Latest Program: Bank Indonesia Ajak Warga Kenali Ciri Uang Palsu, Begini Caranya
Bank Indonesia Luncurkan Latest Program untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Uang Palsu
Latest Program – Bank Indonesia (BI) meluncurkan Latest Program bertema “Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat terhadap Uang Palsu” sebagai upaya memperkuat kemampuan publik dalam mengenali ciri-ciri uang rupiah asli dan menolak uang palsu. Program ini diluncurkan dalam rangka menghadapi meningkatnya permintaan uang kertas baru di tengah bulan Ramadan dan Idul Fitri 2026, serta mengurangi risiko transaksi yang tidak valid. Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menjelaskan bahwa Latest Program dirancang untuk membantu masyarakat memahami cara membedakan uang asli dari uang palsu dengan metode praktis.
Cara Mengenali Uang Palsu dengan Metode Tiga Serangkai
Sebagai bagian dari Latest Program, Bank Indonesia menyarankan tiga metode utama untuk mengenali uang palsu: dilihat, diraba, dan diterawang. Metode ini dirancang agar semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia, dapat mempraktikkan secara mudah. Dalam penjelasannya, Ricky menekankan pentingnya mengamati detail fisik uang, seperti hologram, tanda tangan presiden, dan garis halus pada pecahan tertentu.
“Latest Program juga mengajarkan masyarakat untuk merawat uang rupiah agar tetap mudah dikenali keasliannya. Perhatian terhadap kualitas fisik uang dapat mencegah penipuan di masa depan,” ujar Ricky dalam keterangan resmi.
Salah satu aspek penting dalam Latest Program adalah pengenalan elemen keamanan canggih pada uang rupiah. BI mencatat bahwa kertas uang rupiah Indonesia telah mengalami peningkatan keamanan signifikan, terbukti meraih penghargaan IACA Currency Awards 2023. Dalam kategori “World’s Most Secure Currencies,” pecahan Rp 50.000 TE 2022 berhasil menempati peringkat kedua dengan 17 elemen pengaman yang kompleks. Dengan Latest Program, masyarakat akan lebih paham bagaimana teknologi ini melindungi mata uang dari duplikasi.
Kolaborasi BI dengan Pihak Kepolisian dan BKPU
Untuk mencegah peredaran uang palsu, Latest Program melibatkan kerja sama erat dengan kepolisian dan Badan Kartu Perbankan Umum (BKPU). Dalam beberapa tahun terakhir, BI dan institusi tersebut berhasil menurunkan jumlah uang palsu yang ditemukan. Contohnya, pada 2023, rasio uang palsu mencapai 5 lembar per satu juta uang beredar, namun saat ini telah menyusut hingga mendekati 1 lembar per satu juta. Angka ini mencerminkan keberhasilan program Latest Program dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, BI berupaya mempercepat penukaran uang baru, terutama di wilayah Jawa. Aplikasi PINTAR menjadi salah satu sarana yang ditingkatkan untuk memenuhi permintaan tinggi selama Ramadan dan Idul Fitri 2026. BI Malang, misalnya, menambah pasokan uang baru sebesar 6 persen, mencapai total Rp3,913 triliun, sementara BI Sulawesi Selatan memproyeksikan penyerapan uang kartal hingga Rp4,5 triliun. Latest Program menekankan bahwa penukaran uang tidak hanya untuk kebutuhan transaksi, tapi juga sebagai bagian dari pengawasan keaslian uang.
Bank Indonesia Tegal juga berkomitmen mengoptimalkan Latest Program dengan menyediakan lebih banyak titik layanan penukaran uang baru. Dalam tahun ini, BI menyiapkan 110 lokasi di Provinsi Sumatera Selatan sebagai langkah antisipatif. Dengan keberadaan titik layanan yang lebih luas, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh uang asli dan memeriksa keasliannya. Latest Program diharapkan menjadi upaya jangka panjang dalam memperkuat kewaspadaan masyarakat terhadap uang palsu.