Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: BPS Sasar Pelaku Ekonomi Digital dalam Sensus Ekonomi 2026, Ini Detailnya

Published Juni 21, 2026 · Updated Juni 21, 2026 · By Michael Gonzalez

Key Strategy: BPS Sasar Ekonomi Digital dalam Sensus Ekonomi 2026

Key Strategy - Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi key strategy utama dalam memperbarui data kegiatan ekonomi di Indonesia. Dalam penyusunan kegiatan ini, BPS menyasar sektor-sektor baru yang semakin relevan, termasuk ekonomi digital dan pertanian. Peningkatan cakupan ini bertujuan untuk mencerminkan dinamika perekonomian yang terus berkembang serta memperkuat akurasi analisis ekonomi nasional. Dengan key strategy ini, BPS berupaya memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai struktur perekonomian, terutama dalam menghadapi transformasi teknologi dan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Ekonomi Digital sebagai Fokus Utama

Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, dengan sekitar 1,5 juta pelaku usaha menjadi target pengumpulan data. Peningkatan jumlah petugas BPS dari 3.210 orang ke level nasional akan mendukung upaya ini. Dalam key strategy BPS, ekonomi digital diperhitungkan sebagai bagian penting dari struktur perekonomian modern. Sejumlah pengusaha online, UMKM digital, dan platform e-commerce akan menjadi fokus utama, karena sektor ini memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. "Pada Sensus Ekonomi 2026, ini merupakan hal istimewa. Karena mencakup lapangan usaha pertanian serta ekonomi digital. Inilah langkah yang mungkin belum ada sepuluh tahun lalu," ujar Inspektur Utama BPS RI, Dadang Hardiawan, saat acara pencanangan di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

"Peningkatan cakupan ekonomi digital dalam Sensus Ekonomi 2026 akan memberikan wawasan tentang keberlanjutan bisnis digital, pemanfaatan teknologi, serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,"

tambah Dadang. Ia menekankan bahwa perluasan key strategy ini tidak hanya untuk mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pembuat kebijakan di masa depan.

Komitmen Pemerintah dan Sinergi Daerah

Kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam deklarasi dukungan menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah terhadap key strategy BPS. Ia mengatakan, partisipasi masyarakat sangat krusial agar data sensus lebih representatif. "Semua pelaku usaha, termasuk yang bergerak di bidang digital, diharapkan aktif mengisi informasi. Kami berharap semua lapisan masyarakat menerima petugas sensus dengan senang hati," jelas Dadang. Peningkatan keterlibatan petugas lapangan di Sulawesi Tengah menjadi indikator awal keberhasilan key strategy ini dalam membangun sinergi antara pusat dan daerah.

Sebagai bagian dari key strategy nasional, Sensus Ekonomi 2026 juga memperluas cakupan ke sektor pertanian. Hal ini penting karena pertanian tetap menjadi tulang punggung perekonomian banyak daerah, terutama di pedesaan. Data dari sektor pertanian akan digunakan untuk mengevaluasi dampak keterpaduan antara pertanian tradisional dan inovasi digital. Dengan menggabungkan kedua sektor ini, BPS berharap menghasilkan wawasan komprehensif untuk perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Sejumlah upaya telah dilakukan BPS untuk memastikan pelaksanaan key strategy ini berjalan lancar. Di antaranya, pembinaan petugas lapangan agar mampu memahami dinamika ekonomi digital. Selain itu, BPS juga mengembangkan metode survei yang lebih modern, seperti penggunaan teknologi digital dalam pengumpulan data. Inisiatif ini akan meminimalkan kesalahan dan meningkatkan kecepatan pengolahan informasi. Data yang terkumpul akan menjadi dasar untuk menilai kemajuan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk mengukur peran sektor digital dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kehadiran BPS sebagai key strategy dalam sensus ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Para pemangku kepentingan, seperti pengusaha dan akademisi, menilai bahwa data ekonomi digital menjadi salah satu aspek yang tidak boleh diabaikan. Dadang menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, BPS telah melakukan kajian menyeluruh mengenai sektor ini, sehingga memastikan key strategy 2026 menjadi basis yang akurat. "Ini adalah langkah strategis untuk menangkap perubahan ekonomi Indonesia secara real-time," pungkasnya.