Latest Program: Istana Jelaskan Alasan Nanik S. Deyang Dipilih Jadi Kepala BGN: Disiplin Jaga Kualitas MBG
Istana Jelaskan Alasan Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN: Fokus pada Disiplin MBG
Latest Program - Pergantian Kepemimpinan di BGN
Presiden Joko Widodo memutuskan untuk mengganti kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nanik S. Deyang, mantan Wakil Kepala BGN, kini dipercayakan sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Pemilihan Nanik dinilai terkait dengan kinerja disiplin dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Pelayanan (SOP) dalam mengelola MBG.
"Nanik memiliki pengalaman yang cukup matang dalam mengawasi proses pengelolaan MBG, sehingga dipilih sebagai pemimpin baru untuk menjaga kualitas dan transparansi," terang Mensesneg Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (3/6).
Latar Belakang Pergantian Kepemimpinan BGN
Sebelumnya, Dadan Hindayana telah menjabat sebagai Kepala BGN selama beberapa bulan. Namun, keputusan pergantian tersebut diambil setelah evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama setengah tahun. Prasetyo menjelaskan bahwa beberapa indikasi penyelewengan dalam pengelolaan MBG menjadi dasar untuk perubahan ini.
Nanik S. Deyang dianggap mampu menjaga kualitas program MBG karena memiliki pengalaman yang solid di bidang pelayanan gizi. Ia dikenal sebagai individu yang ketat dalam mengawasi proses distribusi makanan dan memastikan kepatuhan terhadap SOP. Dengan kepemimpinan baru ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan efisiensi serta akuntabilitas MBG.
Sebagai bagian dari perombakan struktur, Nanik akan didampingi dua wakil kepala baru, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Kedua wakil kepala tersebut diharapkan dapat membantu menegakkan standar kualitas dalam seluruh proses operasional BGN. Prasetyo menegaskan bahwa perubahan ini bertujuan untuk memberikan peningkatan tata kelola yang lebih baik.
Dadan Hindayana, yang sebelumnya memimpin BGN, kini menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi. Menurut penyidik Kejagung, beberapa yayasan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai memiliki keterkaitan dengan mantan pimpinan BGN. "Yayasan tersebut terafiliasi dengan DH, SS, dan LP, dan dinilai tidak memenuhi syarat sebagai mitra SPPG," kata Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi.
"Perubahan ini dilakukan untuk memastikan bahwa MBG berjalan dengan lebih transparan dan tidak terpengaruh oleh praktik yang tidak sesuai standar," tambah Syarief.
Pada sisi lain, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa peningkatan kualitas MBG menjadi fokus utama dalam Latest Program yang tengah dijalankan pemerintah. Ia menekankan bahwa kepemimpinan BGN akan menjadi bagian dari upaya menyelaraskan program ini dengan visi nasional untuk peningkatan kesehatan masyarakat. Nanik S. Deyang, sebagai sosok yang dianggap mampu menjaga disiplin, diharapkan dapat menjadi penjembatannya.