Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Telkom Bangun Fondasi Kedaulatan Digital Lewat Sinergi Regulator dan Industri

Published Juni 5, 2026 · Updated Juni 5, 2026 · By Mark Martin

Key Discussion: Telkom Percepat Kedaulatan Digital Melalui Sinergi Regulator dan Industri

Key Discussion - Sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi digital nasional, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengadakan Forum Kedaulatan Digital Nasional pada Rabu, 3 Juni 2026, di Jakarta. Acara ini menjadi Key Discussion yang penting dalam menyatukan langkah strategis antara pemerintah, industri teknologi, serta pelaku ekosistem digital. Dengan tema "Kolaborasi Ekosistem Digital untuk Inovasi Berdaulat", pertemuan tersebut menegaskan komitmen Telkom untuk membangun fondasi keamanan data dan teknologi yang mandiri, sejalan dengan visi pemerintah Indonesia memperkuat digital sovereignty. Hadir dalam forum ini adalah perwakilan dari regulator, badan usaha strategis, perusahaan enterprise, serta mitra teknologi global yang berperan aktif dalam mengembangkan inisiatif-inisiatif yang mendorong kemandirian digital.

Langkah Strategis Membentuk Ekosistem Digital Berdaulat

Forum Kedaulatan Digital Nasional ini dianggap sebagai salah satu Key Discussion kritis dalam proses penyusunan rencana aksi jangka panjang. Sebelumnya, pada 20 Mei 2026, Telkom telah mengumumkan deklarasi "Kebangkitan Kedaulatan Teknologi Indonesia", yang menjadi landasan awal untuk kolaborasi lintas sektor. Kini, fokus utama Key Discussion di forum ini adalah memperjelas langkah konkret, termasuk pengembangan blueprint dan roadmap untuk menciptakan Sovereign Cloud, Sovereign AI, serta sistem keamanan siber yang resilien dan berkelanjutan. Tiga pilar ini dianggap sebagai pondasi utama transformasi digital nasional, dengan potensi besar untuk meningkatkan daya saing serta ketahanan bangsa di tengah persaingan global.

"Kedaulatan digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang kemampuan Indonesia untuk mengendalikan alur data, kebijakan, dan inovasi secara mandiri," kata Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital. Ia menekankan bahwa Key Discussion ini menjadi ruang untuk menyelaraskan prioritas antar-pihak, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan bisnis nasional. Dengan adanya sinergi yang solid, harapan besar ditempatkan pada penguatan infrastruktur digital yang bisa menjamin keamanan dan kemandirian di masa depan.

Sebagai bagian dari upaya kolaborasi, Telkom memperkenalkan inisiatif AdyaCakra, platform yang menggabungkan kekuatan teknologi lokal dengan solusi internasional. AdyaCakra diharapkan menjadi pusat integrasi, di mana pilar-pilar utama seperti Sovereign Cloud, Sovereign AI, dan Sovereign Cybersecurity akan dikembangkan secara sinergis. Dalam Key Discussion ini, Telkom juga mengungkapkan rencana peningkatan kapasitas komputasi, penelitian AI, serta sistem deteksi ancaman yang memadai. Selain itu, perusahaan memberikan penghargaan terhadap mitra yang berkontribusi dalam membangun ekosistem digital Indonesia.

AdyaCakra: Platform Transformasi Digital Nasional

AdyaCakra dikembangkan sebagai bagian dari langkah strategis Telkom dalam meningkatkan keberlanjutan digital. Platform ini mencakup beberapa komponen utama, termasuk NeuCentrIX dan NeutraDC Hyperscale untuk menyediakan infrastruktur cloud yang mandiri, AI Hub dan Agentic AI BigBox untuk mengakselerasi pengembangan kecerdasan buatan, serta Telkom CSOC dan layanan deteksi ancaman berbasis nasional untuk memastikan sistem keamanan siber yang resilien. Key Discussion di forum ini juga membahas bagaimana AdyaCakra akan menjadi katalis untuk mengintegrasikan teknologi lokal dengan global, sekaligus menciptakan ekosistem yang lebih inklusif.

Lebih dari delapan mitra teknologi global turut ambil bagian dalam Key Discussion ini, termasuk perusahaan-perusahaan dari luar negeri yang siap berkontribusi dalam membangun ekosistem digital. Sinergi ini diharapkan meningkatkan pertukaran pengetahuan, mempercepat transfer teknologi, dan memberikan solusi yang adaptif terhadap kebutuhan industri nasional. Selain itu, forum ini menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen Telkom dalam menjadi enabler layanan yang mendorong inovasi dan kemandirian digital. Dengan menandatangani Kesepahaman Kolaboratif, perusahaan-perusahaan mitra menunjukkan keinginan untuk bekerja sama dalam menciptakan standar teknologi yang berdaulat.

Kedaulatan digital juga dianggap sebagai elemen penting dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional. Dalam Key Discussion, Sonny Hendra Sudaryana menyoroti bahwa negara-negara besar seperti AS, Eropa, dan Tiongkok sedang berlomba dalam menguasai kekuasaan teknologi. "Indonesia harus menjadi bagian dari permainan ini, bukan sekadar penonton. Maka, kolaborasi antara regulator dan industri adalah kunci untuk menghasilkan kebijakan dan solusi yang optimal," ujarnya. Forum ini juga menjadi ruang untuk mengevaluasi kemajuan pengembangan infrastruktur digital, serta menetapkan target kinerja yang realistis untuk mencapai kedaulatan teknologi dalam lima tahun ke depan.

Sebagai perusahaan publik, Telkom berkomitmen untuk memastikan ekosistem digital Indonesia dapat berkembang secara mandiri. Dalam Key Discussion, Seno Soemadji, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, menambahkan bahwa penguatan keamanan data dan teknologi menjadi prioritas utama. "Kita harus membangun fondasi yang kuat, agar masyarakat dan bisnis bisa merasa aman saat mengakses layanan digital," jelasnya. Forum ini juga menjadi wadah untuk menjawab tantangan seperti ketergantungan pada teknologi asing, kecepatan perubahan teknologi, serta kebutuhan akan skala ekonomi yang lebih besar. Dengan semua poin ini, Key Discussion menjadi langkah penting untuk memastikan Indonesia tidak hanya mengikuti tren digital, tetapi juga memimpinnya.