Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Unimed dan Telkom Bersinergi Perkuat Transformasi Pendidikan AI Lewat Pelatihan Teknologi

Published Juni 13, 2026 · Updated Juni 13, 2026 · By Susan Thomas

Unimed dan Telkom Kolaborasi Tingkatkan Transformasi Pendidikan dengan Teknologi AI

Key Discussion memperkenalkan inisiatif kolaboratif antara Universitas Negeri Medan (Unimed) dan PT Telkom Indonesia, yang bertujuan mendorong integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam sistem pendidikan. Pelatihan teknologi AI yang diadakan di Medan pada hari Sabtu, 13 Juni, menggambarkan upaya bersinergi untuk memastikan institusi akademik mampu beradaptasi dengan era digital. Kegiatan ini tidak hanya membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa, tetapi juga mengubah cara belajar mengajar serta penelitian di kampus. Dengan dukungan Telkom, Unimed berharap bisa mengembangkan metode pendidikan yang lebih inovatif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Konteks Digitalisasi dalam Pendidikan

Kemajuan teknologi AI telah mengubah paradigma pendidikan, seiring dengan tuntutan perubahan yang semakin cepat di dunia kerja. Transformasi ini memaksa perguruan tinggi untuk bergerak cepat dalam menyesuaikan kurikulum, infrastruktur, dan strategi pengajaran. Key Discussion menekankan bahwa keberhasilan adaptasi pendidikan digital bergantung pada kesiapan civitas akademika. Universitas Negeri Medan dan Telkom menggandengkan keahlian mereka untuk menghasilkan program pelatihan yang komprehensif, mencakup penggunaan AI dalam pengolahan data, pengembangan materi ajar, dan penguatan kompetensi guru.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen kedua belah pihak dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang selaras dengan inovasi teknologi. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembelajaran praktis tentang penerapan AI, termasuk alat-alat analisis data, platform pembelajaran interaktif, dan cara memanfaatkan kecerdasan buatan dalam menyelesaikan masalah pendidikan. Key Discussion menyatakan bahwa pendidikan AI tidak hanya tentang alat teknologi, tetapi juga tentang mindset dan keterampilan baru yang dibutuhkan para pendidik dan pelajar untuk bertahan di era digital.

Langkah Strategis untuk Masa Depan Pendidikan

Kolaborasi antara Telkom dan Unimed dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat adopsi teknologi di lingkungan akademik. Menurut General Manager Witel Sumut Telkom, Agung Tri Cahyono, AI akan menjadi bagian integral dari proses belajar-mengajar. Key Discussion mengungkap bahwa peran universitas sebagai pusat pembentukan talenta digital semakin penting, karena masyarakat umumnya belum sepenuhnya adaptif terhadap perubahan teknologi. Dengan pelatihan ini, Unimed berharap mampu menghasilkan sumber daya manusia yang menerapkan inovasi AI secara efektif.

“Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga mendorong keterlibatan lebih luas dalam Key Discussion tentang transformasi teknologi,” kata Prof. Erond Litno Damanik, Wakil Rektor Unimed. Ia menekankan bahwa AI memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan proses pembelajaran, termasuk mempercepat riset, menyesuaikan materi ajar, dan meningkatkan akurasi penilaian. Selain itu, teknologi ini bisa membantu mengurangi beban administratif di kampus.

Pelatihan teknologi AI juga mencakup diskusi tentang keberlanjutan proyek pengembangan digital di dunia pendidikan. Key Discussion menyoroti bahwa keberhasilan transformasi tidak hanya bergantung pada investasi teknologi, tetapi juga pada keterlibatan aktif civitas akademika dalam mengadaptasi alat-alat AI ke dalam kebiasaan belajar mengajar. Untuk memperkuat ini, Telkom dan Unimed memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengalaman dan ide dalam sesi diskusi terbuka.

Lebih dari 400 peserta dari berbagai universitas di Banten, Depok, Bogor, Bandung, Sukabumi, Cirebon, dan Tasikmalaya turut serta dalam program pelatihan ini. Key Discussion menegaskan bahwa kolaborasi antar institusi pendidikan dan perusahaan teknologi menjadi kunci untuk membangun pendidikan AI yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya pelatihan yang terstruktur, para pendidik diharapkan mampu mengembangkan kreativitas dan kemampuan analitis dalam menghadapi tantangan digital. Program ini juga diharapkan meningkatkan kualitas layanan pendidikan, termasuk mempercepat akses informasi dan memperluas peluang kerja bagi lulusan.