Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali, Amankan Sejumlah Barang Bukti

Published Juni 23, 2026 · Updated Juni 23, 2026 · By Mary Smith

KPK Lakukan Penggeledahan di Kantor Biro Jasa Bali dalam "Latest Program" Anti-Korupsi

Latest Program - Dalam rangka memperkuat upaya pemberantasan korupsi, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (KPK) melanjutkan operasi penggeledahan di kantor biro jasa di Bali sebagai bagian dari Latest Program yang dijalankan lembaga antikorupsi tersebut. Kegiatan ini dilakukan pada Selasa (23/6) dan disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, sebagai bagian dari penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi terkait pengurusan izin tinggal bagi warga negara asing (WNA).

Deteksi Bukti Elektronik dan Dokumen untuk Perkuat Kasus

Operasi penggeledahan kali ini menyita sejumlah dokumen serta bukti elektronik yang diduga terkait korupsi dalam proses pengurusan izin tinggal WNA. Budi Prasetyo menjelaskan bahwa barang bukti tersebut akan dianalisis secara mendalam untuk memperkuat alat bukti yang telah dikumpulkan sebelumnya. "Bukti-bukti yang diamankan hari ini akan ditelaah secara menyeluruh agar dapat memperjelas keterlibatan para tersangka dalam Latest Program ini," kata Budi.

Menurut informasi yang beredar, kantor biro jasa yang digeledah merupakan salah satu pusat layanan pengurusan dokumen keimigrasian di Bali. KPK mengungkapkan bahwa bukti-bukti ini berpotensi mengungkap praktik suap atau pengambilan keuntungan dalam proses pengurusan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) bagi WNA. Operasi ini adalah bagian dari rangkaian tindakan KPK dalam Latest Program untuk mengungkap skema korupsi yang terstruktur di sektor pelayanan publik.

Kasus Korupsi yang Menyebar ke Berbagai Wilayah

Penggeledahan di Bali ini bukanlah kejadian pertama dalam Latest Program KPK. Sebelumnya, lembaga antikorupsi telah melakukan operasi di tiga lokasi lain, termasuk PT Visa Empat Bali, CV Visa Agung Bali, dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar. Kegiatan-kegiatan ini mengindikasikan bahwa KPK sedang memperluas investigasi ke berbagai tingkat pemerintahan dan sektor layanan administrasi.

Budi Prasetyo menyebutkan bahwa penyidik juga akan memanggil saksi-saksi guna mengkonfirmasi kebenaran bukti-bukti yang ditemukan. Penyelidikan ini menunjukkan komitmen KPK dalam Latest Program untuk menangkap semua pelaku korupsi, termasuk yang terlibat dalam pemerasan dan gratifikasi. Proses pemeriksaan saksi akan memperkuat penyelidikan sekaligus mengungkap jaringan-jaringan korupsi yang tersembunyi.

Delapan Tersangka Ditetapkan dari OTT Jakarta Barat

Kasus korupsi pengurusan izin tinggal WNA tidak hanya terjadi di Bali, tetapi juga di Jakarta Barat. Dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Dari total 18 orang yang diamankan, delapan di antaranya diduga melakukan pemerasan dan gratifikasi. Sementara sepuluh orang lainnya dinyatakan sebagai saksi dan dibebaskan.

Salah satu tersangka utama dalam OTT Jakarta Barat adalah Silmy Karim, mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Ia diduga terlibat dalam skema korupsi yang menyebar ke berbagai lapisan pemerintahan. "Peristiwa OTT ini merupakan bagian dari Latest Program KPK untuk menelusuri dugaan korupsi dalam pengurusan izin tinggal WNA," ujar Budi. Selain itu, dua tersangka lainnya adalah mantan Plt Dirjen Imigrasi dan Kakanwil Dirjen Imigrasi Jawa Barat.

KPK Terus Mengejar Bukti dalam "Latest Program"

Dalam penyelidikan terhadap kasus di Bali, KPK juga menyita bukti-bukti elektronik dan dokumen dari Kantor Imigrasi Denpasar. Kediaman Silmy Karim telah disegel sebagai bagian dari operasi tersebut, menunjukkan intensitas KPK dalam memperkuat Latest Program mereka. Para tersangka diduga menarik dana dari rekening bank untuk dibelikan emas atau digunakan dalam berbagai transaksi korupsi.

KPK memastikan bahwa proses penyelidikan akan terus berjalan hingga semua alat bukti terkumpul. "Kami akan terus mengejar sumber dana dan alur korupsi yang terjadi dalam Latest Program ini," terang Budi. Kegiatan penggeledahan di Bali dan Jakarta Barat menunjukkan bahwa KPK sedang memperluas cakupan penyelidikan ke berbagai wilayah, termasuk kawasan pelayanan imigrasi yang menjadi pemicu skema korupsi ini.

Pelaksanaan "Latest Program" untuk Perangi Korupsi

Sebagai bagian dari Latest Program, KPK tidak hanya fokus pada penyitaan barang bukti tetapi juga pada pencegahan tindak pidana korupsi di masa depan. Budi Prasetyo menegaskan bahwa operasi penggeledahan ini adalah tindakan preventif untuk mengungkap praktik kecurangan yang mungkin terjadi dalam layanan administrasi keimigrasian. "Dengan Latest Program, KPK berupaya memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pelayanan publik," tutur Budi.

KPK juga menekankan pentingnya kerja sama dari pihak terkait, termasuk biro jasa yang menjadi target penggeledahan. "Kami berharap pelaku korupsi secara aktif menyampaikan informasi untuk mempercepat proses penyelidikan," imbuh Budi. Dengan menggali lebih dalam ke dalam kasus di Bali dan Jakarta Barat, KPK berharap mampu mengungkap skala korupsi yang lebih besar serta memberikan dampak signifikan terhadap pemberantasan korupsi nasional.