Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: Prabowo Copot Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang

Published Juni 3, 2026 · Updated Juni 3, 2026 · By Anthony Taylor

Prabowo Optimalkan Strategi Pemerintahan dengan Rotasi Pemimpin BGN

Key Strategy menjadi salah satu prioritas utama Prabowo Subianto dalam memperkuat efisiensi dan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejak program ini dimulai pada awal 2025, Presiden Prabowo melakukan rotasi kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari strategi perbaikan kinerja lembaga yang telah diperkuat selama lebih dari setahun. Dadan Hindayana, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala BGN, digantikan oleh Nanik S. Deyang. Pergantian ini dilakukan setelah rapat dengan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari.

Prasetyo Hadi: Evaluasi untuk Kinerja Lebih Baik

Dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa perubahan kepemimpinan BGN merupakan langkah strategis untuk meningkatkan koordinasi dan tata kelola program. "Dengan kepemimpinan yang lebih mumpuni, kita dapat memastikan MBG menjadi roda penggerak untuk keberhasilan kebijakan pemerintahan," tambahnya. Ia menegaskan bahwa rotasi ini dilakukan berdasarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan masyarakat penerima manfaat, agar program bisa berjalan lebih efektif dan transparan.

“Pergantian ini juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan Key Strategy dalam menghadapi tantangan gizi masyarakat,” ujar Prasetyo.

Struktur Pemimpin Baru: Sinergi dan Koordinasi Lebih Kuat

Pemimpin baru BGN, Nanik S. Deyang, ditunjuk bersama dua wakil kepala, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Rotasi ini menyangkut tiga posisi kepemimpinan: Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sanjaya. Prabowo menekankan bahwa strategi perubahan ini bertujuan memperkuat sinergi antara BGN dengan lembaga lain, termasuk pemerintah daerah, agar kebijakan bisa lebih terarah. Pemerintah juga menyatakan bahwa perubahan ini tidak mengganggu keberlanjutan MBG, yang tetap menjadi fokus utama.

MBG sebagai Investasi Sosial untuk Masa Depan

Penggantian kepemimpinan di BGN dilihat sebagai bagian dari Key Strategy dalam menjamin kualitas manfaat program. Wakil Kepala BGN Trenggono menyampaikan bahwa MBG harus dianggap sebagai investasi sosial, bukan sekadar bisnis. "Tujuan utama adalah meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, sehingga mampu mendukung kualitas hidup yang lebih baik," katanya. Dadan Hindayana, yang telah menyampaikan laporan keuangan sebelumnya, mengaku telah mengembalikan dana Rp70 triliun yang tidak terpakai. Langkah ini disebut sebagai contoh keberhasilan Key Strategy dalam memperbaiki transparansi dan akuntabilitas.

“Komitmen untuk mengoptimalkan Key Strategy ini sangat penting agar program bisa berdampak nyata di tingkat masyarakat,” ujar Dadan.

Evaluasi dan Konsolidasi untuk Pelaksanaan Lebih Terarah

Pasca-rotasi, pemerintah memulai audit internal untuk mengevaluasi kinerja BGN. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat Key Strategy dalam mendorong reformasi lembaga. DPR mengapresiasi perubahan ini sebagai tindakan progresif untuk meningkatkan efektivitas penggunaan dana. Selain itu, Prabowo melakukan inspeksi langsung ke MBG di SMPN 111, Jakarta, di mana ia berinteraksi dengan siswa dan meninjau keberhasilan program. Dalam kunjungan tersebut, seorang pelajar menyampaikan aspirasi untuk menjadi presiden, sekaligus menerima pesan khusus dari Prabowo tentang pentingnya Key Strategy dalam pembangunan.

Pelaksanaan Key Strategy: Tanggung Jawab dan Peluang Baru

Kebijakan rotasi BGN memperlihatkan bahwa Key Strategy tidak hanya tentang pengelolaan dana, tetapi juga tentang pengembangan tata kelola organisasi. Prabowo menjelaskan bahwa perubahan ini adalah bagian dari rencana jangka panjang untuk mendorong inovasi dan kinerja yang lebih baik. Dengan Nanik S. Deyang sebagai kepala baru, pemerintah yakin bahwa kebijakan ini bisa menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Ia dikenal memiliki pengalaman dalam manajemen program pemerintah, sehingga diharapkan mampu memimpin MBG menuju kesuksesan.

“Key Strategy ini menunjukkan bahwa pemerintah siap melakukan perbaikan berkelanjutan untuk kepentingan rakyat,” tambah Nanik.

Tujuan Utama dan Harapan ke Depan

Dengan menempatkan Nanik S. Deyang sebagai kepala BGN, Prabowo ingin memastikan program MBG tetap menjadi bagian dari strategi nasional. Keberhasilan Key Strategy ini akan menjadi dasar untuk pengembangan program lain dalam bidang kesehatan dan gizi. Ia juga menekankan bahwa perubahan kepemimpinan merupakan langkah kecil dalam mengarahkan pemerintahan menuju transparansi, keberlanjutan, dan kinerja yang optimal. Dengan dana yang sudah terpakai dan manfaat yang dirasakan masyarakat, Key Strategy di BGN diharapkan bisa memberikan contoh yang baik bagi lembaga pemerintah lainnya.