Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Mojtaba Khamenei jadi Target Pembunuhan Israel

Published Juni 30, 2026 · Updated Juni 30, 2026 · By Michael Gonzalez

Latest Program: Mojtaba Khamenei Jadi Target Pembunuhan Israel

Latest Program - Israel mengungkapkan ancaman serius untuk membunuh Ayatollah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, dalam operasi militer terbaru. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa militer negara itu telah menetapkan Khamenei sebagai sasaran utama untuk menegaskan dominasi mereka dalam konflik dengan Iran. "Kami menargetkan Khamenei untuk memastikan langkah-langkah strategis kita tetap berjalan lancar," jelas Katz dalam wawancara dengan Ynet News, menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari Latest Program yang dirancang untuk mempercepat tekanan terhadap Iran.

Strategi Militer dan Siaga Nasional

Dalam Latest Program, Israel memperkuat persiapan defensif dan ofensif untuk menangkal kemungkinan serangan rudal Iran. Militer negara itu menegaskan bahwa mereka siap menghadapi ancaman yang muncul dari kekuatan militer Iran, termasuk Korps Garda Revolusi (IRGC). "IDF sudah mempersiapkan diri baik secara defensif maupun ofensif. Kami bisa menangkis serangan dan langsung menyerang," kata Katz. Ia menambahkan bahwa status siaga nasional akan diberlakukan jika terjadi ancaman yang mengancam keamanan Israel, termasuk serangan terhadap pemimpin tertinggi Iran.

Pengumuman Kematian dan Respons Internasional

Dalam operasi militer terbaru, Iran mengumumkan bahwa Mojtaba Khamenei telah syahid setelah diserang oleh gabungan pasukan Amerika Serikat dan Israel. TV pemerintah Iran mengonfirmasi kematian pemimpin tertinggi itu, menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari Latest Program yang bertujuan mengurangi kemampuan Iran dalam menegakkan kekuasaan mereka. Berita ini langsung memicu reaksi global, dengan para pemimpin negara-negara Muslim memperingatkan bahwa serangan terhadap Khamenei bisa memperburuk krisis antara Israel dan Iran.

Persiapan Operasi dan Fokus pada Senjata Nuklir

Latest Program yang dijalankan Israel fokus pada penghancuran fasilitas nuklir Iran serta jatuhkan para ilmuwan dan komandan utama mereka. Menteri Katz menekankan bahwa serangan tersebut bertujuan untuk menghambat upaya Iran dalam memperoleh senjata nuklir yang bisa memicu perang regional. "Orang seperti itu tidak bisa lagi dibiarkan hidup," ujarnya dalam video yang beredar, menunjukkan kecaman terhadap kepemimpinan Iran. Pihak Israel juga menyiapkan strategi komunikasi untuk menggambarkan operasi ini sebagai bentuk pertahanan terhadap ancaman nuklir.

Kemungkinan Pemimpin Baru dan Dampak Politik

Setelah kematian Mojtaba Khamenei, proses pemilihan pemimpin baru di Iran dimulai, dengan tanggal pemungutan suara ditetapkan pada Rabu (4/3) pagi. Meski kondisi keamanan dalam negeri mulai membaik, Iran berjanji akan membalas serangan tersebut dengan tindakan militer lebih besar. Senator Pakistan mengingatkan bahwa Latest Program bisa memicu respons dari seluruh dunia Islam, terutama jika Khamenei dinyatakan sebagai korban utama dalam konflik.

Konteks Sejarah dan Pandangan Internasional

Mojtaba Khamenei, sebagai putra dari Ayatollah Ali Khamenei, dikenal sebagai figuran penting dalam politik Iran. Sebelumnya, ia telah terlibat dalam beberapa perjanjian diplomatik dengan AS, termasuk perundingan tentang nuklir. Namun, serangan terbaru yang bertujuan membunuhnya dianggap sebagai tindakan provokatif yang bisa memicu perang lebih besar. Berbagai pihak internasional memperhatikan dinamika ini, dengan beberapa negara Eropa menunggu respon lebih lanjut dari Iran terhadap operasi Latest Program.

Kerusakan Militer dan Penegakan Hukum

Latest Program telah menyebabkan kerusakan signifikan di fasilitas militer Iran, termasuk penghancuran lokasi produksi senjata dan pusat penelitian nuklir. Serangan tersebut juga membawa korban jiwa, termasuk sejumlah besar warga sipil. "Kami berhasil menargetkan para pelaku kejahatan terhadap kami," kata Katz, menyoroti keberhasilan operasi dalam menghentikan kemungkinan ancaman dari Iran. Namun, banyak pihak mempertanyakan apakah tindakan ini akan membawa perubahan besar dalam kekuasaan Iran atau hanya memperkuat konsolidasi kekuasaan.

"Jika mereka melakukannya melalui kesepakatan, itu akan lebih baik," tutup Katz, menegaskan bahwa Latest Program tetap berfokus pada pencapaian tujuan strategis melalui kekuatan militer.