Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: Banjir Parigi Moutong: 176 Jiwa Terdampak, BPBD Imbau Waspada Potensi Susulan

Published Juni 13, 2026 · Updated Juni 13, 2026 · By Sarah Williams

Banjir Parigi Moutong: BPBD Imbau Waspada Potensi Susulan

Key Strategy menjadi strategi utama dalam menghadapi bencana alam seperti banjir di Desa Ongka, Parigi Moutong. Cuaca lebat yang terjadi pada Sabtu (13/6) mengakibatkan luapan air sungai yang merendam jalan dan rumah warga, memengaruhi kehidupan sehari-hari. Dengan Key Strategy, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah berupaya mengurangi dampak banjir melalui penyesuaian tindakan responsif dan pencegahan. Saat ini, 176 jiwa terdampak, dan BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan yang bisa terjadi akibat curah hujan tinggi.

Strategi Pemantauan dan Respons BPBD

Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, menegaskan pentingnya Key Strategy dalam mengelola situasi banjir. Pihaknya terus memantau kondisi lapangan dan mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama terkait ancaman banjir susulan. "Hingga saat ini, tidak ada korban jiwa akibat banjir Parigi Moutong. Warga tidak terpaksa mengungsi dari rumah mereka," jelas Asbudianto, mengutip laporan sementara. Selain itu, BPBD bekerja sama dengan tim reaksi cepat Kabupaten Parigi Moutong mempercepat pendataan kerusakan dan kebutuhan bantuan pascabencana.

Upaya Mitigasi dan Pemulihan

“Banjir yang terjadi mengenai dua dusun, yaitu Dusun 1 dan Dusun 5, di Desa Ongka. BPBD Provinsi menekankan koordinasi erat dengan pihak kabupaten untuk memastikan data akurat dan respons yang lebih cepat,”

tambah Asbudianto. Dalam Key Strategy, upaya normalisasi sungai dan penguatan tebing menjadi prioritas utama. Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air serta mencegah luapan yang lebih parah saat hujan deras. Selain itu, BPBD juga fokus pada pendataan lebih lanjut untuk menyiapkan bantuan yang tepat sasaran.

Banjir di Kecamatan Bolano Lambunu, Parigi Moutong, mengakibatkan 58 kepala keluarga terdampak. Sementara di OKU, banjir Gunung Meraksa merendam 1.277 rumah warga, dengan ketinggian air mencapai 130 cm. Situasi ini memaksa evakuasi segera dan menuntut kecepatan dalam respons. Dengan Key Strategy yang terpadu, BPBD berharap dapat meminimalkan kerugian dan melindungi permukiman masyarakat di sekitar aliran sungai.

Pelaksanaan Key Strategy di Lapangan

Penerapan Key Strategy di Parigi Moutong melibatkan kolaborasi intensif antara BPBD Provinsi dan Kabupaten. Tim reaksi cepat terus melakukan pengecekan di lokasi bencana, termasuk pemantauan daerah rawan. Dalam Key Strategy, pendekatan berbasis data menjadi kunci untuk mengoptimalkan kebijakan mitigasi. Selain normalisasi sungai, pihak berwenang juga mengupayakan pengendalian aliran air melalui peningkatan infrastruktur dan edukasi masyarakat tentang tindakan pencegahan.

Di sisi lain, banjir susulan berpotensi memperburuk kondisi. BPBD Provinsi menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, seperti mempersiapkan alat pengungsian dan memantau kondisi cuaca. Key Strategy yang diterapkan juga mencakup penyesuaian strategi pencegahan berdasarkan evaluasi risiko terkini. Dengan langkah ini, harapan ada penurunan jumlah korban dan dampak ekonomi akibat bencana.

Analisis Risiko dan Pertimbangan Masa Depan

Dalam Key Strategy, analisis risiko jangka pendek dan jangka panjang menjadi elemen penting. BPBD Provinsi menyatakan bahwa wilayah Parigi Moutong berpotensi mengalami banjir susulan akibat intensitas hujan yang belum menurun. Pemantauan berkelanjutan dilakukan untuk mengidentifikasi daerah rawan dan merancang tindakan sebelum bencana terjadi. Selain itu, Key Strategy juga mencakup perencanaan rehabiliasi dan revitalisasi wilayah terdampak, agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal.

Di tengah upaya Key Strategy, BPBD mengharapkan dukungan dari masyarakat dan pihak terkait. "Kesiapsiagaan masyarakat sangat vital, karena mereka adalah garda terdepan dalam mengantisipasi cuaca ekstrem dan banjir," ujar Asbudianto. Selain itu, BPBD Sulawesi Tengah terus melakukan kolaborasi dengan pihak lain untuk memastikan kebijakan mitigasi berjalan efektif. Dengan Key Strategy yang terintegrasi, proses pemulihan bisa lebih cepat, dan risiko terulang bisa diminimalkan.

Menurut data terkini, banjir di Parigi Moutong menyebabkan kerusakan pada infrastruktur seperti jalan dan rumah warga. Key Strategy melibatkan pengalihan sumber daya dari sektor lain ke bidang penanggulangan bencana. Ini mencakup pendistribusian logistik, rehabilitasi bangunan, dan penguatan sistem pengelolaan air. Upaya ini tidak hanya fokus pada penanganan saat ini, tetapi juga memastikan kapasitas tindakan di masa depan.