Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Bank Mantap Optimistis Naik Kelas ke KBMI 3 pada 2028 dengan Penguatan Modal Organik

Published Juli 4, 2026 · Updated Juli 4, 2026 · By Sarah Williams

Latest Program: Bank Mantap Target KBMI 3 Tahun 2028

Latest Program memberikan gambaran jelas tentang ambisi PT Bank Mandiri Taspen, atau dikenal sebagai Bank Mantap, dalam meningkatkan kinerja keuangan dan mencapai level KBMI 3 pada 2028. Bank ini berharap bisa memperkuat modal internalnya sebagai pondasi utama untuk mencapai target tersebut. Kebijakan yang diterapkan sejak awal 2024, di mana Bank Mantap naik dari KBMI 1 ke KBMI 2, menunjukkan kemajuan signifikan. Keberhasilan ini didukung oleh pertumbuhan modal inti yang terus meningkat, serta konsistensi laba yang positif.

Strategi Penguatan Modal Internal

Bank Mantap memfokuskan diri pada penguatan modal organik sebagai bagian dari Latest Programnya. Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan pembagian dividen yang konservatif—hanya 10 persen dari laba yang dialihkan ke pemegang saham—menjadi alat untuk mempercepat akumulasi modal inti. Selain itu, pengembangan aset yang stabil dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang signifikan juga mendukung strategi ini. Menurut Agus Syaiful Anwar, kepala divisi Strategi & Manajemen Kinerja Bank Mandiri Taspen, pendekatan ini akan terus diperkuat hingga mencapai ambisi KBMI 3.

“Dengan Latest Program yang fokus pada penguatan modal organik, Bank Mantap berkomitmen untuk mencapai standar yang lebih tinggi di KBMI 3,” kata Agus Syaiful Anwar.

Progres Keuangan yang Menjanjikan

Berdasarkan laporan keuangan terbaru, Bank Mantap telah menunjukkan peningkatan kinerja keuangan yang menggembirakan. Rasio kecukupan modal (CAR) perusahaan mencapai sekitar 30 persen, di atas ambang minimal yang ditetapkan oleh regulator. Selama periode per akhir Maret 2026, modal inti Tier 1/CET1 mencapai Rp9,34 triliun, naik 18,3 persen secara tahunan. Laba bersih juga meningkat 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai Rp464,2 miliar. Pertumbuhan DPK hingga Rp58,34 triliun, atau 17,6 persen, menjadi indikator kuat bahwa strategi Latest Program berjalan baik.

Bank Mantap juga berhasil menyalurkan kredit yang tumbuh 9,4 persen tahunan, mencapai Rp51,63 triliun. Total aset perusahaan meningkat 14 persen menjadi Rp76,58 triliun, yang memberikan fondasi kuat untuk keberlanjutan bisnis. Di sisi lain, Bank Mandiri, sebagai induk perusahaan, memproyeksikan pertumbuhan kredit tetap di atas rata-rata industri, memperkuat proyeksi pertumbuhan yang stabil hingga 2028.

Langkah Kunci dalam Latest Program

Dalam Latest Programnya, Bank Mantap berfokus pada peningkatan kualitas aset dan efisiensi operasional. Sejak 2017 hingga 2020, ekspansi modal masih bergantung pada right issue, tetapi sejak 2020, peningkatan modal lebih banyak berasal dari laba yang ditahan. Hal ini menciptakan siklus pendanaan internal yang lebih efektif. Strategi ini tidak hanya meningkatkan modal inti tetapi juga mengurangi ketergantungan pada modal eksternal, yang menjadi prioritas dalam Latest Program.

Kebijakan dividend payout ratio yang konservatif, sebesar 10 persen, memastikan sebagian besar laba dialokasikan untuk memperkuat modal inti. Sementara itu, pengembangan jaringan dan layanan perbankan digital juga mendukung efisiensi operasional. Dengan investasi dalam teknologi dan infrastruktur, Bank Mantap siap memenuhi standar KBMI 3 yang lebih ketat, termasuk pertumbuhan aset hingga Rp500 triliun.

Target dan Prospek Masa Depan

Kenaikan ke KBMI 3 bukan hanya tentang modal inti, tetapi juga konsistensi kinerja finansial. Untuk mencapai level ini, Bank Mantap perlu menyiapkan modal inti sebesar Rp14 triliun, yang akan memperkuat daya tahan bisnis di tengah fluktuasi ekonomi. Tahun ini, Bank Mantap juga menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai Rp5 triliun, yang diminati investor dengan rasio penawaran 3,1 kali. Inisiatif ini menjadi bagian dari Latest Program untuk memperkuat kapasitas modal dan mencapai tujuan jangka panjang.

Bank Mantap memiliki sekitar 565 ribu nasabah pensiunan, yang menjadi sumber utama DPK. Pertumbuhan ini memungkinkan bank untuk memperluas jaringan dan meningkatkan layanan kepada nasabah. Dengan Latest Program yang berkelanjutan, Bank Mantap yakin bisa mencapai target KBMI 3 pada 2028 tanpa harus memperoleh modal eksternal. Konsistensi dalam pertumbuhan laba, kredit, dan aset akan menjadi penentu utama keberhasilan strategi ini.

Perjalanan menuju KBMI 3 menuntut komitmen jangka panjang. Bank Mantap terus memperkuat struktur modalnya dengan memanfaatkan laba yang ditahan dan investasi dalam aset berkualitas. Selain itu, pengelolaan risiko dan peningkatan kepercayaan nasabah juga menjadi fokus utama. Dengan Latest Program yang terencana, Bank Mantap siap menunjukkan pertumbuhan yang lebih pesat, sejalan dengan visi untuk menjadi salah satu bank terbaik di Indonesia.

Strategi Latest Program Bank Mantap tidak hanya mengutamakan modal inti, tetapi juga meningkatkan efisiensi biaya dan peningkatan laba. Pertumbuhan DPK yang mencapai 44,2 persen dalam CASA menjadi bukti bahwa kebijakan ini efektif. Dengan modal inti yang terus meningkat, Bank Mantap berharap bisa memberikan nilai tambah kepada pemegang saham dan nasabah, sekaligus menghadapi persaingan yang ketat di industri perbankan.