Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Jaga Stabilitas Harga, Sekjen Kemendagri Minta Bulog Percepat Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur

Published Mei 25, 2026 · Updated Mei 25, 2026 · By Mark Martin

Key Discussion: Kemendagri Minta Bulog Percepat Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur

Key Discussion menjadi topik utama dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026, di mana Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, menekankan pentingnya stabilisasi harga bahan pokok, khususnya minyak goreng, untuk menghindari kenaikan harga di berbagai wilayah Indonesia. Ia mengimbau Perum Bulog untuk meningkatkan kecepatan distribusi minyak goreng ke Indonesia Timur, terutama ke daerah kepulauan, meski masih menghadapi tantangan logistik.

"Kami berharap Bulog dapat menyalurkan minyak goreng secara lebih efektif dan terstruktur, agar kebutuhan masyarakat di daerah terpencil tetap terpenuhi. Faktor logistik, seperti ketersediaan kapal dan jalur distribusi, menjadi perhatian utama dalam upaya menjaga stabilitas harga," ujar Tomsi Tohir saat membuka rapat tersebut di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Jakarta, Senin (25/5).

Penyaluran Minyak Goreng yang Masih Terbatas

Pada rapat tersebut, Tomsi menyoroti bahwa alokasi Minyakita untuk Indonesia Timur mencapai 6.115 kiloliter, namun hanya 65 persen atau sekitar 4.025 kiloliter yang telah didistribusikan hingga saat ini. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa daerah-daerah di bagian timur negara masih terdampak oleh fluktuasi harga, terutama di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil.

Tomsi Tohir meminta pihak pemasok untuk mempercepat proses pengadaan dan penyaluran minyak goreng ke daerah-daerah yang membutuhkan. "Kita perlu memastikan bahwa pasokan minyak goreng mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama di daerah dengan fluktuasi harga yang tinggi," tuturnya. Ia menegaskan bahwa Key Discussion dalam rapat ini bertujuan untuk merumuskan strategi yang lebih baik dalam mengatasi isu kelangkaan dan harga tinggi.

Peran Logistik dalam Stabilitas Harga

Tomsi Tohir menyoroti bahwa logistik menjadi faktor penting dalam kenaikan harga bahan pokok. Ia menekankan perlunya koordinasi yang lebih intensif antara Kemendagri dan lembaga terkait untuk mengoptimalkan distribusi, terutama di wilayah Indonesia Timur. "Kita harus menyusun solusi yang tepat sasaran, agar tidak ada wilayah yang tertinggal dalam upaya stabilisasi harga," imbuhnya.

Dalam sesi Key Discussion, para narasumber diharapkan dapat memberikan paparan yang jelas dan cepat. Ini penting untuk memastikan bahwa daerah dengan kenaikan harga ekstrem mendapatkan perhatian lebih dalam rencana penyaluran. Kehadiran para pejabat dari Badan Pusat Statistik, Kantor Staf Presiden, dan Badan Pangan Nasional menambah kredibilitas langkah-langkah yang diambil dalam rapat ini.

Perum Bulog Cabang Bukittinggi telah melaksanakan program SP2KP secara masif, menyalurkan minyak goreng ke pasar tradisional untuk menjaga ketersediaan dan harga stabil. Dalam wilayah eks-Keresidenan Pekalongan, distribusi Minyakita oleh Perum Bulog Tegal mencapai 1,6 juta liter, mendukung upaya Key Discussion dalam memastikan pangan utama tetap terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Banyumas menjamin pasokan bahan baku UMKM tetap aman melalui pengawasan distributor. Meski ada risiko kenaikan harga akibat pelemahan rupiah, pihak setempat menyatakan ketersediaan bahan pokok masih terpantau. Di sisi lain, Perum Bulog Cabang Kotawaringin Barat memastikan stok minyak goreng cukup hingga enam bulan ke depan, memberi jaminan bahwa Key Discussion menghasilkan strategi yang berkelanjutan.