Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Giliran Mahasiswa ITB Kritik Prabowo-Gibran, Ajukan 4 Poin Tuntutan

Published Juni 17, 2026 · Updated Juni 17, 2026 · By Anthony Taylor

Giliran Mahasiswa ITB Kritik Prabowo-Gibran, Ajukan 4 Poin Tuntutan

Latest Program - Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB) menyuarakan kepedulian terhadap situasi bangsa yang belakangan ini memprihatinkan. Mereka menyoroti kurangnya pengelolaan pemerintahan yang mengakibatkan stagnasi kondisi ekonomi nasional. Sebagai tanggapan, ketua KM ITB Nahdah Nabillah menyatakan kekhawatirannya di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/6). "Kami merasa prihatin terhadap kondisi bangsa saat ini. Menurut pendapat kami, akar masalah utamanya terletak pada sistem pengelolaan pemerintahan yang tidak efisien," ujarnya.

Nahdah mengkritik alokasi anggaran negara yang selama ini belum efektif menangani kebutuhan dasar masyarakat. Ia menekankan bahwa sektor krusial seperti pendidikan, kesehatan, dan industrialisasi belum mendapat perhatian optimal. "Berbagai kebijakan terlihat tidak memprioritaskan hal-hal strategis seperti pendidikan, kesehatan, serta industrialisasi," tambahnya.

Mahasiswa ITB juga menyebutkan bahwa kelemahan dalam industrialisasi memperparah pelemahan nilai tukar rupiah. Dampaknya dirasakan luas oleh warga, terutama kelompok menengah. Ia menyoroti ketergantungan negara pada ekspor bahan mentah sebagai sumber pendapatan utama. Selain itu, KM ITB mengkritik beberapa program prioritas yang dianggap tergesa-gesa dan kurang didukung oleh riset yang memadai.

Empat Poin Tuntutan dari Mahasiswa

Sebagai bentuk kritik, KM ITB menyusun empat poin tuntutan terhadap pemerintah. Berikut penjelasan lengkapnya:

  1. Memperkuat tata kelola pemerintahan dengan sistem akuntabel, serta meningkatkan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan.

  2. Menyusun kebijakan strategis yang memacu industrialisasi berbasis riset dan manufaktur, sehingga Indonesia bisa menambah nilai ekonomi.

  3. Mengevaluasi program pemerintah secara internal dan memperbaiki komunikasi publik agar kebijakan lebih jelas dan mudah dipahami masyarakat.

  4. Memastikan setiap inisiatif strategis didasari analisis dan riset yang matang sebelum diluncurkan.

Protes mahasiswa ini berlangsung setelah meninggalnya seorang siswa SD di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang disebut berkaitan dengan keterbatasan ekonomi keluarga. Selain itu, Natalius Pigai juga mengkritik alokasi anggaran Kementerian HAM yang hanya Rp64 miliar, dengan harapan dinaikkan menjadi Rp20 triliun.

Sejumlah masalah yang diajukan mahasiswa akan diproses lebih lanjut sesuai wewenang pemerintah. Dari lokasi, aksi demonstrasi berakhir sekitar pukul 19.15 WIB. Arus lalu lintas di sekitar gedung dewan mulai kembali normal. Ratusan mahasiswa hari ini berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sumsel, Palembang.

Di sisi lain, Indonesia dan Brasil meningkatkan kerja sama di bidang semikonduktor, teknik dirgantara, serta biofuel, dengan fokus pada pengembangan talenta dan kerja sama universitas. Inovasi dari mahasiswa ITB, Helm Pintar Pendeteksi Kantuk bernama SADAR Helmet, menjadi contoh bagus kontribusi kreatif mereka terhadap kemajuan teknologi.