Key Issue: Detik Putri Ahmad Bahar Dibawa ke Kantor GRIB Jaya dan Diinterogasi Hercules
Key Issue: Detik-Detik Putri Ahmad Bahar Dibawa ke Kantor GRIB Jaya dan Diinterogasi Hercules
Insiden Akun WhatsApp yang Dihack
Key Issue dalam kasus ini dimulai ketika akun WhatsApp putri Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana (33), terkena serangan hacking. Ilma menceritakan kejadian tersebut kepada wartawan pada Selasa (18/5) dan menjelaskan bahwa akunnya keluar dari penggunaan normal setelah muncul notifikasi OTP. Ia mengatakan bahwa dirinya kehilangan akses ke akun tersebut, dan mencoba memverifikasi kembali hanya untuk menemukan bahwa pesan-pesannya dikirim dari perangkat lain.
“Akhirnya saya coba login, tapi itu pertama tuh memang ada masuk ke perangkat lain, coba minta OTP dari perangkat lain. Sedangkan nomor saya akunnya ya cuma ini saja, cuma satu perangkat saja gitu,”
Upaya untuk mengakses kembali akun tidak berhasil hingga akhirnya Ilma menghubungi penyedia layanan. Selama percakapan dengan temannya, ia merasa bingung ketika teman tersebut bertanya, “Loh ini barusan saya chat sama siapa?” karena pesan-pesan yang muncul di akunnya tidak terduga.
“Loh saya juga nggak tahu, orang saya ini nggak bisa gitu kan. Dia kasih unjuk gitu kan, ada kata-kata kasar yang menurut saya ya itu nggak baguslah pokoknya,”
Proses Pemeriksaan dan Pemanggilan ke Kantor GRIB Jaya
Setelah beberapa waktu, akun WhatsApp Ilma akhirnya bisa diakses kembali. Namun, ia menemukan pesan dari pihak tak dikenal yang seolah-olah berasal dari ayahnya, Ahmad Bahar. Beberapa saat kemudian, pesan yang dikirim oleh Ilma sendiri memunculkan respons dari nomor tersebut, yang membuatnya semakin terkejut.
“Lalu beberapa saat kemudian ada WhatsApp yang reply dari chat yang saya kirim, bukan saya kirim, dari chat yang dikirim dari nomor saya itu bilang, ‘Maksud Anda apa?’ gitu kan. Nah dari situ saya kulik, ‘Emangnya saya jam segini sampai jam segini itu kira-kira kirim apa?’ Akhirnya di-screenshot sama dia, dikasih screenshot-nya dan ada 4 video yang berhubungan dengan Bapak (Ahmad Bahar). Barulah saya di situ tahu, ‘Oh ini ada hubungannya sama Bapak nih’ gitu kan,”
Ilma segera memberi tahu ayahnya tentang pesan tersebut. Tak lama kemudian, anggota GRIB Jaya datang ke rumah Ahmad Bahar untuk meminta klarifikasi. Meski berusaha menjelaskan bahwa akun WhatsApp-nya diretas, anggota GRIB tetap mendesak untuk menggeledah rumah.
“Mereka terus mendesak saya untuk ‘Coba dicek deh di dalam tuh pasti ada Bapak deh, coba dicek dulu saja’ gitu kan,”
Key Issue ini memperlihatkan bagaimana kecurigaan terhadap Ahmad Bahar mulai terbentuk. Dengan akun yang diretas, pesan-pesannya menjadi bukti yang dianggap penting oleh penyidik. Ilma terpaksa mengikuti proses pemeriksaan di kantor GRIB Jaya, di mana ia bertemu dengan Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau Hercules.
Kesulitan dalam mengklarifikasi kejadian ini terjadi karena posisi Ketua RT dan RW belum terisi. Ilma akhirnya bisa menyelesaikan masalah setelah Ketua RW datang dan membantu memberikan penjelasan. Namun, proses ini tidak mudah, karena Hercules tetap tidak percaya bahwa akunnya dihack.
“Pak Hercules masih tetap tidak percaya bahwa akun saya di-hack. Ya untuk apa juga gitu kan saya mengancam-ngancam beliau gitu kan beserta istrinya. Jadi beliau bilang ‘Kamu ngapain ngancam-ngancam saya gitu kan, ngancam-ngancam istri saya’. Loh saya sudah bilang, saya bilang ‘Maaf Pak itu bukan saya’. Beliau tetap tidak percaya,”
Key Issue ini menyoroti bagaimana teknologi modern seperti WhatsApp bisa menjadi alat yang tidak terduga dalam proses penyelidikan kasus. Ilma merasa tertekan dan terintimidasi selama diinterogasi oleh Hercules, yang memperlihatkan dinamika hubungan antara korban dan penyidik. Meski sudah menunjukkan screenshot dan video sebagai bukti, kecurigaan terhadapnya tetap tidak hilang.