Latest Program: KSP Dudung Geram saat Sidak Dapur MBG, Temukan Kondisi Tak Sehat: Kalau Tak Segera Diperbaiki, Tutup Saja
Latest Program: KSP Dudung Geram dengan Sidak Dapur MBG, Ancam Tutup Jika Tak Membaik
Latest Program – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman melakukan inspeksi lapangan ke dua lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta Barat, yang menyoroti kondisi tak sehat dalam fasilitas makan. Hasil sidak menunjukkan adanya kelengkapan infrastruktur yang masih memerlukan perbaikan mendesak, termasuk keberadaan belatung, ruangan yang kurang memadai, dan pemisahan area bersih dan kotor yang belum optimal. Dudung mengungkapkan kekecewaannya terhadap standar kesehatan dan kebersihan yang terabaikan, serta mengingatkan bahwa jika perbaikan tidak dilakukan segera, beberapa dapur bisa ditutup.
Kondisi Dapur MBG Dianggap Tidak Memenuhi Standar
Durasi sidak di Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan mengungkap berbagai masalah, seperti suhu dapur yang tinggi dan penyimpanan makanan yang bercampur basah dan kering. “Kondisi ini berpotensi memperburuk kesehatan anak-anak yang menerima bantuan gizi,” kata Dudung, seperti dikutip dari siaran pers pada Selasa (12/5/2026). Ia menekankan bahwa sertifikat dan verifikasi harus mencerminkan kualitas aktual, bukan hanya formalitas administratif.
“Kalau tidak bisa diperbaiki dalam waktu dekat, segera ditutup saja. Saya sampaikan ke BGN,” tambah Dudung.
Program MBG, yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto, bertujuan memberikan nutrisi optimal kepada anak-anak Indonesia. Namun, Dudung menyoroti bahwa efektivitas program bergantung pada kualitas gizi dan kebersihan, bukan hanya jumlah makanan yang disajikan. “Catering bisa mencapai target, tetapi yang utama adalah nilai gizi dan kesehatan penerima manfaat,” jelasnya. Hal ini menegaskan bahwa Latest Program harus dipantau secara ketat untuk mencapai hasil maksimal.
Langkah Tindak Lanjut dari KSP dan BGN
KSP Dudung menegaskan rencana audit cepat terhadap SPPG yang tidak memenuhi syarat. “Nanti ada klasifikasi: layak penuh, layak bersyarat, atau tidak layak operasional,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan Wakil Kepala BGN untuk menindaklanjuti temuan. “Kita dorong agar dapur yang tak memenuhi standar disuspen,” tambahnya, menunjukkan komitmen untuk memperbaiki sistem.
“Kita tidak hanya melihat kondisi fisik, tetapi juga keberlanjutan program ini. Jika tidak diperbaiki, risiko tertular penyakit bisa tinggi,” kata Dudung.
Terkait anggaran MBG yang berasal dari dana rakyat, Dudung mengingatkan bahwa pengelolaan harus transparan. “Jangan sampai dijadikan ladang bisnis, meski ada keuntungan. Kualitas tetap menjadi prioritas,” tegasnya. Ia mengajak masyarakat dan perangkat wilayah, termasuk RT, untuk berpartisipasi dalam pemantauan program. Selain itu, KSP berencana melakukan sidak diam-diam ke beberapa daerah, seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat, untuk memastikan MBG berjalan sesuai standar.
Dalam konteks ini, Satuan Tugas MBG di Pamekasan telah mengungkap 45 SPPG yang bermasalah, mulai dari dapur kotor hingga juru masak yang tidak kompeten. Rekomendasi perbaikan dari Badan Gizi Nasional menunjukkan kebutuhan untuk memperkuat pengawasan. Dengan sidak rutin dan keterlibatan aktif masyarakat, Latest Program diharapkan bisa menjadi langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.