Latest Program: PT PP Rombak Direksi dan Komisaris, Ini Susunannya
PT PP Umumkan Perubahan Susunan Direksi dan Komisaris dalam Latest Program
Latest Program menjadi salah satu langkah strategis yang diluncurkan oleh PT PP (Persero) Tbk dalam upaya menyegarkan struktur organisasi dan meningkatkan kinerja perusahaan. Dalam pengumuman resmi bernomor 129/EXT/PP/CORSEC/2026, PT PP mengungkapkan bahwa penyusunan susunan baru di jajaran direksi serta dewan komisaris akan berlaku efektif sejak 19 Mei 2026. Perubahan ini diharapkan dapat mendukung transformasi bisnis perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin dinamis.
Penyesuaian Susunan Direksi: Penambahan dan Pergantian
Pemutakhiran susunan direksi PT PP mencakup penambahan Faizal Rahmad sebagai direktur baru, sekaligus pergantian posisi dari Agus Purbianto yang sebelumnya menjabat. Tidak semua direksi mengalami perubahan, dengan Novel Arsyad tetap menjadi Direktur Utama sejak 30 April 2025. Selain itu, Yuyus Juarsa, Yul Ari Pramuraharjo, I Gede Upeksa Negara, dan Tommy Wiranata Anwar tetap menjabat dalam jabatannya masing-masing. Dengan total enam orang, susunan direksi PT PP kini diharapkan dapat lebih optimal dalam mengelola operasional perusahaan.
Latest Program ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Pemimpin PT PP, Novel Arsyad, menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan respon terhadap kebutuhan perusahaan untuk tetap kompetitif di tengah perubahan ekonomi global dan pertumbuhan industri konstruksi yang pesat. Dengan susunan baru, PT PP berharap dapat menciptakan sinergi yang lebih baik antara kebijakan strategis dan pelaksanaan operasional.
Perubahan Dewan Komisaris: Penyesuaian Struktur untuk Kinerja Lebih Baik
Di sisi dewan komisaris, beberapa perubahan juga dilakukan. Dhony Rahajoe tetap menjabat sebagai Komisaris Utama sejak 13 Desember 2023. Namun, Giri Supradiono dan Setya Nugraha resmi masuk sebagai anggota dewan komisaris, menggantikan Ernadhi Sudarmanto serta Hedy Rahadian. Sementara itu, Tjia Marwan ditetapkan sebagai Komisaris Independen, menggantikan Pundjung Setya Brata dan Ain Rika Armina. Aisyah Zakiyyah juga bergabung sebagai komisaris, menggantikan Istiono yang sebelumnya menjabat.
Susunan dewan komisaris PT PP yang baru terdiri dari lima anggota, termasuk Dhony Rahajoe sebagai kepala dewan. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta keberlanjutan strategi perusahaan. Dengan dewan komisaris yang lebih representatif, PT PP diharapkan dapat memberikan arahan yang lebih terarah dalam menghadapi tantangan persaingan, terutama dalam mengejar target pertumbuhan bisnis yang telah ditetapkan dalam Latest Program.
Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk, Novel Arsyad, menekankan bahwa Latest Program ini tidak hanya sekadar perubahan struktur, tetapi juga representasi dari komitmen perusahaan untuk terus berkembang. Ia menjelaskan bahwa perubahan ini mencerminkan kebutuhan untuk mereformasi peran direksi dan komisaris agar lebih sejalan dengan visi menuju perusahaan yang lebih modern dan inovatif. Capaian perusahaan dalam tiga bulan terakhir menunjukkan peningkatan signifikan, dengan kontrak baru mencapai 21 persen dari target tahunan, yang menjadi bukti kinerja yang membaik.
Latest Program juga memperhatikan aspek kesejahteraan karyawan dan stakeholder. Dengan penerapan struktur baru, PT PP berupaya memastikan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Penyesuaian ini dirancang untuk memberikan ruang bagi anggota dewan komisaris yang memiliki keahlian spesifik di bidang manajemen proyek, ekonomi, dan teknologi. Tujuan utamanya adalah mendorong ekspansi bisnis serta memperkuat posisi PT PP sebagai salah satu pelaku utama di industri konstruksi Indonesia.
Dalam proses penyusunan susunan baru, PT PP melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek, seperti kapasitas kompetitif, pengalaman sebelumnya, serta visi jangka panjang. Latest Program ini menjadi salah satu inisiatif yang paling penting dalam roadmap perusahaan, karena dipercaya dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan bisnis. Selain itu, perubahan ini juga diharapkan mampu menarik minat investor baru serta memperkuat hubungan dengan mitra strategis.