Key Strategy: Pemkab Aceh Barat Mulai Pembangunan Rumah Dhuafa, Libatkan Forum Tokoh Peduli
Pemkab Aceh Barat Terapkan Key Strategy dalam Pembangunan Rumah Dhuafa
Key Strategy menjadi strategi utama Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam mendorong pembangunan rumah dhuafa yang bertujuan mengatasi kesenjangan hunian layak huni bagi masyarakat kurang beruntung. Program ini dirancang sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, terutama di tengah tantangan ekonomi dan bencana alam yang masih terjadi. Kolaborasi dengan Forum Tokoh Peduli Aceh Barat (FTPAB) diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan efisiensi pembangunan, serta memberikan dampak yang optimal bagi warga yang membutuhkan.
Inisiatif Sinergi untuk Meningkatkan Kualitas Hunian
Dalam upayanya mewujudkan Key Strategy, Pemkab Aceh Barat menggandeng FTPAB untuk membangun rumah dhuafa di Desa Pasi Jeut, Kecamatan Woyla Barat. Proyek ini diperkirakan membutuhkan anggaran per unit sebesar Rp 90 juta, dengan target selesai dalam jangka waktu yang terbatas. Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menekankan bahwa Key Strategy ini bukan hanya solusi sementara, tetapi merupakan langkah strategis jangka panjang untuk memastikan masyarakat miskin memiliki akses ke hunian yang layak.
"Setiap unit rumah yang dibangun nantinya akan memiliki tiga kamar tidur," ujar Adami Umar, Ketua FTPAB. Desain tersebut dirancang agar memberikan kenyamanan maksimal kepada para penghuni, sementara kualitas konstruksi menjadi prioritas utama dalam penerapan Key Strategy.
Kebutuhan akan hunian layak huni di Aceh Barat mencapai 687 unit, menurut data dari Satgas RTLH dan DTSEN Pemkab. Meski kemampuan pemerintah lokal terbatas, Key Strategy diwujudkan melalui penggunaan dana CSR dan kerja sama dengan berbagai pihak. Bupati Tarmizi menuturkan bahwa program ini juga bertujuan mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam kondisi krisis seperti bencana banjir.
Kesiapan Masyarakat dan Progres Pembangunan
Sebelum Hari Raya Idul Fitri, 12 unit hunian sementara (huntara) di Desa Lawet dan Desa Jambak telah selesai dibangun. Proses ini menjadi bukti kesiapan masyarakat dan pihak terkait dalam mendukung program Key Strategy. Dalam waktu dekat, pembangunan 12 unit huntara lainnya untuk korban banjir di Pante Ceureumen akan rampung sebelum Ramadan 2026. Sementara itu, Key Strategy juga diterapkan dalam penyaluran bantuan DTH Aceh Tamiang, yang telah didistribusikan kepada ratusan kepala keluarga.
Pembangunan rumah dhuafa tidak hanya mengatasi kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian warga. Proses pengadaan bahan bangunan, perekrutan tenaga konstruksi, dan pengawasan berkala dianggap penting dalam mewujudkan Key Strategy. Anggota FTPAB berperan aktif dalam mengawasi penerapan standar kualitas, memastikan setiap unit rumah memenuhi syarat layak huni.
Key Strategy juga mengintegrasikan partisipasi masyarakat dalam setiap tahap pengerjaan. Melalui Forum Tokoh Peduli, masyarakat diberdayakan untuk menyampaikan masukan dan ikut serta dalam pengawasan. Inisiatif ini memperkuat keberlanjutan program, sebab keberhasilannya bergantung pada keterlibatan aktif pihak lokal. Selain itu, Key Strategy membuka peluang kolaborasi dengan organisasi lain seperti Yayasan Buddha Tzu Chi dan KemenPUPR, yang telah menyalurkan bantuan untuk 500 unit RTLH Palembang.
Pembangunan rumah dhuafa di Aceh Barat menjadi contoh nyata penerapan Key Strategy dalam mengatasi masalah sosial. Proses ini memerlukan keterpaduan antara pemerintah, organisasi swasta, dan masyarakat. Selain itu, Key Strategy juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana, sehingga masyarakat dapat memantau langkah-langkah pemerintah daerah. Dengan strategi ini, Aceh Barat berharap dapat memenuhi kebutuhan hunian layak bagi seluruh warga kurang beruntung dalam waktu dekat.