Latest Program: BTN Lelang Puluhan Ribu Hunian Bekas, Harga di Bawah Pasar dan Bunga KPR Cuma 5 Persen
BTN Lelang Puluhan Ribu Hunian Bekas, Harga di Bawah Pasar dan Bunga KPR Cuma 5 Persen
Program Pembiayaan Hunian Second yang Terjangkau
Latest Program - Dalam latest program terbarunya, BTN menghadirkan skema pembiayaan rumah bekas dengan bunga KPR mulai dari 5 persen. Program ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat dalam memiliki hunian, sekaligus mendukung Program 3 Juta Rumah yang telah ditetapkan. Lelang Akbar BTN 2026 akan memasukkan sekitar 10.000 properti bekas ke pasar properti nasional, yang ditawarkan dengan harga hingga 40 persen lebih rendah dari harga pasar. Dengan konsep ini, BTN mencoba menyeimbangkan kebutuhan masyarakat akan hunian terjangkau dengan inisiatif penguatan ekosistem properti second.
Dalam latest program ini,BTN juga memperkenalkan opsi tenor KPR hingga 30 tahun, memberi keleluasaan bagi calon pembeli untuk memilih jangka waktu yang sesuai dengan kondisi finansial. Kombinasi harga kompetitif dan bunga rendah menjadi daya tarik utama, terutama bagi konsumen yang ingin memiliki rumah tanpa terbebani biaya besar. Selain itu, program ini menunjukkan komitmen BTN untuk menjawab tantangan kenaikan harga properti baru di tengah situasi ekonomi yang dinamis.
Akses Mudah Melalui Platform Digital
Puluhan ribu properti second yang dipasarkan dapat diakses melalui platform Bale Lelang BTN, yang memberikan layanan digital modern. Aplikasi mobile Bale by BTN dan situs Balelelang.btn.co.id dirancang agar transparan dan mudah digunakan. Platform ini tidak hanya menyediakan katalog aset, tetapi juga memudahkan proses transaksi, mulai dari pendaftaran hingga penyelesaian pembayaran. Dengan sistem ini, BTN memastikan bahwa setiap pemohon memiliki peluang meraih hunian sesuai dengan kemampuan finansialnya.
Benjamen Sihombing, SEVP Assets Management BTN, menjelaskan bahwa aset lelang meliputi berbagai jenis properti seperti rumah tapak, apartemen, ruko, serta properti komersial. Lokasi tersebar di Jabodetabek, Pulau Jawa, hingga daerah lainnya. Semua properti tersebut dipilih secara selektif, memastikan fasilitas infrastruktur, lingkungan hunian, dan aksesibilitas yang memadai. Dengan latest program ini, BTN berharap meningkatkan minat masyarakat terhadap hunian bekas yang bernilai tinggi secara ekonomi.
“Melalui latest program Lelang Akbar BTN 2026, kami ingin memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk memiliki rumah dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat ekosistem transaksi properti second yang lebih sehat dan transparan,” tutur Benjamen Sihombing, SEVP Assets Management BTN, dalam acara Lelang Akbar BTN 2026 di Jakarta, Senin (25/5).
Manfaat Hunian Second bagi Masyarakat
Program BTN ini menjadi solusi untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang kesulitan memperoleh hunian baru. Dengan harga yang lebih murah dan bunga KPR rendah, masyarakat dapat mengakses properti yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Selain itu, penawaran ini juga mempercepat proses kepemilikan rumah, karena tidak perlu menunggu proses konstruksi yang memakan waktu lama.
Kepala Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Syukriah HG, menilai bahwa latest program BTN berkontribusi signifikan dalam mendukung perekonomian nasional. Ia menambahkan, lelang properti second menjadi instrumen adaptif yang membantu menyeimbangkan permintaan dan penawaran, terutama dalam situasi krisis atau inflasi. Dengan adanya kebijakan ini, BTN berupaya mendorong pertumbuhan sektor properti sekaligus mengurangi beban biaya hidup masyarakat.
“Kami berharap latest program Lelang Akbar BTN 2026 mampu memperluas akses ekonomi bagi keluarga yang ingin memiliki rumah. Aset yang ditawarkan memiliki nilai jual tinggi karena ketersediaan pasokan yang stabil serta kebutuhan hunian masyarakat yang terus meningkat,” ujar Syukriah HG.
Analisis Pasar dan Peluang Pertumbuhan
Analisis dari Property Expert Panangian Simanungkalit mengungkapkan bahwa latest program BTN memberikan peluang besar untuk mempercepat pertumbuhan pasar hunian second. Ia menjelaskan bahwa harga rumah baru terus naik, sementara permintaan hunian bekas justru meningkat karena solusi yang lebih praktis dan ekonomis. Dengan adanya lelang yang rutin diselenggarakan, BTN memastikan bahwa properti second tetap menjadi pilihan menarik bagi berbagai kalangan.
Panangian Simanungkalit menambahkan, kebijakan BTN membantu menjaga keseimbangan pasar properti dengan menawarkan properti bekas yang memiliki infrastruktur lengkap dan nilai tukar tinggi. Ia juga mengapresiasi inisiatif bank tersebut dalam menjadikan lelang sebagai media distribusi hunian yang efektif. Dengan latest program ini,BTN berharap memperkuat peran sektor properti dalam menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Pasar hunian second memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama karena adanya keterbatasan suplai rumah baru dibandingkan peningkatan kebutuhan masyarakat setiap tahun. Latest program BTN menjadi langkah relevan untuk mempercepat transisi ke hunian lebih murah dan berkelanjutan,” ujar Panangian Simanungkalit.
Keterlibatan BTN dalam Membangun Ekosistem Properti
BTN secara aktif menjalankan strategi untuk menjaga kesehatan pasar properti. Latest program Lelang Akbar BTN 2026 bukan hanya bagian dari Program 3 Juta Rumah, tetapi juga instrumen untuk menstabilkan permintaan hunian di tengah kondisi ekonomi yang berubah-ubah. Dengan memasukkan puluhan ribu properti bekas ke pasar, BTN memberi peluang kepada masyarakat untuk memperoleh hunian sesuai dengan kondisi keuangan yang lebih nyaman.
Kompetensi BTN dalam mengelola lelang properti telah terbukti, karena telah mencatatkan performa laku lelang tertinggi di antara bank Himbara pada 2025 dengan realisasi 34,4 persen. Dalam latest program 2026, bank ini menargetkan tingkat keberhasilan lelang sebesar 35 persen. Angka ini menunjukkan bahwa BTN terus berupaya meningkatkan daya tarik properti second dan menjaga kualitas ekosistem lelang dalam jangka panjang.