Latest Program: Polemik Goody Bag MHM 2026: Panitia Klaim Libatkan UMKM Lokal, Akumandiri Tantang Bukti
Latest Program: Polemik Goody Bag MHM 2026 dan Upaya Pemkot Makassar Dorong UMKM Lokal
Latest Program - Perdebatan terkait penggunaan produk UMKM dalam Goody Bag Makassar Half Marathon (MHM) 2026 memicu sorotan publik. Panitia menyatakan telah melibatkan delapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam produksi hadiah lari, tetapi kritik muncul karena ketidakseimbangan antara biaya produk dan harga registrasi peserta. Isu ini menjadi pembicaraan hangat di media sosial dan industri kreatif, dengan berbagai pihak menantikan bukti transparansi dari panitia penyelenggara.
Usulan Transparansi dari Panitia
Sebagai respons terhadap protes, Race Director MHM 2026, Safrita Aryana, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan UMKM lokal dianggap sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi kota. Menurutnya, total biaya operasional per peserta mencapai Rp2 juta, tetapi peserta hanya membayar sekitar 20% dari angka tersebut. "Latest Program ini dirancang untuk memberikan ruang lebih besar bagi UMKM Makassar, terutama dalam promosi dan penjualan produk," tambah Safrita.
Dana tambahan dari sponsor dan dana registrasi memberikan bantuan signifikan, sehingga sisa biaya produksi dapat terpenuhi. Pemkot Makassar juga menyumbang stimulus sebesar Rp2,5 miliar, dengan Rp500 juta dialokasikan untuk hadiah peserta dan Rp2 miliar untuk teknis penyelenggaraan. Safrita menekankan bahwa kolaborasi ini bertujuan meningkatkan daya saing UMKM lokal di pasar nasional.
Kritik dari AKUMANDIRI
Ketua AKUMANDIRI Sulawesi Selatan, Dr. Bachtiar Baso, menantang panitia untuk menunjukkan identitas UMKM yang terlibat secara jelas. "Latest Program ini harus menjadi momentum untuk membangun kepercayaan, bukan hanya simbolisasi," ujarnya. Ia menyoroti bahwa logo UMKM di acara lari sebelumnya lebih terlihat, sementara MHM 2026 dinilai masih kurang transparan dalam menyampaikan kontribusi bisnis lokal.
Kritik juga mengarah pada kualitas goody bag yang dipandang tidak memenuhi ekspektasi. Sejumlah peserta menilai tas biru yang digunakan kurang menarik untuk dipublikasikan di media sosial. Bachtiar menambahkan bahwa keterlambatan penyelesaian paket produk menjadi salah satu hambatan utama dalam memperkuat peran UMKM dalam acara besar seperti MHM 2026.
Potensi Kemitraan dengan UMKM
Menurut Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, kolaborasi dengan UMKM adalah langkah penting dalam meningkatkan ekonomi kota. "Latest Program MHM 2026 dirancang untuk menampung kebutuhan UMKM dalam promosi, sambil tetap memastikan kualitas layanan yang optimal," jelasnya. Dengan 12.000 peserta yang diproyeksikan, acara ini diharapkan menjadi platform pemasaran bagi produk lokal, terutama di sektor tekstil dan kerajinan.
Di sisi lain, UMKM dari Kota Tangerang berhasil menarik minat pembeli dalam Inacraft 2026, dengan transaksi mencapai Rp120 juta. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara event dan UMKM bisa menghasilkan dampak ekonomi nyata. Sementara itu, di Nusa Tenggara Barat, 60 UKM terlibat dalam MotoGP Mandalika 2025, membuktikan bahwa keterlibatan bisnis lokal dalam acara besar adalah kemungkinan yang terbuka.
Konteks Ekonomi Kota Makassar
Makassar, sebagai pusat ekonomi Sulawesi Selatan, memandang MHM 2026 sebagai salah satu dari sekian upaya memperkuat UMKM. Berdasarkan data terbaru, jumlah UMKM di kota ini mencapai 500.000, dengan sektor jasa dan perdagangan menjadi penggerak utama. Panitia menyebutkan bahwa goody bag menjadi salah satu perangkat untuk meningkatkan visibilitas produk lokal, meski ada tantangan dalam memastikan kualitas dan kuantitas.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Makassar sebesar 5,3% pada tahun 2023, dengan UMKM menyumbang sekitar 60% dari total output industri. Dengan Latest Program MHM 2026, Pemkot Makassar ingin mempercepat transisi UMKM dari model tradisional ke ekosistem digital, khususnya melalui pameran dan promosi di platform online.
Langkah Berikutnya untuk Meningkatkan Transparansi
Sebagai respons terhadap kritik, panitia menyatakan akan melakukan audit transparansi dalam pembelian goody bag. Langkah ini diharapkan memperjelas identitas UMKM yang terlibat dan memastikan bahwa penggunaan dana berimbang. "Latest Program ini juga akan menjadi evaluasi bagi kebijakan pemerintah dalam mengakomodir kebutuhan industri kreatif," jelas Safrita.
AKUMANDIRI menyarankan adanya penggunaan teknologi untuk memantau transaksi dan distribusi produk. "Kita butuh data yang bisa diakses publik, seperti daftar UMKM, volume penjualan, dan laporan keuangan," tegas Bachtiar. Dengan dukungan penuh dari pihak berwenang, ia optimis bahwa MHM 2026 bisa menjadi contoh sukses dalam kolaborasi ekonomi dan olahraga.