Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: CPM dan Posko ESDM Siaga Bencana Perkuat Layanan Kesehatan Gempa Sigi

Published Juni 22, 2026 · Updated Juni 22, 2026 · By Michael Jackson

Latest Program: CPM dan Posko ESDM Siaga Bencana Perkuat Layanan Kesehatan di Sigi

Latest Program - Terkait bencana alam gempa yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sejumlah inisiatif mendesak telah dijalankan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Kemitraan antara PT Citra Palu Minerals (CPM) dan Posko ESDM Siaga Bencana menjadi bagian penting dari upaya penanggulangan darurat, termasuk pengembangan layanan kesehatan yang terus berjalan. Sejak hari keenam pasca-gempa, dua lembaga ini bersinergi memberikan bantuan logistik, seperti makanan dan minuman, serta fasilitas medis darurat di lokasi yang paling terdampak.

Penanganan Darurat: Kemitraan yang Mengubah Kebutuhan Warga

Latest Program ini menekankan kolaborasi antar sektor untuk mempercepat proses pemulihan. CPM, sebagai perusahaan tambang, berperan aktif dalam distribusi bantuan pangan dan logistik melalui posko induk yang berada di Kecamatan Nokilalaki. Bantuan tersebut dikemas secara terstruktur untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang mengungsi, termasuk perlengkapan tenda dan makanan siap saji. Selain itu, perusahaan ini menyediakan layanan kesehatan berupa perawatan medis langsung di puskesmas lokal, yang juga menjadi fokus utama dari program penanganan ini.

Dalam upaya memperkuat layanan kesehatan, CPM memastikan tenaga medis terlatih dan perlengkapan kesehatan yang memadai tersedia di setiap posko. Tim respons darurat CPM, yang tergabung dalam Emergency Response Team (ERT), terus beroperasi sejak pagi hingga sore, memberikan pertolongan kepada warga yang terluka akibat reruntuhan bangunan. Penanganan darurat ini menjadi salah satu kegiatan utama dalam Latest Program yang terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat.

Perubahan Kondisi Kesehatan Pasca-Gempa

Dari laporan Kepala Puskesmas Nokilalaki, Muzna, terdapat pergeseran dalam jenis keluhan kesehatan yang dilaporkan pasca-gempa. Pada hari pertama, sebagian besar pasien mengalami cedera akibat penjuruhan bangunan, namun kebutuhan kesehatan mulai berubah seiring waktu. Saat ini, pasien lebih sering mengeluhkan gejala gangguan pernapasan, hipertensi, maag, nyeri otot, sakit kepala, serta gejala flu yang dipicu oleh kelelahan dan stres.

"Warga yang datang membutuhkan pertolongan medis pada hari pertama setelah gempa wajib kami layani. Kami berusaha memberikan pelayanan maksimal di situasi darurat,"

ujarnya. Muzna menjelaskan bahwa fasilitas kesehatan di daerah tersebut sedang berupaya untuk menyesuaikan kapasitas layanan, terutama karena jumlah korban terus meningkat. Terdapat sekitar 200 orang yang telah menerima perawatan, dengan sebagian besar keluhan berupa luka ringan hingga sedang. Layanan kesehatan yang diperkuat melalui Latest Program menjadi penopang kritis untuk memastikan akses perawatan yang cepat dan tepat.

BPBD Sigi mencatat bahwa gempa tersebut telah menimbulkan kerusakan signifikan, dengan total 2.335 rumah rusak, terdiri dari 1.955 unit rusak ringan, 226 rusak sedang, dan 154 rusak berat. Selain itu, sekitar 8.586 warga terdampak, dengan 17 orang luka berat, 108 luka ringan, dan tiga korban meninggal dunia. Data ini menunjukkan kebutuhan yang terus bertambah, sehingga Latest Program harus beradaptasi untuk memastikan layanan kesehatan tetap optimal.

Kemitraan Lintas Sektor: Momen Penting dalam Pemulihan

Program penanganan darurat ini tidak hanya melibatkan CPM dan Posko ESDM Siaga Bencana, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Koordinasi antar organisasi seperti palang merah dan dinas kesehatan menjadi penting untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efisien. Dengan memperkuat layanan kesehatan, Latest Program juga bertujuan untuk mencegah komplikasi kesehatan akibat kondisi keadaan darurat.

"Dalam Latest Program, kita berusaha mengintegrasikan berbagai sumber daya, baik dari sektor swasta maupun pemerintah, agar penanganan bencana lebih cepat dan komprehensif,"

kata Fuad, Tim Paramedik CPM, saat di Sigi, Minggu. Ia menambahkan bahwa penyebaran bantuan logistik dan medis dilakukan secara terus-menerus, dengan penyesuaian kebutuhan warga setiap hari. Tantangan utama adalah memastikan kebersihan lingkungan pengungsian dan menyediakan obat-obatan yang tepat untuk mencegah penyebaran penyakit.

Perspektif Masyarakat: Tanggapan dan Harapan

Kebutuhan warga di Sigi terus berkembang, sehingga Latest Program harus menyesuaikan strategi. Pasca-gempa, masyarakat mengapresiasi upaya penanggulangan yang dilakukan, terutama layanan kesehatan yang terus berjalan. Namun, ada beberapa keluhan terkait ketersediaan obat dan alat bantu medis. Muzna menyebutkan bahwa fasilitas kesehatan di Puskesmas sedang berusaha memperluas jangkauan layanan, dengan bantuan dari CPM yang menyediakan tambahan peralatan medis.

Latest Program ini juga menjadi percontohan bagi daerah lain yang terkena bencana serupa. Proses koordinasi antar sektor yang terjalin selama masa darurat menunjukkan bahwa kolaborasi yang kuat adalah kunci sukses dalam pemulihan. Harapan dari warga adalah bantuan ini terus berlanjut hingga kondisi kembali stabil, dengan layanan kesehatan yang tidak hanya berupa pengobatan, tetapi juga edukasi kesehatan dan pencegahan risiko di masa mendatang.