Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: ICCD Tegaskan Pentingnya Sistem Ekonomi Islam Berbasis Keadilan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Published Juni 7, 2026 · Updated Juni 7, 2026 · By Patricia Brown

Key Strategy: ICCD Tekankan Ekonomi Islam Berbasis Keadilan untuk Pembangunan Berkelanjutan

Key Strategy - Dalam upaya memperkuat sistem ekonomi global yang lebih adil, Key Strategy yang menjadi perhatian utama ICCD adalah pengembangan ekonomi Islam berbasis prinsip keadilan. Pernyataan ini disampaikan oleh Abdullah Saleh Kamel, Presiden ICCD, dalam KTT Forum AlBaraka untuk Ekonomi Islam yang berlangsung di Istanbul, Turki, pada 3 hingga 6 Juni 2024. Kamel menegaskan bahwa ekonomi tidak boleh hanya mengejar profit maksimal, tetapi harus berperan dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Menurut Kamel, kebijakan ekonomi saat ini sering kali mengabaikan keadilan sosial, terutama dalam distribusi kekayaan dan peluang kerja. Perusahaan-perusahaan besar, meskipun memberikan keuntungan finansial, justru memperlebar kesenjangan antara kelas atas dan kelas bawah. Ia mengkritik praktik spekulasi yang dominan di pasar global, karena hanya menguntungkan sekelompok kecil pemilik modal. Key Strategy yang diusulkan ICCD adalah menerapkan ekonomi Islam sebagai alternatif untuk menyeimbangkan kepentingan individu dengan kebutuhan kolektif.

“Kekayaan seharusnya terus berputar dalam kegiatan ekonomi yang memberi manfaat kepada masyarakat, bukan hanya dikumpulkan oleh segelintir orang,” tutur Kamel dalam pidatonya. Ia menyoroti bahwa sistem ekonomi Islam memperkuat fungsi uang sebagai alat pelayanan, bukan sebagai komoditas yang diperjualbelikan. Key Strategy ini juga diharapkan dapat menyelesaikan konflik struktural yang terus terjadi di berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Perspektif Global tentang Ekonomi Islam

Kamal menegaskan bahwa ekonomi Islam memiliki potensi besar untuk mengatasi tantangan global seperti ketimpangan sosial, krisis lingkungan, dan kehilangan nilai moral dalam bisnis. Sistem ini berlandaskan prinsip-prinsip seperti riba, gharar, dan muraqqabat, yang dirancang untuk memastikan aktivitas ekonomi tidak merugikan pihak lemah. Dalam konteks Key Strategy, ICCD memandang bahwa ekonomi Islam adalah jalan untuk membangun masyarakat yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Menurut Kamel, banyak negara di dunia sudah mulai mengadopsi elemen ekonomi Islam dalam kebijakan mereka. Contohnya, beberapa negara Arab mengatur perbankan syariah sebagai pilar utama sistem keuangan. Di Indonesia, juga terdapat upaya untuk mendorong penerapan prinsip syariah dalam perekonomian nasional. Key Strategy ini diperlukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga melindungi hak-hak konsumen dan pekerja.

Peran Zakat dan Wakaf dalam Keadilan Ekonomi

Dalam sistem ekonomi Islam, zakat dan wakaf tidak hanya sebagai tanggung jawab agama, tetapi juga sebagai alat pemerataan kekayaan. Kamel menyoroti bahwa zakat, jika dikelola secara profesional, bisa menjadi sumber dana untuk program sosial dan pendidikan. Key Strategy yang diusung ICCD mengharuskan masyarakat untuk mengintegrasikan prinsip keadilan dalam setiap aspek kegiatan ekonomi, mulai dari produksi hingga distribusi barang dan jasa.

Salah satu kelemahan sistem ekonomi modern adalah dominasi modal yang spekulatif. Kamel menyatakan bahwa modal dalam ekonomi Islam harus menjadi penggerak pembangunan, bukan penghalang. Dengan menekankan Key Strategy seperti pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, sistem ini bisa menciptakan siklus ekonomi yang stabil dan inklusif. Kebijakan pemerintah juga diharapkan berperan aktif dalam menumbuhkan ekonomi Islam melalui regulasi yang mendukung.

ICCD menekankan bahwa Key Strategy yang berhasil dijalankan akan memperkuat peran ekonomi dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Sistem ini berfokus pada keadilan, transparansi, dan pertanggungjawaban, sehingga bisa mengurangi risiko krisis ekonomi yang terjadi di masa depan. Kamel menambahkan bahwa keberhasilan Key Strategy ini tergantung pada kesadaran kolektif masyarakat dan dukungan pemerintah dalam penerapannya.