Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Wamendagri Ribka Apresiasi Konferensi Strategis Papua: Bukan Sekadar Forum Ilmiah, tapi Ruang Refleksi Kolektif

Published Mei 29, 2026 · Updated Mei 29, 2026 · By Anthony Taylor

Konferensi Strategis Papua: Key Discussion yang Membuka Ruang Refleksi Kolaboratif

Key Discussion menjadi fokus utama dalam Konferensi Strategis Papua yang digelar di Papua Youth Creative Hub, Jayapura, Jumat (29/5). Acara ini menarik perhatian Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, yang menyampaikan apresiasi terhadap upaya membangun visi nasional bersama masyarakat Papua. Menurutnya, Key Discussion tidak hanya sekadar pertemuan akademis, tetapi juga menjadi wadah untuk menyatukan aspirasi dan kebijakan yang bersifat strategis, menegaskan bahwa konferensi ini adalah ruang refleksi kolektif yang mendalam.

Konteks dan Tujuan Pembangunan Papua

Key Discussion dalam konferensi ini membahas bagaimana pembangunan di Papua merupakan bagian dari strategi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ribka Haluk menegaskan bahwa acara ini memberikan ruang bagi pemangku kepentingan untuk menyamakan langkah dalam merumuskan arah pengembangan yang tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas, serta tetap menjaga keterlibatan masyarakat adat dan nilai lokal. Dalam Key Discussion, ia menyampaikan bahwa forum ini memiliki makna penting dalam menguji visi nasional terhadap Papua, yang sejalan dengan upaya merefleksikan identitas dan harapan masyarakat setempat.

"Key Discussion ini menegaskan bahwa Konferensi Strategis Papua bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang refleksi kolektif yang melibatkan seluruh elemen, termasuk orang-orang Papua yang menjadi bagian utama dari kebijakan pembangunan ini," tutur Ribka dalam pidatonya.

Penguatan Sinergi Kebijakan dan Program Daerah

Key Discussion juga menjadi platform untuk menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan pusat dan daerah. Ribka Haluk menyatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri berupaya menguatkan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk memastikan rencana nasional dapat diimplementasikan secara efektif. Dalam Key Discussion, ia menggarisbawahi bahwa sinergi ini diperlukan agar pembangunan Papua tetap relevan dan berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dalam Key Discussion, Ribka juga menyoroti keberhasilan program Asta Cita sebagai inisiatif yang mendorong percepatan pembangunan. Ia menegaskan bahwa Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 Papua Pegunungan harus selaras dengan prioritas nasional, sebagai bagian dari upaya membangun infrastruktur dan kapasitas manusia secara bersamaan.

Agenda Strategis yang Diusulkan

Konferensi ini menyajikan dua agenda utama dalam Key Discussion: pengembangan universitas negeri di Papua Tengah dan persiapan groundbreaking KIPP Papua Tengah. Ribka Haluk menyampaikan bahwa proyek KIPP yang sempat tertunda kini telah diresmikan dan berjalan selama empat hari terakhir, sebagai bukti komitmen pemerintah untuk mempercepat progres pembangunan. Dalam Key Discussion, ia juga menekankan bahwa RPJMD Papua harus selaras dengan RPJMN nasional, sehingga tidak ada celah dalam kebijakan pembangunan jangka menengah.

Key Discussion ini menjadi momentum untuk menyatukan pendapat dari berbagai pihak, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, akademisi, dan pemerintah. Ribka mengapresiasi partisipasi peserta yang menghadirkan berbagai perspektif, sehingga forum ini bisa menjadi referensi dalam membangun kebijakan yang lebih inklusif dan berbasis keadilan.

Peran Ekonomi dalam Pengelolaan Sumber Daya Lokal

Key Discussion juga menyoroti potensi ekonomi yang bisa diperoleh dari pengelolaan sampah di Papua. Ribka Haluk menjelaskan bahwa sampah bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga bisa menjadi sumber pendapatan jika dikelola secara efisien dan inovatif. Dalam Key Discussion, ia menekankan pentingnya membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus mengembangkan industri lokal yang berbasis lingkungan.

Konferensi Strategis Papua menjadi ruang untuk menggali ide-ide inovatif dalam Key Discussion, seperti penggunaan teknologi dan partisipasi masyarakat dalam mendukung ekonomi sirkular. Ribka menyampaikan bahwa KIPP yang dicanangkan harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan sumber daya manusia dan pemanfaatan potensi lokal.

Kolaborasi dan Dukungan dari Berbagai Pihak

Key Discussion memperlihatkan bahwa pembangunan Papua memerlukan kolaborasi yang lebih intensif antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Ribka Haluk menyampaikan apresiasi terhadap partisipasi tokoh-tokoh seperti Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Wali Kota Depok Supian Suri, yang hadir dalam acara ini sebagai bagian dari sinergi nasional. Key Discussion menggarisbawahi bahwa keberhasilan konferensi ini tergantung pada keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat adat dan organisasi lokal yang berperan aktif.

Key Discussion dalam Konferensi Strategis Papua juga menjadi momen untuk menegaskan bahwa pemerintah pusat tetap berkomitmen pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua. Ribka Haluk menyatakan bahwa kebijakan seperti IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) akan terus dikembangkan untuk membangun kapasitas pemimpin lokal, sekaligus memastikan kebijakan pembangunan bisa diimplementasikan secara tepat dan transparan.