Latest Program: 5 WNI Peserta Global Sumud Flotilla Ditangkap Israel, Ada Kabar Terjadi Penembakan
Latest Program: 5 WNI Anggota Flotilla Global Sumud Ditahan Israel, Tidak Ada Penembakan
Latest Program – Dalam perjalanan kemanusiaan ke Jalur Gaza, lima warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam flotilla Global Sumud ditahan oleh pasukan Israel. Empat dari kelima individu tersebut adalah jurnalis yang berada di berbagai media nasional, sementara satu orang merupakan relawan dari organisasi Rumah Zakat. Maimon Herawati, ketua komite pengarah flotilla yang berasal dari Indonesia, mengungkapkan situasi ini melalui pernyataan video yang diterima merdeka.com.
“Kini, lima WNI yang ditahan oleh Israel terdiri dari empat jurnalis, yaitu Toudy dan Abeng dari Republika, Heru dari I-News, serta Andre dari Tempo, dan satu relawan Rumah Zakat bernama Angga. Dari video yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Israel, tampak kondisi mereka stabil. Saya tidak bisa melihat wajah mereka secara langsung, tetapi tidak ada indikasi adanya kekerasan di kapal yang mereka tumpangi,” jelas Maimon.
Global Sumud Flotilla: Misi Kemanusiaan yang Memecahkan Blokade Gaza
Global Sumud Flotilla (GSF) adalah inisiatif internasional yang bertujuan mengirimkan bantuan logistik ke Jalur Gaza untuk memecahkan keadaan darurat akibat blokade laut Israel. Flotilla ini melibatkan partisipasi dari 44 negara, termasuk Indonesia, yang berupaya menyampaikan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya kepada warga Gaza. Meski terjadi penangkapan terhadap lima WNI, pelayaran tetap berjalan dengan dua kapal lainnya yang masih membawa peserta dari Indonesia.
Pasukan Israel menyatakan bahwa penangkapan dilakukan setelah kapal flotilla diduga melanggar aturan navigasi dan izin masuk ke wilayah laut. WNI yang ditahan diduga berada di kapal yang disebutkan sebagai target operasi. Namun, Maimon mengklaim tidak ada penembakan terjadi di kapal mereka, meskipun laporan tentang penembakan sempat beredar. Ia juga menyatakan bahwa komunikasi dengan para WNI masih terputus dan mereka kemungkinan dibawa ke Asdod atau Siprus untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kementerian Luar Negeri RI: Terus Perhatikan Kondisi WNI dalam Flotilla
Latest Program – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam memastikan keamanan WNI yang terlibat dalam flotilla Global Sumud. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri mengklaim bahwa 30 WNI dalam operasi ini tetap aman, meski lima di antaranya telah ditahan. Maimon Herawati menyebutkan bahwa tim pengacara sudah siap untuk berkoordinasi dengan para WNI dan menantikan informasi lebih lanjut.
Sebelumnya, Kemenlu juga memberikan pernyataan terkait rencana perayaan Idul Adha 2026 yang akan diadakan di Malaysia dan Indonesia pada 27 Mei. Keputusan ini didasarkan pada hisab dan rukyatul hilal yang sesuai dengan kriteria MABIMS. Selain itu, Kemenlu RI juga memastikan dukungan terhadap operasi flotilla sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan global. Pihak berwenang menyatakan bahwa tindakan ini dilakukan untuk memperkuat keterlibatan Indonesia dalam isu kemanusiaan di Timur Tengah.
Latest Program – Flotilla Global Sumud sebelumnya menjadi sorotan media internasional sebagai upaya menyalurkan bantuan ke Gaza. Sejak lama, Israel mengklaim blokade laut sebagai tindakan yang diperlukan untuk menegakkan kontrol atas perairan dan memastikan keamanan wilayahnya. Meski demikian, operasi flotilla dianggap sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat Gaza yang terisolasi. Lebih dari 100 aktivis kemanusiaan dari flotilla tersebut juga ditahan, termasuk 9 WNI yang hingga saat ini masih dalam pengawasan Israel.
Latest Program – Dalam konteks kebijakan luar negeri, pemerintah Indonesia terus mengawasi kondisi WNI di jalur pelayaran. Pimpinan Pusat Fatayat NU mengadakan perayaan hari lahir ke-76 di Masjid Istiqlal sebagai momentum memperkuat peran perempuan Nahdliyin dalam kegiatan sosial. Sementara itu, Imigrasi Soetta memberikan layanan Makkah Route untuk memfasilitasi perjalanan haji ribuan calon jemaah. Prabowo Subianto juga menekankan kebijakan bertetangga baik sebagai strategi utama untuk memperkuat hubungan diplomatik, terutama di kawasan Laut Natuna Utara.
Latest Program – Selain itu, ekspor pupuk dari Indonesia ke Australia juga dianggap sebagai bentuk pengakuan terhadap peran negara dalam menjaga stabilitas pangan global. Dengan berbagai persiapan dan komitmen, Indonesia terus memperkuat partisipasinya dalam inisiatif internasional. Laporan tentang penangkapan WNI di flotilla ini menegaskan pentingnya koordinasi antar-negara dalam menghadapi ketegangan geopolitik dan menjaga keamanan warga negara.
Latest Program – Pemimpin pelayaran juga menyebutkan bahwa misi ini tidak hanya berfokus pada bantuan logistik, tetapi juga sebagai simbol solidaritas internasional terhadap Palestina. Sejumlah anggota flotilla diberitakan terlibat dalam diskusi politik dan diplomatik di tengah perjalanan, dengan harapan dapat mendorong dialog damai antara pihak Israel dan Palestina. Tim penjaga keamanan dari berbagai negara diakui sebagai bagian dari upaya menjamin keselamatan selama pelayaran.