Beritanew
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Maestro Tari Betawi Kartini Kisam: Dari Pemalu Hingga Mendunia Berkat Seni

Published Juli 4, 2026 · Updated Juli 4, 2026 · By Sarah Williams

Maestro Tari Betawi Kartini Kisam: Perjalanan dari Kecanggungan ke Kepemimpinan Budaya

Maestro Tari Betawi Kartini Kisam adalah seorang seniman yang membuktikan bahwa seni bisa menjadi jalan untuk merubah diri dari seseorang yang tertutup menjadi tokoh yang diakui secara internasional. Dengan berkecimpung dalam dunia tari selama lebih dari lima dekade, ia tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga berperan penting dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Betawi. Keberhasilannya dalam mengembangkan seni tari ini menjadi contoh bagaimana kreativitas dan ketekunan bisa membawa perubahan besar dalam diri serta masyarakat.

Pelataran Awal dan Kiprah Seni

Kartini Kisam, yang lahir di Jakarta pada tahun 1950, memulai perjalanan karier tari dari seorang pemalu. Sebelum terjun ke dunia seni, ia adalah anak yang kurang percaya diri dan cenderung menutup diri. Namun, ketika ia mulai mengekspresikan diri melalui tari, perubahan mulai terjadi secara perlahan. "Seni tari membuka jalan untuk berbicara tanpa kata, dan membuat saya lebih yakin dengan diri sendiri," katanya. Dengan mengikuti latihan langsung dari neneknya, Mak Kinang, ia menemukan kekuatan dalam gerakan dan ekspresi budaya Betawi.

Kepemimpinan Budaya Melalui Tari Betawi

Berlatih tari sejak usia 13 tahun, Kartini Kisam tidak hanya memperdalam teknik tari, tetapi juga belajar tentang sejarah dan makna setiap gerakan. Ia menjadi salah satu pelaku utama dalam melestarikan Tari Topeng Tunggal, yang merupakan salah satu bentuk seni tradisional Betawi. Dengan konsistensi dalam mengajarkan dan mempertunjukkan tarian ini, ia berhasil membawa seni Betawi ke panggung internasional. Tidak hanya di Indonesia, kiprahnya juga diakui di negara-negara lain seperti Malaysia dan Singapura.

Dari menari ini, saya jadi percaya diri, karena dulunya saya pemalu," kata Kartini Kisam. Gerakan tari menjadi jembatan untuk melepaskan kecanggungan dan membangun identitas budaya yang kuat.

Pengembangan Seni dan Pendidikan

Kartini Kisam tidak hanya memperkenalkan tari Betawi, tetapi juga mengembangkan pendekatan pendidikan yang inovatif. Ia aktif mengajar di berbagai sekolah, sanggar, serta lembaga tingkat tinggi, memastikan seni tradisional tetap relevan di masa kini. Kebudayaan Betawi yang ia bawa ke tingkat nasional dan internasional membuktikan bahwa seni bisa menjadi alat untuk memperkuat identitas nasional. Dengan berbagi pengalaman dan teknik, ia menginspirasi banyak generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian budaya.

Salah satu prestasi penting dalam kiprah internasionalnya adalah mengikuti berbagai festival seni di luar negeri. Di Kuala Lumpur, ia menampilkan Tari Topeng Tunggal yang diterima dengan antusias oleh penonton lokal. "Saya berharap seni Betawi bisa diakui sebagai bagian dari warisan dunia," ujarnya. Upaya ini juga didukung oleh pemerintah dan lembaga kebudayaan yang memberinya kesempatan untuk berkiprah di tingkat global.

Kepemimpinan Budaya dan Warisan yang Tak Terputus

Dalam perannya sebagai Maestro Tari Betawi, Kartini Kisam tidak hanya fokus pada pementasan, tetapi juga berperan dalam pengembangan seni budaya melalui karya-karya lain. Ia menekankan pentingnya meneruskan tradisi kepada generasi muda. "Tanpa kita mengenalkannya, sejarah dan budaya itu sendiri akan hilang," tegasnya. Upayanya menyebarluaskan budaya Betawi melalui tari, kebaya Nusantara, dan karya seni lainnya membantu menjaga kehidupan warisan budaya Indonesia.

Kiprah Kartini Kisam tidak terbatas pada wilayah Jakarta. Ia juga mengunjungi Kalimantan Timur, di mana Tari Natana Borneo dan Tarian Geol Manis menjadi bukti bahwa seni lokal tetap relevan di tingkat nasional. Dengan melibatkan masyarakat dalam pementasan dan pendidikan, ia berusaha memastikan bahwa budaya Betawi tidak hanya dipertahankan, tetapi juga diperkenalkan kepada dunia dengan cara yang modern dan menarik.

Kontribusi Berkelanjutan untuk Seni Tradisional

Kartini Kisam menjadi panutan bagi seniman muda Indonesia karena keberaniannya mengajarkan seni tradisional kepada berbagai kalangan. Dengan peran aktif dalam memperkenalkan tari Betawi, ia membantu memperkuat pengakuan budaya Indonesia di mata dunia. Penghargaan Anugerah Kebudayaan yang ia terima adalah pengakuan atas dedikasinya dalam menjaga kehidupan seni tradisional. Kiprahnya memberikan gambaran bahwa seni bisa menjadi sarana untuk menginspirasi dan mengubah.