Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Polda Metro Jaya Gelar Operasi Berantas Jaya 2026, Sasar Kasus Curanmor

Published Juli 4, 2026 · Updated Juli 4, 2026 · By Mark Martin

Latest Program: Polda Metro Jaya Luncurkan Operasi Berantas Jaya 2026 untuk Menekan Curanmor

Latest Program - Polda Metro Jaya resmi menggelar Operasi Kepolisian Kewilayahan “Berantas Jaya 2026” pada Jumat, 4 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya mengatasi kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jakarta dan sekitarnya. Operasi ini berlangsung selama 15 hari, dengan tujuan mengurangi tingkat kejahatan secara signifikan dan meningkatkan kualitas keselamatan masyarakat. Tindakan kepolisian terpadu ini dirancang untuk memerangi kejahatan yang terus meningkat, terutama di daerah rawan.

Strategi Kepolisian dan Keterlibatan Jajaran Operasional

Latest Program ini diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin oleh Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono di Lapangan Apel Polda Metro Jaya. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya koordinasi antar-jajaran kepolisian untuk memastikan operasi berjalan efektif. "Kami berkomitmen untuk memberikan hasil maksimal, termasuk peningkatan keamanan dan penurunan angka kejahatan," jelas Wakapolda.

“Operasi Berantas Jaya 2026 bukan hanya bertujuan menangkap pelaku, tetapi juga mencegah terjadinya kejahatan melalui pengawasan yang lebih ketat,” tambahnya.

Total 520 personel dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari 247 anggota Satuan Tugas Operasi Daerah (Satgasopsda) dan 273 dari Satuan Tugas Operasi Resor (Satgasopsres). Kombinasi ini diharapkan mampu mencakup seluruh titik rawan dan mengejar pelaku secara menyeluruh.

Pelibatan Masyarakat dan Keberhasilan Operasi Sebelumnya

Dalam Latest Program, Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan lingkungan. Tindakan seperti melaporkan kecurigaan atau memperketat pengamanan kendaraan dianjurkan untuk memperkuat upaya pencegahan. Wakapolda menyoroti peran aktif warga dalam operasi ini, karena pengawasan dari dalam masyarakat dianggap sebagai komponen penting.

Sebelumnya, operasi serupa seperti Operasi Jaran Lodaya 2026 telah menghasilkan 17 unit sepeda motor hasil curian yang disita dari Polres Garut. Satu residivis menjadi tersangka utama dalam kasus tersebut. Sementara Operasi Patuh Jaya yang melibatkan 2.798 personel, termasuk unsur TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP, juga memberikan kontribusi positif dalam mengurangi kejahatan lalu lintas.

Penggunaan Teknologi dalam Pemantauan Curanmor

Latest Program 2026 juga mengintegrasikan teknologi pemantauan terkini untuk mendukung penyelidikan. Polda Metro Jaya memanfaatkan sistem CCTV, sensor gerak, dan database pelaku kejahatan untuk mempercepat proses investigasi. Langkah ini mencerminkan komitmen untuk meningkatkan efisiensi dalam pencegahan dan penindasan kejahatan.

Koordinasi dengan pihak berwajib lain, seperti Dinas Perhubungan dan Satpol PP, juga menjadi bagian dari strategi ini. Dengan menggabungkan kekuatan dari berbagai institusi, operasi diharapkan mampu mencapai tujuannya dalam satu bulan penuh. Polda Papua, misalnya, telah melaksanakan Operasi Sikat Cartenz 2026 yang menangani 1.076 kasus 3C, sedangkan Polres Barito Utara berhasil mengungkap 21 kasus kejahatan jalanan sekaligus mengamankan 30 tersangka.

Hasil yang Diinginkan dan Evaluasi Berkelanjutan

Dalam Latest Program, Polda Metro Jaya bertekad tidak hanya menurunkan jumlah kasus curanmor, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih aman untuk masyarakat. Upaya ini melibatkan pengawasan intensif di titik-titik transaksi dan lokasi tempat tinggal pelaku. Wakapolda menegaskan bahwa evaluasi rutin akan dilakukan untuk memastikan operasi berjalan sesuai target.

Operasi Berantas Jaya 2026 juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Polda Metro Jaya dalam menangani kejahatan berpola. Dengan memperkuat kerja sama lintas sektor dan meningkatkan kesadaran masyarakat, Polda berharap kegiatan ini menjadi referensi dalam pengamanan wilayah lain. Hasil operasi akan menjadi bahan evaluasi untuk program serupa di tahun berikutnya.