Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: Tujuh Hari Dicari, Bocah Terseret Ombak di Pantai Yeh Gangga Belum Ditemukan

Published Juni 3, 2026 · Updated Juni 3, 2026 · By Mary Smith

Key Strategy: Bocah Terseret Ombak di Pantai Yeh Gangga Belum Ditemukan Setelah 7 Hari Pencarian

Key Strategy - Setelah tujuh hari berlalu, operasi pencarian bocah I Komang Sastra (12) yang terseret ombak di Pantai Yeh Gangga, Bali, masih belum menghasilkan temuan. Dalam Key Strategy yang diterapkan, tim SAR bersama pihak setempat dan keluarga korban telah menguras tenaga, sumber daya, dan waktu untuk menemukan anak tersebut. Namun, hingga Rabu (3/6/2026), tidak ada jejak keberadaan bocah yang masih terus dicari tersebut.

Metode Pencarian yang Komprehensif

Key Strategy dalam operasi ini melibatkan kombinasi penyisiran darat, laut, dan udara. Tim SAR menggunakan teknik terbaik yang telah dikoordinasikan secara rapi untuk memastikan tidak ada sudut yang terlewat. Satuan penyelamat darat melakukan penelusuran hingga radius dua kilometer di sekitar lokasi kejadian, sementara tim laut menyisir area seluas sekitar 5,56 mil laut persegi dengan rubber boat. Dalam upaya Key Strategy, pemantauan udara juga dilakukan menggunakan drone thermal yang terbang hingga satu kilometer ke arah barat Pantai Yeh Gangga.

Koordinasi Lintas Instansi

Koordinasi yang intensif antar instansi menjadi bagian integral dari Key Strategy. Pihak Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polres Tabanan, BPBD Kabupaten Tabanan, Satbrimob Polda Bali, serta Bhabinkamtibmas setempat bekerja sama untuk memperluas cakupan pencarian. Selama operasi, tim SAR juga diberi dukungan oleh helikopter dari SGi Air Bali, yang difasilitasi oleh Finns Club, untuk mengakses area yang lebih luas. Meski begitu, hingga akhir pencarian, tidak ada tanda-tanda keberadaan bocah I Komang Sastra yang terus diupayakan.

Pada hari terakhir pencarian, tim SAR mengirimkan 26 personel gabungan ke lokasi untuk melakukan upaya terakhir. Dalam Key Strategy ini, penyisiran pantai dilakukan secara terus-menerus, dan laporan keluarga mengenai benda mengapung di sekitar 200 meter dari bibir pantai langsung dikaji menggunakan drone thermal. Sayangnya, benda tersebut terbukti hanya merupakan batang kayu.

Kendala cuaca dan kondisi laut yang gelombang tinggi serta ombak berlapis membuat operasi menjadi sangat berisiko. Meski demikian, tim SAR tetap berupaya hingga pukul 13.00 WITA. Pencarian dihentikan berdasarkan UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, yang menjadi acuan dalam Key Strategy ini.

Pencarian Bocah Jadi Fokus Utama

Operasi pencarian bocah I Komang Sastra menjadi sorotan utama selama tujuh hari terakhir. Dalam Key Strategy, seluruh sumber daya SAR diutamakan untuk kasus ini, meski tim juga terlibat dalam pencarian korban lain seperti Christopher Rustam Muda Dua di Air Terjun Situmurun, Danau Toba, serta Yunanta di muara Sungai Opak, Bantul. Dalam waktu yang sama, operasi pencarian terhadap KM Sanjaya 86 yang karam sepuluh hari lalu juga ditutup, karena 16 nelayan yang tertinggal masih belum ditemukan.

Polda Papua juga turut berpartisipasi dalam Key Strategy, dengan mengirimkan tim DVI ke Biak untuk mengidentifikasi potongan tubuh manusia yang diduga berasal dari ledakan bom peninggalan PD II yang terjadi pada 31 Mei 2026. Di Maluku, nelayan dari Desa Kawa yang hanyut beberapa hari akibat mesin perahu rusak akhirnya ditemukan selamat. Meski pencarian di Pantai Yeh Gangga masih belum membuahkan hasil, Key Strategy terus dijalankan untuk memberikan harapan kepada keluarga korban.

Keluarga I Komang Sastra menyatakan rasa kecewa dan sedih setelah tujuh hari pencarian. Mereka berharap ada keberhasilan dalam Key Strategy yang telah dilakukan, meski hingga saat ini belum ada petunjuk yang memadai. Dengan berbagai teknik pencarian yang digunakan, tim SAR berupaya memaksimalkan kemungkinan menemukan bocah yang masih menjadi prioritas utama dalam operasi tersebut.