Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: BGN Tegaskan Tak Ada Pungutan Pembangunan Dapur MBG, Dukung Dugaan Penipuan di Lombok Timur Diusut

Published Mei 30, 2026 · Updated Mei 30, 2026 · By Patricia Brown

BGN Tegaskan Tidak Ada Pungutan dalam Pembangunan Dapur MBG, Dukung Penyelidikan Penipuan di Lombok Timur

Key Strategy - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa tidak ada pungutan apapun dalam proses pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menyampaikan pernyataan ini dalam konferensi pers di Ruang Rupatama Polda NTB, Jumat (29/5). Ia memastikan bahwa seluruh mekanisme pengajuan dan verifikasi SPPG di Kabupaten Lombok Timur berjalan secara transparan, serta menyetujui penyelidikan yang dilakukan oleh Polda NTB dan Polres Lombok Timur terhadap dugaan penipuan terkait program tersebut.

Modus Penipuan diungkapkan oleh Deputi BGN

"Modus penipuan yang diungkapkan oleh Deputi BGN mengacu pada janji pembangunan dapur MBG dengan imbalan pembayaran dana. Padahal, pengajuan SPPG yang sah tidak memerlukan biaya tambahan," jelas Sony Sonjaya. Ia menekankan bahwa BGN tidak pernah mengizinkan pihak ketiga untuk menarik dana dari masyarakat dengan dalih mempercepat proses pendaftaran. Key Strategy dalam penanganan kasus ini menuntut penegakan hukum yang ketat dan pengawasan yang lebih intensif.

Menurut informasi yang dihimpun, modus penipuan ini menyasar masyarakat yang ingin mengakses keuntungan dari MBG. Para pelaku menjanjikan lokasi fisik dapur dan kecepatan penerbitan izin, lalu meminta pembayaran dana untuk mempercepat proses. Key Strategy dalam pembangunan MBG berfokus pada kepastian hukum dan kesadaran masyarakat terhadap transparansi. Sony menyebutkan bahwa BGN telah memberikan pengarahan kepada masyarakat sejak awal program tentang tata cara pengajuan yang benar, serta memperingatkan adanya pihak yang mengambil kesempatan untuk memperkaya diri.

Kasus Penipuan Berhasil Dikembangkan ke Tahap Penyidikan

Kasus dugaan penipuan di Lombok Timur kini berada dalam tahap penyidikan formal. Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana menjelaskan bahwa korban mengalami kerugian mencapai Rp950 juta, yang diduga berasal dari dana yang telah dibayarkan untuk pembangunan dapur MBG di Masbagik Selatan. Surat penyidikan dikeluarkan pada 21 Mei 2026, dan pada 29 Mei 2026, satu tersangka berinisial S ditetapkan sebagai pelaku. Key Strategy dalam pencegahan kejadian serupa menekankan pentingnya koordinasi antara BGN, kepolisian, dan lembaga pengawas lainnya untuk mengidentifikasi pola penipuan yang sama di wilayah lain.

BGN juga menyatakan akan menutup sementara pendaftaran MBG sebagai langkah pencegahan. Langkah ini diambil setelah terbukti adanya tindakan tidak sahih yang mengganggu integritas program. Sony Sonjaya menambahkan bahwa BGN terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan dana MBG melalui kanal resmi, termasuk situs web dan media sosial. Key Strategy dalam menyampaikan informasi ini menekankan kejelasan dan keakuratan data agar masyarakat tidak terjebak pada penipuan yang serupa.

Langkah Tindak Lanjut dan Dukungan dari Masyarakat

Sejumlah korban telah membentangkan spanduk bertuliskan "Usut Tuntas Mafia Dapur MBG" di depan kantor BGN sebagai bentuk penekanan atas kejadian tersebut. Key Strategy dalam menangani isu ini adalah dengan memberikan respons cepat dan menjaga kepercayaan masyarakat. BGN mengapresiasi upaya aparat hukum yang sudah mengambil langkah konkret untuk mengungkap dugaan penipuan. Selain itu, pihak BGN juga berharap masyarakat melaporkan indikasi penipuan yang mengatasnamakan MBG atau BGN melalui jalur resmi.

Sebagai bagian dari Key Strategy, BGN bersama Polres Lombok Timur terus memperluas investigasi terhadap pelaku penipuan. Dalam penelusuran lebih lanjut, ditemukan bahwa modus ini tidak hanya terjadi di Lombok Timur, melainkan juga di beberapa daerah lain, termasuk Batam, Kepulauan Riau. Dalam kasus di Batam, kerugian mencapai Rp400 juta. BGN menegaskan bahwa mereka tidak pernah melakukan pungutan apapun untuk pembangunan dapur MBG, dan semua prosesnya diawasi secara ketat untuk mencegah praktik yang tidak beretika.

Key Strategy dalam Penguatan Kredibilitas Program MBG

Key Strategy untuk memperkuat kredibilitas Program MBG mencakup transparansi data, akuntabilitas penggunaan dana, dan penegakan hukum terhadap pelaku penipuan. BGN menyatakan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah pencegahan seperti memperketat prosedur pendaftaran dan mengajak masyarakat mengakses informasi resmi. "Kami berkomitmen untuk menjaga kualitas program MBG, agar manfaatnya dapat mencapai masyarakat secara adil," tambah Sony. Ia menegaskan bahwa dana yang dialokasikan untuk MBG tetap dipakai untuk keperluan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi.

Dalam konteks Key Strategy, BGN juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Bareskrim Polri dan lembaga audit, untuk mengupas tuntas dugaan penipuan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada masyarakat tentang manfaat dan mekanisme MBG. Sony Sonjaya menegaskan bahwa pihaknya tidak akan diam jika ada indikasi penyalahgunaan dana yang merugikan masyarakat. "Kami akan terus mengawasi kegiatan ini dan mengambil tindakan tegas jika diperlukan," pungkasnya.