Key Discussion: Buka Munas II PAPDESI 2026, Menko Zulhas Dorong Percepatan Koperasi Desa
Buka Munas II PAPDESI 2026, Zulhas Dorong Percepatan Koperasi Desa
Key Discussion: Dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) II PAPDESI 2026 di Aula Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta Selatan, Senin (11/5), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menekankan pentingnya keberlanjutan program Koperasi Desa Merah Putih. Key Discussion menggarisbawahi peran kolaborasi antara pemerintah, tokoh desa, dan TNI dalam mendorong percepatan kemajuan desa. Zulhas juga mengapresiasi kontribusi TNI yang aktif mendukung berbagai inisiatif pemerintah, termasuk Key Discussion yang menjadi fokus pembicaraan utama acara tersebut.
Presiden Sebagai Pionir Koperasi Desa
Key Discussion mengungkapkan bahwa koperasi desa merupakan gagasan awal dari Presiden yang segera diimplementasikan. Menurut Zulhas, ide ini dirumuskan untuk memperkuat keberdayaan masyarakat desa dan menciptakan ekosistem perekonomian yang lebih mandiri. “Setiap program seperti Kopdes atau MBG selalu didampingi langsung oleh Presiden, agar kita semua bekerja untuk rakyat dan mengubah air mata kemiskinan menjadi air mata kebahagiaan,” jelasnya. Key Discussion ini juga mencakup strategi pengembangan koperasi desa, termasuk penggunaan teknologi digital untuk memudahkan transaksi.
“Kami kalau urusan Kopdes, MBG, apa saja itu beliau dampingi terus,”
Zulhas menyoroti bahwa Key Discussion telah mempercepat penyelesaian program Koperasi Desa Merah Putih. Ia menyatakan, uji coba program ini berlangsung di 72 titik lokasi strategis seluruh Indonesia untuk memudahkan masyarakat memilih desa yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Key Discussion juga menyoroti kenaikan harga plastik yang mencapai 70% dari harga awal, serta upaya pemerintah mengatasi isu ini melalui pengembangan ekonomi lokal.
Peran PAPDESI dalam Membangun Desa
Ketua Umum PAPDESI yang terpilih secara aklamasi, Wargiati, menyatakan komitmen organisasinya untuk memastikan keberhasilan program Key Discussion. “Kehadiran Kopdes di desa-desa akan memberikan manfaat luar biasa, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya. Key Discussion menyoroti bahwa PAPDESI berperan aktif dalam menyebarkan konsep koperasi desa ke berbagai wilayah, dengan fokus pada inovasi dan adaptasi lokal.
Dalam Key Discussion, Zulhas juga memaparkan peran Kemendes PDT sebagai pusat koordinasi pengembangan desa. “Di Kemendes, kami bisa bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk membangun desa wisata, desa ekspor, dan desa ketahanan pangan,” ujarnya. Key Discussion ini menegaskan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi desa-desa.
Peluang Kerja dan Pengaruh Ekonomi
Koperasi Desa Merah Putih, sebagai bagian dari Key Discussion, telah memberikan dampak positif dalam menciptakan peluang kerja. “Di desa saya, MBG sudah memberi penghasilan kepada 50 orang setiap harinya, terutama kepada ibu-ibu rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap,” katanya. Key Discussion juga menyebutkan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan akses masyarakat pada pangan bergizi dan menciptakan ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menambahkan bahwa Key Discussion menjadi refleksi keberhasilan organisasi kepala desa dalam menggerakkan inisiatif lokal. “Meskipun ada banyak asosiasi desa, seperti PAPDESI, APDESI, dan lainnya, satu wadah besar mereka terpusat di Kemendes untuk memastikan sinergi dan konsistensi program,” terangnya. Key Discussion ini juga menyoroti pentingnya kepemimpinan dan komitmen para pengurus desa dalam mewujudkan visi pembangunan.
Key Discussion terus dijaga dalam upaya menyelesaikan prioritas program Presiden Prabowo Subianto. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang turut hadir, aktif mengawasi pelaksanaan program ini di berbagai daerah. “Kehadiran Wakil Presiden di Jawa Timur dan wilayah lainnya menunjukkan bahwa Key Discussion menjadi prioritas nasional,” tutur Zulhas. Dukungan anggaran untuk program ini juga diharapkan bisa terpenuhi dari sisa dana MBG yang belum sepenuhnya digunakan.
Bupati Bulungan Syarwani menegaskan bahwa Key Discussion telah membawa perubahan nyata di daerahnya melalui program Koperasi Merah Putih Digital. “Transaksi berbasis digital memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan desa, serta memberikan peluang ekspor yang lebih luas,” katanya. Key Discussion juga menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif kader dan alumni PMII dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui SPPI dan KDKMP yang menjadi bagian dari strategi nasional.