Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: Tangkap 176 Bandit Jalanan, Kapolda Sulsel Endus Adanya Kepentingan Politik di Balik Maraknya Teror Geng Motor

Published Mei 26, 2026 · Updated Mei 26, 2026 · By Michael Jackson

Key Strategy: 176 Bandit Jalanan Ditangkap, Kepentingan Politik Terdeteksi di Balik Maraknya Teror Geng Motor

Key Strategy - Sebagai bagian dari Key Strategy dalam meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kapolda Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Djuhandhani Raharjo Puro, menyatakan bahwa maraknya teror geng motor di wilayahnya bukan hanya fenomena kejahatan biasa, melainkan terkait dengan adanya kepentingan politik. Tindakan kepolisian yang menangkap 176 pelaku kejahatan jalanan dalam sebulan terakhir menjadi bukti nyata upaya untuk menekan gangguan sosial yang dipicu oleh kelompok-kelompok motor.

Penyelidikan yang dilakukan oleh Polda Sulsel menunjukkan bahwa beberapa geng motor di wilayah itu sengaja memanfaatkan kekacauan lalu lintas sebagai alat tekanan politik. "Kami menemukan indikasi bahwa ada kelompok tertentu yang menggunakan anarki sebagai sarana untuk menciptakan dinamika sosial yang bisa memengaruhi hasil pemilu atau pesta demokrasi," jelas Djuhandhani. Hal ini memicu perluasan operasi polisi untuk menangkap pelaku-pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan.

"Key Strategy kami melibatkan koordinasi lintas instansi serta penggunaan data intelijen untuk mempercepat penindasan geng motor yang menyerang masyarakat secara sistematis," tambah Djuhandhani. Ia menekankan bahwa keberadaan geng motor terkadang bukan hanya untuk keuntungan ekonomi, tetapi juga untuk memperkuat posisi tertentu dalam proses politik.

Dalam upaya menekan maraknya kekerasan, Polda Sulsel telah menangkap 176 pelaku kejahatan jalanan, termasuk penggunaan senjata tajam dan pencurian kendaraan bermotor. Angka ini diungkapkan dalam jumpa pers di Mapolrestabes Makassar, Selasa (26/5). Djuhandhani menjelaskan bahwa dari 148 laporan polisi yang masuk, 18 sudah mencapai tahap penyidikan, sementara 14 laporan lainnya masih dalam proses investigasi. "Selain itu, kami juga mengamankan barang bukti seperti 123 motor, satu unit mobil, dan berbagai alat kejahatan," tambahnya.

Key Strategy ini juga mencakup penguatan kemitraan dengan masyarakat setempat. Djuhandhani menyebutkan bahwa operasi anti-geng motor tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dengan mengajak warga untuk aktif mengawasi aktivitas kelompok-kelompok tersebut. "Kami berharap melalui Key Strategy ini, kita bisa mengurangi jumlah korban kejahatan jalanan hingga 30% dalam setahun ke depan," tutur kapolda. Peningkatan jumlah tersangka yang ditangkap juga menunjukkan keberhasilan strategi ini dalam mengungkap kepentingan politik yang tersembunyi.

Analisis Kebutuhan dan Tindakan Kepolisian

Kepolisian Sulsel tidak hanya fokus pada penangkapan pelaku, tetapi juga melakukan analisis kebutuhan anggaran dan sumber daya untuk mendukung operasi berkelanjutan. Djuhandhani menyatakan bahwa dalam 2 bulan terakhir, anggaran khusus untuk Key Strategy ini telah dialokasikan untuk memperkuat operasi di lokasi rawan. "Kami juga meningkatkan kesiapan personel dan mendirikan pusat koordinasi kejahatan jalanan di setiap kabupaten," katanya. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap hubungan antara geng motor dan aktor politik yang terlibat.

Barang bukti yang diamankan mencakup 96 senjata tajam, 2.091 busur, dan berbagai perlengkapan kejahatan lainnya. Tindakan kepolisian ini juga menunjukkan keberhasilan Key Strategy dalam memperketat pengawasan terhadap aksi-aksi yang diduga terkait kepentingan politik. "Dengan Key Strategy ini, kami bisa menindak pelaku secara lebih cepat dan akurat, bahkan sebelum aksi mereka memicu kerusakan besar," imbuh Djuhandhani. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan suasana lebih aman di kota-kota besar Sulsel.

Dalam konteks Key Strategy, Djuhandhani juga menyoroti pentingnya meningkatkan kinerja satuan-satuan khusus seperti Satreskrim dan Polresta. "Kami memastikan setiap penangkapan dilakukan dengan data yang akurat, agar tidak hanya menangani kejahatan biasa, tetapi juga mengungkap motif politik yang mendasari," jelasnya. Penguatan strategi ini diharapkan bisa mempercepat penegakan hukum dan mengurangi konflik di sektor lalu lintas.

Key Strategy yang diterapkan Kapolda Sulsel juga menjadi contoh keberhasilan dalam menyelaraskan tindakan kepolisian dengan kebutuhan politik. "Dengan adanya Key Strategy, kita bisa mengendalikan situasi sebelum masyarakat merasa terancam," tuturnya. Perluasan operasi ini dilakukan karena data menunjukkan bahwa kepentingan politik memainkan peran signifikan dalam memperburuk keadaan.

Sementara itu, Polda Sumsel juga mengambil langkah serupa dengan menetapkan status siaga satu di 17 kabupaten/kota. Djuhandhani menyebutkan bahwa kepolisian telah menyiapkan ribuan personel yang akan diterjunkan sesuai kebutuhan. "Key Strategy kami berfokus pada pencegahan kekerasan sejak awal, bukan hanya menangani dampaknya," jelasnya. Dengan strategi ini, Polda Sulsel berharap mampu memperkuat kemitraan dengan masyarakat dan mengurangi risiko konflik politik yang berujung pada kekerasan jalanan.