Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Ingin Hidup Tenang Tapi Tetap Cuan? Ini 7 Tips Slow Living dari Pengusaha Yogyakarta

Published Juni 10, 2026 · Updated Juni 10, 2026 · By David Gonzalez

Key Discussion: Ingin Hidup Tenang Tapi Tetap Cuan? Ini 7 Tips Slow Living dari Pengusaha Yogyakarta

Key Discussion - Dalam dunia yang serba cepat dan terburu-buru, pendekatan slow living semakin populer sebagai solusi untuk mencari keseimbangan antara produktivitas dan kesejahteraan. Dalam sebuah Key Discussion, pengusaha Yogyakarta Andreas Bimo Wijoseno memberikan pandangan unik tentang cara hidup yang tenang namun tetap mencuan. Dengan mengubah karung goni bekas menjadi tas, Bimo menunjukkan bahwa kecepatan tidak selalu menjadi ukuran keberhasilan, dan bahwa keberlanjutan bisa jadi kunci utama.

Usaha yang ia bangun, Gunagoni, telah bertahan lebih dari sepuluh tahun tanpa tekanan investor atau target penjualan yang ketat. Bimo menjelaskan bahwa ia memilih hidup dengan ritme yang lebih santai, menikmati proses kerja sehari-hari seperti petani yang bertani di sawah. Dengan pendekatan ini, ia bisa menjaga ketenangan hati sekaligus memastikan hasil yang berkualitas. Key Discussion ini tidak hanya tentang gaya hidup, tetapi juga tentang prinsip keberlanjutan dalam bisnis.

Prinsip Utama Slow Living dalam Bisnis

Bimo menyebutkan bahwa keberhasilan tidak harus diukur dari seberapa cepat bisnis berkembang. "Kalau sudah masuk industri, targetnya naik terus. Rakus. Nanti malah bikin sampah lagi," katanya dalam wawancara dengan Liputan6.com pada 8 Juni 2026. Key Discussion ini menggambarkan bahwa slow living bukanlah kemalasan, melainkan keputusan untuk fokus pada kualitas hidup dan keberlanjutan lingkungan. Ia menekankan bahwa memilih cara kerja yang tidak terburu-buru justru meningkatkan produktivitas jangka panjang.

"Tidak dihitung kapasitasnya. Yang penting setiap hari berkarya," tambah Bimo. Dengan prinsip ini, ia bisa menghindari stres akibat tekanan eksternal. Pilihan untuk hidup tenang memberinya kebebasan mengatur waktu dan energi, sehingga tidak mudah kelelahan. Key Discussion ini relevan bagi siapa pun, baik karyawan maupun pengusaha, yang ingin mencari makna dalam pekerjaan tanpa mengorbankan kesehatan mental.

Penerapan Slow Living dalam Kehidupan Sehari-hari

Sebagai seorang jurnalis yang beralih ke dunia usaha, Bimo menyadari bahwa kecepatan bisa merusak keseimbangan hidup. Ia menggambarkan keseharian sebagai "ritme alami" yang tidak terburu-buru, mirip dengan kehidupan petani. Key Discussion ini menekankan bahwa keberhasilan sejati terletak pada konsistensi dan kepuasan, bukan pada kuantitas hasil yang instan. Dengan mempraktikkan slow living, Bimo memastikan bahwa setiap tugas yang dikerjakan dilakukan dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih.

Kisah Gunagoni juga menggambarkan bagaimana kreativitas bisa muncul dari hal-hal sederhana. Bimo dan istrinya sering mengunjungi pasar tradisional, memilih bahan-bahan bekas yang bisa diubah menjadi produk bernilai. Dengan membangun hubungan yang baik dengan pedagang lokal, ia mampu mengembangkan ide usaha yang unik. Key Discussion ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan tidak hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang inovasi dalam penggunaan sumber daya yang ada.

Bimo mengingatkan bahwa menetapkan target yang terlalu tinggi bisa membuat kita kelelahan. Lebih baik fokus pada kehadiran setiap hari, menyelesaikan satu tugas secara baik sebelum beralih ke yang lain. Dengan konsistensi yang tenang, hasil yang dicapai jangka panjang justru lebih baik daripada sprint sementara yang berujung pada kelelahan. Key Discussion ini menekankan bahwa keberhasilan bisa dimulai dari hal kecil, asal dilakukan dengan kesadaran dan komitmen.

Pendekatan slow living juga membantu Bimo menjaga hubungan yang harmonis dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Ia menjelaskan bahwa memilih ritme yang tidak terburu-buru memungkinkan waktu untuk berfokus pada hal-hal yang benar-benar penting, seperti kualitas hidup dan keberlanjutan. Key Discussion ini menjadi contoh nyata bahwa kehidupan yang tenang tidak selalu bersifat pasif, tetapi bisa tetap dinamis dan mencuan.