Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Momen Prabowo Berbahasa Jerman Saat Sambut Presiden Steinmeier

Published Juni 15, 2026 · Updated Juni 15, 2026 · By Susan Thomas

Key Discussion: Prabowo Berbahasa Jerman Saat Sambut Steinmeier

Kunjungan Diplomatik ke Jakarta

Key Discussion terkait momen Prabowo berbahasa Jerman saat menyambut Presiden Steinmeier menjadi sorotan publik. Pada Senin (15/6/2026), Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta, yang dimulai dengan upacara sambutan resmi di Istana Merdeka. Ribuan penduduk Jakarta turut hadir untuk menyaksikan ritual pembukaan yang dihadiri oleh sejumlah anggota pemerintahan Indonesia, termasuk para menteri dan pejabat penting. Prosesi ini menampilkan pasukan berkuda yang membawa bendera Indonesia serta siswa SD berpakaian merah putih, yang ikut memperkuat kesan kebangsaan dalam pertemuan bilateral.

"Yang saya hormati Presiden Republik Federal Jerman, Yang Mulia Saudara Frank-Walter Steinmeier. Para menteri dan pejabat tinggi Jerman serta Indonesia yang saya hormati. Rekan-rekan media yang saya banggakan,"

Prabowo, yang merupakan ketua umum Partai Gerindra, memulai sambutannya dengan pidato dalam bahasa Indonesia sebelum beralih ke bahasa Jerman. Ia mengucapkan "Guten Tag, herzlich willkommen" sebagai tanda penghormatan kepada Steinmeier. Momen ini menunjukkan komitmen Prabowo dalam memperkuat hubungan diplomatik dengan Jerman, yang tengah merayakan 75 tahun hubungan bilateral pada tahun 2027. Dalam Key Discussion tersebut, Prabowo menjelaskan pentingnya kerja sama ekonomi dan kemanusiaan antara Indonesia dan Jerman.

Pertemuan yang Menyentuh

Setelah menuruni mobil, Steinmeier langsung disambut oleh Prabowo di bawah tangga Istana Merdeka. Keduanya melakukan jabat tangan dan saling berpelukan, tanda keakraban yang mendalam. Upacara penyambutan dilanjutkan dengan pengumuman lagu kebangsaan kedua negara, diiringi oleh bunyi meriam sebanyak 21 kali sebagai simbol penghormatan. Prabowo dan Steinmeier kemudian memperkenalkan delegasi masing-masing, termasuk Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang turut hadir dalam Key Discussion ini.

"Penguatan dan keberlanjutan kemitraan Indonesia dan Jerman tentunya menjadi prioritas,"

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa kunjungan Steinmeier adalah bentuk apresiasi atas hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Ia menekankan bahwa Indonesia berharap memperoleh kontribusi Jerman dalam peningkatan kapasitas pembangunan dan koperasi ekonomi. Key Discussion ini menjadi platform untuk menyoroti keberhasilan kerja sama di sektor energi, teknologi, dan pendidikan, yang kini semakin menjadi fokus diskusi bilateral.

Sebagai pengakuan atas pengorbanan diplomatik, Prabowo menggambarkan momen tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi. Dalam Key Discussion, ia juga menyoroti kerja sama di bidang lingkungan hidup dan kemanusiaan, yang dianggap sebagai aspek penting dalam upaya menciptakan keberlanjutan bersama. Steinmeier, sementara itu, menyatakan bahwa Indonesia adalah mitra penting dalam peran Jerman di Asia Tenggara.

Insight dari Pertemuan Bilateral

Sebagai bagian dari Key Discussion, Prabowo menjelaskan bahwa kunjungan Steinmeier menandai kebangkitan kembali dari hubungan erat yang telah lama terjalin. Ia menyoroti kemitraan Indonesia-Jerman dalam bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama regional, yang diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kedua negara. Pidato Prabowo juga mencakup harapan untuk kerja sama dalam kebijakan luar negeri, terutama dalam isu-isu global seperti perubahan iklim dan perang dagang.

"Kemitraan antara Indonesia dan Jerman bukan hanya tentang kepentingan ekonomi, tapi juga tentang nilai-nilai yang sama,"

Dalam Key Discussion, Steinmeier juga menekankan pentingnya Indonesia dalam kepemimpinan kawasan Asia Tenggara. Ia menyampaikan dukungan Jerman terhadap pembangunan ekonomi Indonesia dan upaya memperkuat stabilitas politik negara tersebut. Momen Prabowo berbahasa Jerman menjadi simbol kebanggaan, menunjukkan kemampuan beliau dalam berkomunikasi secara internasional, serta memperkuat image Indonesia sebagai negara yang proaktif dalam diplomasi.

Sebagai bagian dari pertemuan yang berlangsung di Istana Merdeka, Prabowo juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan investasi Jerman di Indonesia, terutama dalam sektor infrastruktur dan energi terbarukan. Key Discussion ini menjadi titik awal dari pembahasan kerja sama jangka panjang, yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kedua bangsa. Tidak hanya itu, pertemuan ini juga menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menerima delegasi asing dengan baik, sekaligus membangun jembatan komunikasi antarbudaya.

Kunjungan ke Tokyo dan Harapan Baru

Selain Jakarta, Prab