkan kerusakan permanen,” ujarnya dalam persidangan. Ia menjelaskan bahwa grade 3 mencakup kerusakan pada lapisan konjungtiva dan kornea, sementara grade 4 melibatkan kerusakan struktur dalam bola mata, seperti retina atau saraf optik. Meski kondisi Andrie Yunus belum mencapai tingkat grade 4, cedera yang dialaminya dianggap berat dan memerlukan pengobatan jangka panjang untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.

“Fokus utama pengobatan saat ini adalah mempertahankan struktur anatomi bola mata agar tidak terganggu secara permanen,” tambah Faraby dalam kesaksiannya.

Andrie Yunus, yang masih menjalani perawatan di RSCM, telah mengalami tiga operasi untuk memperbaiki kondisi mata kanannya yang mengalami kebocoran. Luka bakar di area wajahnya juga sedang ditangani melalui cangkok kulit, dengan progres yang mulai menunjukkan perbaikan. Namun, dokter tersebut mengingatkan bahwa proses penyembuhan jangka panjang masih memerlukan kehati-hatian, terutama karena trauma kimia bisa menyebabkan perubahan permanen pada visi korban.

Dakwaan dan Keterlibatan Prabowo Subianto

Dalam surat dakwaan, dijelaskan bahwa cairan yang digunakan pelaku dalam penyiraman air keras adalah campuran karat. Pengakuan ini disampaikan oleh Sersan Dua Edi Sudarko saat sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu (13/5/2026). Ia menyebutkan bahwa cairan pembersih karat sudah disiapkan di dalam tumbler sejak awal penyelidikan, yang menjadi bukti kuat dalam proses investigasi. Tim oditur militer terus menggali detail kondisi Andrie Yunus selama pemulihan, dengan mempertanyakan kemungkinan penyembuhan.

Prabowo Subianto, yang hadir dalam persidangan sebagai bagian dari important visitnya ke kasus ini, memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut kejadian penyiraman air keras secara objektif dan transparan. Novel, yang turut hadir, mengaku memberikan dukungan psikologis kepada Andrie Yunus. Ia menilai proses persidangan terkesan tidak adil, dengan hakim dianggap lebih cenderung membela pelaku. Afif, anggota KontraS, mengajak masyarakat untuk mendoakan kesembuhan aktivis tersebut.

Tim oditur militer menilai kapasitas para terdakwa sebagai intelijen kurang terpantau selama sidang. Untuk memperkuat bukti, dua dokter ahli tambahan dihadirkan dalam important visit ini. Budhi, salah satu ahli, menyatakan bahwa usulan tersebut muncul spontan setelah mendengar Terdakwa I berniat memukuli Andrie Yunus. Hal ini memperjelas bahwa kasus ini tidak hanya menjadi perdebatan medis, tetapi juga terkait dengan upaya penegakan hukum yang lebih tajam.

Sejak insiden penyiraman air keras terjadi, Andrie Yunus mengalami kesulitan melihat dan beraktivitas sehari-hari. Kondisi ini menjadi perhatian publik karena dianggap sebagai bukti kuat atas serangan yang disengaja terhadapnya. Para ahli medis menegaskan bahwa cedera mata yang dialami aktivis ini memerlukan perawatan terus-menerus, dan tidak ada jaminan bahwa penglihatannya akan pulih sepenuhnya. Important visit dalam sidang ini menjadi ajang untuk menyoroti keparahan cedera dan keterlibatan pihak tertentu dalam kasus yang terus memanas.

Kasus Andrie Yunus juga menarik perhatian karena dianggap sebagai bagian dari upaya mengendalikan kekuasaan melalui cara yang kasar. Penyiraman air keras, yang dilakukan di bawah bantuan cairan karat, menjadi bukti bahwa terdakwa sengaja memilih bahan kimia yang bisa menyebabkan kerusakan permanen. Faraby Martha menekankan bahwa keparahan kondisi Andrie Yunus merupakan bukti bahwa pelaku tidak hanya ingin menyakiti fisik, tetapi juga memengaruhi kemampuan korban beraktivitas politik di masa depan. Important visit ini diharapkan bisa memperkuat argumen kuasa hukum korban dan mengungkap fakta-fakta yang mungkin terlewat dalam penyelidikan awal.

Bagikan artikel ini