Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Prabowo Ungkap Alasan Tunjuk Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN, Soroti Disiplin Manajemen

Published Juni 5, 2026 · Updated Juni 5, 2026 · By Sarah Williams

Prabowo Ungkap Alasan Tunjuk Nanik S. Deyang Jadi Kepala BGN, Soroti Disiplin Manajemen

Latest Program - Dalam sebuah pernyataan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan motivasi di balik keputusan Presiden Prabowo untuk mengangkat Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut Prasetyo, alasan utama penunjukan tersebut berkaitan dengan kedisiplinan tinggi Nanik dalam mengelola manajemen serta proses pengawasan di lingkungan BGN.

Pemerintah mengharapkan Nanik mampu memastikan seluruh aktivitas lembaga tersebut berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), termasuk menjaga kualitas makanan yang disebarkan kepada masyarakat. “Beliau memiliki komitmen kuat dalam menjalankan SOP, disiplin di manajemen BGN, dan konsistensi dalam memantau kualitas pangan,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6).

"Kedisiplinan di dalam menjalankan SOP-SOP, kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di Badan Gizi Nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat," ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6).

Nanik dikenal sebagai sosok yang tegas dalam melakukan evaluasi dan pengawasan program-program BGN. Kekerasan dalam menegakkan aturan ini, menurut Prasetyo, menjadi faktor penting dalam memperkuat tata kelola lembaga yang kini menjadi pilar utama dalam program pemenuhan gizi nasional.

Pengalaman Nanik sebagai Wakil Kepala BGN selama beberapa bulan terakhir juga menjadi dasar keputusan Presiden. Ia dinilai sudah memahami mekanisme kerja serta tantangan yang dihadapi lembaga tersebut. “Dengan mengemban amanah selama beberapa bulan, beliau dianggap telah cukup siap untuk mengambil tanggung jawab besar ini,” tambah Prasetyo.

Pada kesempatan yang sama, Prasetyo memastikan bahwa Nanik akan dilantik secara resmi bersama dua wakil kepala baru, Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal Trenggono, dalam waktu dekat. “Kami agendakan pelantikan minggu depan agar beliau bisa fokus pada pembenahan internal dan pengembangan program,” pungkasnya.

Perubahan Kepemimpinan di BGN

Nanik menggantikan Dadan Hindayana, yang sebelumnya diberhentikan karena dugaan korupsi dalam tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG). Pergantian ini dilakukan Prabowo setelah mengevaluasi kinerja BGN selama satu setengah tahun sejak program tersebut dimulai.

Dalam pernyataannya, Prabowo menyampaikan kekecewaan karena harus mengganti pejabat yang dianggap loyal dan mampu. Namun, keputusan tersebut diambil setelah menerima laporan tentang kekurangan, indikasi penyelewengan, serta kejanggalan dalam operasional BGN.

Selain Nanik, dua wakil kepala BGN lainnya, Letjen (Purn) Lodewijk Paulus dan Irjen (Purn) Sony Sanjaya, juga diberhentikan. Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan alasan penggantian tersebut, termasuk karena kekurangan gizi pada anak dapat menghambat pertumbuhan dan kemampuan mereka mencapai potensi maksimal.

Prabowo juga meninjau Program MBG saat berbincang dengan siswa SMPN 111. Seorang pelajar mengaku ingin menjadi presiden dan menunjukkan antusiasme terhadap kebijakan gizi nasional yang dijalankan BGN.