Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Pariaman Raih Program PKTD Sanitasi Kemenkes Rp100 Juta untuk Jamban Sehat

Published Juni 7, 2026 · Updated Juni 7, 2026 · By Mark Martin

Pariaman Raih Program PKTD Sanitasi Kemenkes Rp100 Juta untuk Jamban Sehat

Latest Program - Kota Pariaman kembali mendapat dana dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam bentuk Program PKTD Sanitasi senilai Rp100 juta pada tahun 2026. Dana ini dimaksudkan untuk mendorong percepatan peningkatan kualitas sanitasi dan akses jamban sehat bagi masyarakat setempat. Pencairan dana ini menjadi bentuk dukungan kuat dari pemerintah pusat untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Komitmen untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dan pusat dalam meminimalkan risiko penularan penyakit melalui perbaikan infrastruktur sanitasi. Fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) yang layak menjadi dasar penting bagi lingkungan permukiman yang lebih bersih dan higienis. Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengurangi praktik buang air besar sembarangan.

Kota ini sedang berjuang keras untuk mencapai target stop buang air besar sembarangan. Keberhasilan mendapatkan dana PKTD Sanitasi menjadi dorongan besar bagi peningkatan kesehatan lingkungan.

Dana sebesar Rp100 juta akan dialokasikan untuk membantu rumah tangga yang belum memiliki fasilitas MCK memadai. Pemkot Pariaman juga berkomitmen mengumpulkan data warga yang masih membutuhkan bantuan sanitasi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat akses warga terhadap fasilitas kesehatan yang layak.

Kolaborasi dengan Anggota DPR RI

Program PKTD Sanitasi ini didukung oleh aspirasi Anggota DPR RI, Ade Rezki Pratama. Ia menjelaskan bahwa dana tersebut merupakan hasil usulan yang berdampak langsung pada perbaikan kondisi sanitasi. "Sanitasi yang memadai menjadi pilar utama dalam menekan angka penyakit seperti diare dan stunting," tegas Ade Rezki.

Tahun lalu, program serupa sudah dijalankan di Desa Naras, dan tahun ini, dana dialokasikan untuk Desa Bato sebagai langkah konkret. Ade Rezki menegaskan bahwa kesehatan masyarakat adalah prioritas utama dalam visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap program ini bisa memberikan manfaat signifikan bagi kesejahteraan warga.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Banjarmasin menganggarkan Rp9 miliar untuk program Penanganan Permukiman Kumuh. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Timur telah menyelesaikan pembangunan MCK Komunal di Jatinegara, yang berdampak positif pada pengurangan BABS. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara meluncurkan program Rp100 juta per RT pada 2026 untuk percepatan pemerataan pembangunan.

Upaya Pemerintah Jawa Timur

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa Pemprov Jawa Timur tetap fokus pada peningkatan kualitas kesehatan Jatim setelah meraih dua penghargaan dari Kemenkes. Sementara itu, Kementerian PKP memulai proyek sanitasi kawasan kumuh Jember dengan anggaran Rp632 juta untuk 48 unit rumah. Program ini diharapkan bisa mengubah lingkungan Jeki menjadi lebih sehat dan nyaman.

Edukasi kesehatan juga digelar di Kabupaten Pasuruan sebagai upaya mendukung perbaikan sanitasi secara bersinergi antara DPR RI dan BPOM.