Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: DPRD Situbondo Dorong Pemda Buat Kebijakan Daerah Sambut Program Makan Bergizi Gratis dan KDKMP

Published Juni 2, 2026 · Updated Juni 2, 2026 · By Anthony Taylor

Key Discussion: DPRD Situbondo Dorong Pemda Implementasi Kebijakan Makan Bergizi Gratis dan KDKMP

Key Discussion menjadi fokus utama Komisi II DPRD Kabupaten Situbondo dalam upaya mendorong pemerintah daerah segera merumuskan kebijakan lokal yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam pertemuan rutin, para anggota komisi menekankan pentingnya keterlibatan aktif Pemkab Situbondo untuk memastikan program nasional ini dapat berjalan optimal di tingkat desa. Dengan kebijakan yang matang, mereka berharap daerah bisa menjadi sentral pengelolaan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Kebijakan Daerah untuk Pemberdayaan Ekonomi

Dalam Key Discussion, Faisol Abd Syakur Jalil, Sekretaris Komisi II DPRD Situbondo, menyampaikan bahwa kecepatan respons Pemkab Situbondo sangat menentukan kesuksesan MBG dan KDKMP. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang dirancang harus memperkuat kapasitas daerah dalam mengelola dana dari program nasional, seperti anggaran yang dialokasikan untuk pengembangan SPPG (Sentra Pelayanan Pangan Gizi) dan KDKMP. "Kita perlu Key Discussion yang intensif di tingkat daerah untuk mengoptimalkan penggunaan dana tersebut," tambah Faisol.

Menurut Faisol, kebijakan lokal yang disusun harus mencakup berbagai aspek, mulai dari pendistribusian bantuan hingga pengawasan pelaksanaannya. Ia menyoroti perlunya kerja sama yang solid antara DPRD dan Pemkab untuk memastikan program ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. "Key Discussion ini menjadi jembatan untuk menyelaraskan prioritas kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah," jelasnya. Selain itu, ia menekankan perlunya pendekatan holistik yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari warga produktif hingga keluarga prasejahtera.

“Key Discussion yang mendalam akan membantu kita mengidentifikasi kebutuhan spesifik warga, termasuk akses terhadap bahan pangan murah dan berkualitas,” ujar Faisol. Ia menambahkan bahwa dana APBDes atau APBD harus digunakan secara efektif untuk mengembangkan model pemberdayaan yang berbasis lokal, seperti peternakan ayam petelur skala rumah tangga atau budidaya sayuran di pekarangan warga.

Key Discussion: Pemasaran Telur Ayam dan Ketergantungan Pangan Lokal

Salah satu strategi utama dalam Key Discussion adalah pemanfaatan telur ayam petelur sebagai sumber pangan alternatif. Faisol menjelaskan bahwa KDKMP akan menjadi mitra utama dalam menampung hasil panen dari peternak lokal, sehingga mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah. “Dengan Key Discussion yang tepat, kita bisa menciptakan ekosistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” tegasnya.

“Key Discussion tentang pangan lokal harus diintegrasikan ke dalam kebijakan pembangunan daerah, karena ini menyangkut kesejahteraan masyarakat secara langsung,” kata Faisol. Ia menyoroti bahwa program MBG tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, seperti pengolahan telur dan sayuran menjadi produk pangan yang lebih bernilai ekonomi.

Pertemuan Key Discussion di Komisi II DPRD Situbondo juga membahas pentingnya pelibatan keluarga prasejahtera dalam program pemberdayaan. Dengan stimulus dana Rp20 juta per desa, warga yang kurang beruntung diharapkan bisa memperoleh modal awal untuk mengembangkan usaha rumahan. "Key Discussion ini sekaligus menjadi ruang untuk mengevaluasi kebijakan yang sudah berjalan, agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan nyata," lanjut Faisol.

Dalam Key Discussion terbaru, para anggota DPRD Situbondo menekankan perlunya infrastruktur fisik dan logistik yang memadai untuk mendukung distribusi bahan pangan. "Jika tidak ada Key Discussion yang mencakup aspek logistik, program ini akan mengalami hambatan signifikan," papar salah satu anggota komisi. Mereka juga menyarankan penguatan sistem pengawasan oleh lembaga internal Pemkab Situbondo, agar anggaran tidak disalahgunakan dan manfaatnya bisa dirasakan secara merata.

“Key Discussion ini memperkuat visi daerah dalam menciptakan sistem pangan yang lebih sehat dan murah,” kata Faisol. Ia menambahkan bahwa dampak ekonomi mikro dari MBG dan KDKMP bisa menjadi acuan untuk mengevaluasi kebijakan di masa depan. Selain itu, pihaknya berharap Pemkab Situbondo bisa memanfaatkan Key Discussion untuk mengeksplorasi inovasi lain, seperti penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan pangan.

Key Discussion di DPRD Situbondo juga menjadi wadah untuk menggali tanggapan warga terkait program MBG dan KDKMP. Beberapa masyarakat menyampaikan kepuasan atas akses bahan pangan murah, namun masih ada yang mengeluhkan keterbatasan jumlah bantuan. "Key Discussion ini harus terus dihidupkan agar kebijakan bisa